Pertumbuhan dan Perkembangan Serta Faktor (Peristiwa Metamarfosis dan Metagenesis)

Kali ini BACAMAS.COM akan membahas artikel mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan SertaFaktor (Peristiwa Metamorfosis dan Metagenesis Mengapa Makhluk Hidup) tumbuh dan berkembang faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mahluk hidup, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, aamiin

Seorang lelaki paruh baya bernama Pak  Ranu  sedang  merawat  tanaman  hias  yang  dijualnya.  Pak  Ranu membudidayakan tanaman hias berupa bibit yang masih kecil untuk kemudian dijual setelah berbunga. Tanaman-tanaman tersebut setiap hari dirawat oleh Pak Ranu. Selain disirami setiap hari, tanaman- tanaman itu juga diberi pupuk dan diberi naungan peneduh. Tanaman hias milik Pak Ranu cepat terjual karena tanamannya tumbuh dengan subur dan juga cepat berbunga. Mengapa tanaman hias Pak Ranu dapat tumbuh subur dan cepat berbunga? Adakah hubungannya dengan  perlakuan  terhadap  tanaman  itu?  Ternyata  hal  ini  terkait  erat  dengan  pertumbuhan  dan perkembangan, seperti yang akan kita pelajari pada materi berikut ini.

Kata  kunci: pertumbuhan  –  perkembangan  –  faktor-faktor  yang  memengaruhi  pertumbuhan  dan perkembangan – metamorfosis – metagenesis Peristiwa tumbuh dan berkembang 

Pernahkah  kamu  mengamati  tumbuh-tumbuhan  atau  hewan  yang  ada  di sekitarmu?  Tumbuhan  atau  hewan-hewan  tersebut  semula  kecil.  Setelah beberapa lama tumbuh menjadi besar.  Pertumbuhan yaitu peristiwa yang mana bertambahnya ukuran makhluk hidup. Ketika mengalami pertambahan ukuran (tumbuh) tersebut, makhluk hidup juga mengalami berbagai perubahan. Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup yang mengiringi pertumbuhan dapat disebut dengan perkembangan.

Pertumbuhan pada tumbuhan bisa dilihat dari bertambah besar dan tingginya batang. Sedangkan jika ingin melihat perkembangannya maka akan ada perubahan-perubahan pada bentuk batang, daun, akar, munculnya bunga, dan terbentuknya buah.  Adapun  pertumbuhan  pada  hewan  dapat  dilihat  dari  semakin  besarnya badan  hewan  tersebut,  sedangkan  perkembangannya  dapat  disaksikan  dari perubahan  pada  tubuh  dan  kelakuan  hewan  tersebut.  Misalnya,  burung  kecil setelah  menetas  belum  dapat  terbang,  namun  setelah  besar  dia  akan  belajar terbang dan mencari makan sendiri.

Begitu  juga  manusia,  pertumbuhan  manusia  bisa  dilihat  dari tubuh yang semakin bertambah besar dan tinggi. Sedangkan perkembangan manusia bisa dilihat  baik  secara  fisik  maupun  psikis.  Secara  fisik, contohnya  terjadi perubahan bentuk tubuh dari anak-anak menuju dewasa. Suara anak-anak juga berbeda  dari  suara  orang  dewasa.  Secara  psikis  anak-anak  biasanya  sangat manja dan membutuhkan perlindungan dari orang dewasa, setelah menginjak usia remaja dan dewasa maka manusia akan menjadi lebih mandiri. Perubahan makhluk  hidup  dari  yang muda  menjadi  tua  juga  merupakan  salah  satu  dari bentuk perkembangan.

Mengapa Makhluk Hidup Tumbuh dan Berkembang?
Setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan juga perkembangan?


1.  Pertumbuhan
Pertumbuhan yaitu penambahan biomassa yang bersifat tidak dapat balik (irreversible).  Penambahan  bomassa  dapat ditandai  dengan  beberapa ciri berikut yaitu penambahan berat, panjang, volume, jumlah sel, dan lain-lain.  Pertumbuhan pada makhluk hidup bisa dilihat dari perubahan pada ukurannya. Oleh sebab itu, pertumbuhan dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat. Ciri-ciri pertumbuhan antara lain sebagai berikut.
a. Terjadi perubahan fisik dan perubahan ukuran.
b. Terjadi peningkatan jumlah sel.
c. Terdapat penambahan kuantitatif individu
d. Dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat.
e. Dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal
f. Bersifat terbatas, pada usia tertentu makhluk hidup sudah tidak tumbuh lagi.
Pertumbuhan dapat terjadi disebabkan oleh tubuh makhluk hidup yang tersusun atas banyak sel. Sel-sel tersebut dapat membelah diri menjadi jumlah kelipatannya. Semakin bertambahnya jumlah sel pada makhluk hidup dapat menyebabkan penambahan ukuran tubuhnya.

Pada usia dewasa, pembelahan dan juga pembentukan sel baru hanya berfungsi untuk memperbaharui sel yang rusak. Namun pada usia tua, kemampuannya dalam membelah diri sel generatif semakin menurun, sehingga sel yang tua dan telah rusak sudah tidak bisa tergantikan oleh sel-sel yang baru dan kemudian sel-sel baru itu tidak dapat terbentuk lagi.

2.  Perkembangan
Selama pertumbuhan, makhluk hidup juga mengalami perkembangan. Perkembangan merupakan  perubahan  pada struktur  dan  fungsi  yang  bersifat spesifik. Perubahan tersebut menyebabkan bagian-bagian penyusun tubuh bertambah lengkap, sempurna, dan kompleks.  Adapun ciri- ciri
perkembangan antara lain sebagai berikut.
a. Terjadi peningkatan kualitatif individu.
b. Adanya proses kedewasaan.
c. Tidak bisa dinyatakan dengan ukuran :  jumlah, panjang, dan juga berat.
d. Bersifat  sistematis,  progresif,  dan  berkesinambungan.

Yang berarti proses perkembangan terus terjadi sampai makhluk hidup tersebut mati. Peristiwa perkembangan selalu penyertai pertumbuhan. Saat terjadi proses pertumbuhan, terbentuk organ dengan beberapa fungsi khusus. Organ tubuh yang terbentuk memiliki fungsi sesuai dengan tujuan dibentuknya organ tubuh  itu. Perubahan pada bentuk fisik dan sifat individu sering dipengaruhi oleh berfungsinya organ tubuh.

A. Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan  dan  perkembangan  pada hewan  dan manusia dapat terjadi  di seluruh  bagian tubuhnya. Pertumbuhan tersebut membuat bagian-bagian tubuh hewan semakin besar atau bisa juga semakin panjang. Pertumbuhan dan juga perkembangan pada hewan dan manusia dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu dari dalam (internal) dan  faktor dari luar (eksternal).

a.    Faktor Internal
Faktor dari dalam tubuh makhluk hidup yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yaitu :
1)    Gen
Gen  yang menjadi  faktor  penentu  sifat  yang  diturunkan  dari induknya. Sifat-sifat yang diturunkan dalam gen pada setiap jenis hewan itu berbeda.
2)    Hormon

Hormon memengaruhi aktivitas pada tubuh. Hormon yang memengaruhi  pertumbuhan  hewan  dan  manusia  dapat disebut  hormone somatotrof.

b.    Faktor Eksternal
Pertumbuhan dan perkembangan hewan dan manusia juga dipengaruhi oleh faktor dari luar yaitu:
1)    Makanan
Setiap makhluk hidup pasti membutuhkan makanan sebagai sumber tenaga dan juga zat pembangun tubuh. Makanan sebagai sumber tenaga adalah karbohidrat, sedangkan sumber pembangun tubuh adalah protein. Ketercukupan kebutuhan makanan dapat membuat hewan atau manusia tumbuh optimal.
2)    Sinar matahari
Sinar matahari diperlukan untuk mengubah provitamin D menjadi vitamin D. Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan.
3)    Aktivitas  fisik
Kegiatan  fisik,  seperti olahraga  dan  latihan,  akan  dapat memperbesar ukuran otot  dan tulang
4)    Suhu
Dalam  pertumbuhan  hewan maupun manusia sangat suhu  yang  tepat 



B. Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Tumbuhan Pertumbuhan  dan  perkembangan  merupakan  interaksi  antara  factor dalam dan faktor luar.

Faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan antara lain sebagai berikut.

a.    Hormon
Hormon yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan yaitu :
1)    Auksin
Auksin  berfungsi  untuk  pertumbuhan  dan  penghambatan pertumbuhan, dormansi, pembentukan  bunga dan buah, serta penuaan dan pengguguran.
2)    Giberelin
Fungsi giberelin adalah merangsang pembelahan sel serta merangsang aktivitas enzim amylase dan proteinase yang berperan dalam perkecambahan. Giberelin berfungsi merangsang pembentukan tunas, menghilangkan dormansi pada biji, dan juga dapat merangsang pertumbuhan buah secara partenogenesis.
3)    Sitokinin
Sitokinin dapat ditemukan pada  jaringan  yang  membelah. Sitokinin yang ditemukan pertama kali adalah kinetin. Sitokinin yang terdapat pada Zea mays adalah zeatin. Sitokinin berfungsi untuk merangsang proses pembelahan sel, pembentukan tunas yang terjadi di batang kalus, menghambat efek dari dominansi apikal.
4)    Asam  absisat

Tidak semua hormon memiliki fungsi untuk memacu pertumbuhan, sebab ada juga yang menghambat pertumbuhan, yaitu asam absisat. Asam abisat berfungsi untuk menghambat dalam perose pembelahan dan juga pemanjangan  sel,  menunda  pertumbuhan  sel atau yang disebut dormansi,  merangsang  penutupan mulut daun, dan juga membantu peluruhan pada daun di saat musim kering.

b.    Genetik
Faktor genetik yang diturunkan dari induknya sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Adapun faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diantaranya adalah sebagai berikut.
a.)    Suhu
Suhu lingkungan sangat berpengaruh terhadap respirasi, fotosintesis, transpirasi, dan reproduksi.
b. )   Cahaya
Cahaya diperlukan tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis. Namun, ketika proses perkecambahan, cahaya justru menghambat pertumbuhan kecambah. Kecambah yang ditumbuhkan di tempat yang gelap lebih cepat tumbuh dibandingkan di tempat yang terang. Etiolasi adalah pertumbuhan yang cepat di tempat yang gelap.
c.)  Kelembaban
Kelembaban udara berpengaruh terhadap penguapan air (transpirasi) serta penyerapan makanan dan air. Apabila kelembaban udara rendah yang terjadi adalah  transpirasi yang akan berlangsung dengan cepat sehingga memacu tumbuhan untuk menyerap makanan dan air. Keadaan ini dapat memacu pertumbuhan tumbuhan.
d.) Oksigen
Oksigen  dapat memengaruhi  pertumbuhan  dan  perkembangan  semua bagian tubuh tumbuhan. Tanah yang gembur memiliki kemampuan untuk menyimpan oksigen. Oksigen ini  dimanfaatkan tumbuhan untuk respirasi.
e.)  Air dan zat hara

Zat  hara  merupakan  sumber  materi  dan  juga sumber  energi  untuk memebentuk berbagai  komponen  sel  yang  diperlukan  selama pertumbuhan tanaman. Air sangat diperlukan pada saat perkecambahan biji.  Air merupakan hal yang sangat penting untuk membentuk vakuola sel dan mengaktifkan enzim. Air dapat berfungsi sebagai pelarut zat hara yang dapat masuk ke dalam sel akar secara difusi.

Metamorfosis dan Metagenesis

Proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada makhluk hidup tertentu ada beberapa yang disertai dengan perubahan bentuk pada tubuhnya.
1.  Metamorfosis
Metamorfosis merupakan peristiwa perubahan bentuk pada tubuh hewan tertentu selama proses pertumbuhan dan perkembangan hewan tersebut.

Proses metamorfosis melibatkan beberapa perubahan yaitu perubahan bentuk atau struktur yang melalui beberapa tahap pertumbuhan sel dan differensiasi sel. Metamorfosis ini dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

a.    Metamorfosis sempurna ( holometabolisme )
Metamorfosis dapat dikatakan sempurna jika hewan mengalami perubahan bentuk secara nyata dengan tahapan-tahapan yang jelas.  Kupu-kupu mengalami beberapa tahapan  yang  cukup panjang  sebelum menjadi  kupu-kupu dewasa. Pertama kali, kupu-kupu akan bertelur. Telur kupu-kupu biasanya diletakkan di dedaunan. Telur kemudian menjadi ulat. Tahap selanjutnya ulat yang akan berubah menjadi kepompong  (pupa) dan akhirnya menjadi seekor kupu-kupu dewasa.

b.    Metamorfosis tidak sempurna (hemimetabolisme).
Metamorfosis disebut tidak sempurna jika perubahan tubuh yang terjadi tidak mencolok. Contoh metamorfosis yang tidak sempurna yaitu hewan kepik, jangkrik, dan belalang. Pada hewan-hewan tersebut proses menjadi hewan dewasa melalui perubahan dari bentuk nimfa terlebih dahulu.


2.  Metagenesis

Tumbuhan tertentu juga dapat terjadi perbedaan bentuk  tubuh selama proses  pertumbuhan tumbuhan tersebut . Peristiwa ini dinamakan metagenesis. Metagenesis adalah proses terjadinya pergiliran keturunan atau pergantian siklus, yaitu: 
a.    Siklus seksual atau generatif. Pada siklus ini dihasilkan gametofit.
b.    Siklus aseksual atau vegetatif. Pada siklus ini dihasilkan sporofit.

Belum ada Komentar untuk "Pertumbuhan dan Perkembangan Serta Faktor (Peristiwa Metamarfosis dan Metagenesis)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel