Pengertian Filum Chordata Meliputi Subfilum, Ciri-ciri dan Klasifikasi Hewan Vertebrata

Pada kali ini kita akan membahas pengertian filum chordata meliputi subfilum, ciri-ciri dan klasifikasi hewan vertebrata. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua

Filum Chordata 

Filum Chordata adalah kelompok hewan Vertebrata dan sebagian hewan Invertebrata. Semua hewan dalam filum Chordata memiliki ciri khas sedangkan hanya nampak pada jangka waktu tertentu dalam kehidupannya, adalah memiliki notokord, tali saraf dorsal, celah insang, dan ekor berotot yang via dubur. Notokord adalah sel-sel pada embrio yang tertata berderet dan saling bersambungan yang menyokong tubuh. Pada Vertebrata, notokord berkembang menjadi tulang belakang.

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/pengertian-filum-chordata-meliputi.html

Chordata terbagi menjadi tiga subfilum adalah Urochordata, Cephalochordata, dan Vertebrata. Urochordata memiliki notokord dan bumbung saraf (tonjolan yang akan berkembang menjadi sistem saraf) saat masih embrio sampai larva, melainkan pada hewan dewasa tidak ada. Binatang ini hidup menempel di dasar laut, memiliki tunika (selubung) pelindung tubuh. Umpamanya adalah hewan penyemprot laut (sea squirt) dan tunikata. Notokord berkembang sampai hewan dewasa yang menyokong gerak otot. Tubuhnya bulat memanjang dengan ujung yang meruncing, tidak memiliki sirip, jantung, dan otak.

Hidupnya di dasar laut berpasir dan menerapkan insang untuk bernafas dan mencari makan. Vertebrata meliputi bermacam-macam hewan yang telah memiliki tulang belakang dan alat-alat tubuh berkembang lebih rumit. Dalam filum Chordata ini, kamu hanya akan mendalami subfilum Vertebrata.

a. Ciri-Ciri Vertebrata

Binatang Vertebrata memiliki tulang belakang yang berkembang dari notokord dan memiliki saraf spinal. Tubuhnya simetri bilateral, organ tubuh dan otak dilindungi oleh tulang. Kecuali sebagai pelindung, tulang juga berfungsi sebagai penimbun kalsium dan fosfat dan menyokong sistem gerak hewan sebab otot-otot menempel pada tulang. Tulang juga menyokong perkembangan tubuh, sehingga hewan Vertebrata memiliki ukuran yang jauh lebih besar diperbandingkan hewan Invertebrata. Vertebrata memiliki alat tubuh yang berkembang baik adalah alat pencernaan dari mulut sampai dubur, sistem peredaran darah tertutup, alat ekskresi berupa ginjal, bernafas dengan insang atau paru-paru yang efisien, sistem koordinasi berupa sistem endokrin dan sistem saraf yang lebih rumit, segala tubuh dilindungi oleh kulit, dan berkembang biak secara seksual.

b. Kategori Vertebrata

Subfilum Vertebrata terdiri dari dua superkelas adalah Agnatha dan Gnathostomata. Superkelas Agnatha meliputi bermacam-macam hewan Vertebrata yang tidak memiliki rahang, semisal belut lamprey. Lamprey hidup di air tawar dan air laut dan hidup parasit dengan menempel dan mengisap darah ikan lain. Superkelas Gnathostomata meliputi bermacam-macam hewan Vertebrata yang memiliki rahang, dibagi menjadi enam kelas adalah Chondrichthyes, Osteichthyes, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia. Pada komponen ini hanya dibahas mengenai klasifikasinya saja, sedangkan organ-organ tubuhnya akan dibahas lebih mendalam di kelas XI.

1) Chondrichthyes 
http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/pengertian-filum-chordata-meliputi.html
Chondrichthyes meliputi bermacam-macam ragam ikan bertulang rawan adalah bermacam-macam hiu dan ikan pari. Karena tidak memiliki tulang, karenanya hewan ini tidak memiliki sumsum tulang daerah pembuatan darah merah, sehingga darah merah dibuat di limpa dan kelenjar di sekitar organ kelamin serta pada organ khusus yang disebut organ leidig. Kecuali itu ikan ini memiliki organ khusus lain yang disebut organ epigonal yang berfunsi sebagai sistem imunitas/kekebalan. Tubuhnya memiliki 5 – 7 celah insang yang tidak ditutupi oleh operkulum, berlokasi pada kedua sisi faring. Tubuhnya dilapisi kulit yang ditutupi oleh sisik plakoid. Sisik plakoid tertata oleh bahan tulang yang dilapisi surel, sehingga jikalau kamu meraba kulit ikan Chondrichthyes akan terasa kasar. Pada mulut ikan hiu terdapat gigi yang adalah modifikasi sisik yang mengalami pergantian secara tidak terbatas. Tidak segala ikan hiu bersifat predator. Hiu putih raksasa memakan plankton dan makhluk hidup laut kecil lainnya (saringan feeder). Figur Chondrichthyes adalah Chimaera sp. (ikan tikus), Isurus oxyrinchus (hiu Atlantik), Eugomphodus cuvier (hiu macan), Pristis pectinata (hiu gergaji), Raja erinacea (ikan pari), dan Carcharodon carcharias (hiu putih raksasa).

2) Osteichthyes 
http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/pengertian-filum-chordata-meliputi.html

Osteichthyes meliputi bermacam-macam ragam ikan bertulang keras atau bertulang sejati. Terdapat sekitar 29.000 ragam yang masih hidup sehingga Osteichthyes adalah kelas terbesar dari Vertebrata. Ilmu yang mempelajari ikan dan kehidupannya disebut iktiologi. Bentuk tubuh, ukuran, daerah hidup, dan sistem hidup bermacam-macam-ragam. Tubuhnya ditutupi oleh sisik bertipe sikloid dan stenoid. Ikan bertulang sejati memiliki alat-alat yang berkembang baik, seperti sistem pencernaan, sistem peredaran dengan jantung beruang dua, alat pernapasan menerapkan insang, memiliki otak dan sistem saraf, sistem otot, alat ekskresi berupa ginjal, dan sistem reproduksi. Ikan ini juga memiliki gelembung renang berupa kantong udara pada rongga perut untuk membantu mengapung dan alat bantu pernapasan. Kecuali itu ikan bertulang sejati memiliki gurat sisi atau linea lateralis untuk mengetahui tekanan air. Umpamanya adalah Salmo salar (ikan salmon Atlantik), Trichogaster trichopterus (ikan sepat mutiara), Scleropages formosus (arwana), dan Achiroides melanorhynchus (ikan lidah).

3) Amphibia 
http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/pengertian-filum-chordata-meliputi.html


Saat ini diketahui sekitar 6.000 ragam Amphibia yang masih hidup. Ilmu yang mempelajari Amphibia disebut herpetologi. Amphibia meliputi bermacam-macam ragam katak, katak, salamander, dan Amphibia tidak berkaki. Amphibia hidup di air dan di darat (amphibia = dua kehidupan). Dalam daur hidupnya mengalami metamorfosis. Telur menetas lalu menjadi kecebong yang hidup di daerah perairan (yang bernafas dengan insang), kemudian kecebong tersebut tumbuh menjadi Amphibia dewasa yang hidup di daerah darat. Amphibia yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru dan dibantu dengan pertukaran udara via segala permukaan tubuh. Kulit Amphibia licin, tidak bersisik, dan memiliki banyak kelenjar yang menghasilkan semacam lendir untuk membasahi kulit. Kulit yang senantiasa basah ini tepat sasaran untuk terjadinya pertukaran udara. Beberapa ragam katak menghasilkan racun pada kulitnya. Metode peredaran darah tertutup dengan jantung beruang tiga (dua serambi dan satu bilik). Binatang ini bersifat poikiloterm adalah suhu tubuh dibatasi menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Amphibia bereproduksi secara seksual dengan fertilisasi eksternal. Figur: Bufo viridis (bangkong), Rana cetesbina (katak sawah), Dendrobates azureus (katak berbisa), Salamandra salamandra, (salamander api), dan Notophthalmus viridescens (kadal salamander merah).

4) Reptilia
http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/pengertian-filum-chordata-meliputi.html

Reptilia hidup di darat, tubuhnya ditutupi sisik yang tebal, mengandung zat keratin sehingga tidak dapat ditembus air. Sisik ini adalah skeleton yang berfungsi sebagai pelindung tubuh. Dalam hidupnya sebagian ragam Reptilia mengalami pergantian kulit/ekdisis. Reptilia bernafas dengan paru-paru. Pada Reptilia yang hidup di perairan memiliki kulit yang permeabel dan memiliki insang di dekat dubur. Metode peredaran tertutup dengan jantung memiliki empat ruang melainkan belum tersekat total. Metode saraf lebih berkembang diperbandingkan Amphibia. Binatang ini berkembang biak secara seksual, bersifat ovipar atau ovovivipar. Reptilia adalah hewan poikiloterm. Telurnya dibungkus cangkang dari zat kapur. Reptilia meliputi bermacam-macam ragam buaya dan aligator (23 ragam dari ordo Crocodilia), tuatara yang hanya ada di Selandia Baru (2 ragam dari ordo Rhynchocephalia), bermacam-macam cicak, kadal, dan ular (sekitar 7.000 ragam dari ordo Squamata), dan kura-kura (300 ragam dari ordo Chelonia). Beberapa ordo yang lain meliputi ragam-ragam Reptilia yang telah punah, semisal Ichthyosauria, Pterosauria, Ornithischia, dan Therapsida.

5) Aves 
http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/pengertian-filum-chordata-meliputi.html

Aves meliputi bermacam-macam ragam burung. Saat ini terdapat sekitar 10.000 ragam burung yang masih hidup sehingga adalah kelompok Vertebrata darat yang paling banyak. Tubuh burung ditutupi bulu dan kebanyakan dapat terbang, hewan diurnal (aktif pada siang hari) dan sebagian ragam nokturnal (aktif pada malam hari, semisal burung hantu). Sayap burung dapat dibedakan menjadi tiga ragam adalah plumae, plumulae, dan filoplumae. Burung adalah hewan homeoterm, adalah hewan yang menjaga suhu tubuh senantiasa konsisten pada kisaran tertentu sedangkan suhu lingkungan berubah. Kecakapan terbang disokong oleh struktur yang disebut pundi udara yang berfungsi untuk membantu pernapasan saat terbang, membantu meringankan tubuh, dan memperkeras suara burung. Makanan burung bervariasi, semisal madu, biji, tumbuhan, serangga, ikan, mamalia, bangkai, malahan burung lain. Beberapa ragam burung melaksanakan migrasi pada musimmusim tertentu untuk mendapatkan habitat yang maksimal. Ciri khas kelompok burung adalah memiliki paruh yang keras dan tidak bergigi, adalah hewan ovipar dengan telor dilindungi cangkang yang keras, laju metabolisme tinggi, jantung terdiri dari empat ruang yang tersekat total, dan memiliki tulang yang ringan melainkan kuat.

Burung memiliki ciri khas, adalah suhu tubuh yang tidak tergantung pada Iingkungan (hewan yang homoiotherm), memiliki sayap yang berfungsi untuk terbang dan mengerami telornya. Figur: Columba livia (merpati), Gallus gallus (ayam), Struthio camelus (burung unta), Haliaeetus leucocephalus (elang), dan Leucopsar rothschildi (jalak bali).

6) Mammalia
http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/pengertian-filum-chordata-meliputi.html

Mammalia meliputi sekitar 5.500 ragam hewan (termasuk manusia) yang ciri khasnya memiliki kelenjar susu dan tubuh ditutupi oleh kulit yang berbulu. Memiliki dua pasang alat gerak yang dapat mengalami modifikasi untuk memegang, berjalan, lari, memanjat, menggali, berenang, atau terbang. Otak Mammalia berkembang lebih baik dari hewan yang lain dan menyusun struktur khas yang disebut neokorteks. Gigi mamalia juga mengalami diferensiasi sesuai dengan ragam makanannya. Metode peredaran darah tertutup, jantung terdiri dari empat ruangan, dan bernafas dengan paru-paru. Embrio Mammalia berkembang di dalam rahim dan hewan betina menghasilkan susu untuk memelihara buah hati yang baru lahir sampai usia tertentu. Umumnya hewan Mammalia bersifat vivipar, selain platipus (Ornithorynchus sp) bersifat ovipar. Mammalia dibagi atas sebagian ordo adalah Monotremata (hewan berparuh adalah platypus dan ekidna), Marsupialia (hewan berkantong, semisal kangguru, kuskus, dan oposum), dan Placentalia (hewan yang memiliki plasenta saat embrio)

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Filum Chordata Meliputi Subfilum, Ciri-ciri dan Klasifikasi Hewan Vertebrata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel