Sejarah dan Perkembangan Biologi
Artikel kali ini membahas tentang Sejarah dan Perkembangan Biologi Semoga bermanfaat untuk kita pelajari.
Biologi dapat berkembang karena rasa ingin tahu para manusia mengenai merespons gejala alam. Biologi merupakan ilmu yang paling tua di bumi. Kamu tentu memahami bahwa manusia pertama harus mempunyai pengetahuan yang baik mengenai hewan dan tumbuhan di sekitarnya. Mereka harus mengerti tentang tanaman apa yang aman untuk dimakan dan yang beracun, dan juga hewan apa yang aman untuk diburu dan hewan mana yang buas. Bahkan sebelum manusia purba hidup dan menetap, mereka telah mulai untuk menjinakkan hewan dan bercocok tanam. Dalam kegiatan ini mereka mulai mengamati jenis-jenis makhluk hidup dan lingkungannya. Petunjuk sejarah perkembangan biologi bisa diperoleh dari situs Assyria dan Babilonia (tahun 3500 Sebelum Masehi).
Biologi dapat berkembang karena rasa ingin tahu para manusia mengenai merespons gejala alam. Biologi merupakan ilmu yang paling tua di bumi. Kamu tentu memahami bahwa manusia pertama harus mempunyai pengetahuan yang baik mengenai hewan dan tumbuhan di sekitarnya. Mereka harus mengerti tentang tanaman apa yang aman untuk dimakan dan yang beracun, dan juga hewan apa yang aman untuk diburu dan hewan mana yang buas. Bahkan sebelum manusia purba hidup dan menetap, mereka telah mulai untuk menjinakkan hewan dan bercocok tanam. Dalam kegiatan ini mereka mulai mengamati jenis-jenis makhluk hidup dan lingkungannya. Petunjuk sejarah perkembangan biologi bisa diperoleh dari situs Assyria dan Babilonia (tahun 3500 Sebelum Masehi).
Berdasarkan gambar dan sisa peninggalan sejarah, diketahui bahwa penduduk Babilonia dan Assyria sudah bercocok tanam dan mengetahul ilmu pengobatan. Mereka sudah mengetahui reproduksi tanaman palm dan menunjukkan bahwa pollen berasal dari tanaman jantan yang digunakan untuk menyerbuki tanaman betina. Mereka juga mulai mempelajari anatomi untuk tujuan pengobatan. Bangsa Mesir mulai mempraktikkan ilmu biologi dan ilmu pengobatan pada tahun 2000 Sebelum Masehi.
Kamu tentu ingat kebiasaan mereka mengawetkan mayat (mumi) dengan ramuan sejenis balsam yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Bagaimana mungkin mereka dapat melakukannya tanpa pengetahuan yang baik mengenai tumbuh-tumbuhan. Bangsa Cina kuno juga telah mengenal berbagai tanaman obat sejak 2800 tahun SM. Selain, menghasilkan kain sutra dengan membudidayakan ulat sutra, mereka juga mengetahui berbagai jenis serangga, termasuk cara dalam mengembangbiakkan dan memberantas serangga. Reruntuhan di Mohenjodaro menunjukkan bahwa sejak 2500 SM penduduknya telah mengenal pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang. Lalu mereka bercocok tanam sayuran, gandum, barlei, kapas, melon, dan berbagai jenis buah-buahan lain. Sebuah dokumen yang ditemukan pada situs peninggalan bersejarah itu menunjukkan bahwa mereka telah memanfaatkan sekitar 960 jenis tanaman untuk pengobatan. Dokumen tersebut juga berisi berbagai informasi mengenai anatomi, fisiologi, patologi, dan ilmu bedah.
Meskipun bangsa Babilonia, Assyria, Mesir, Cina, dan India kuno telah mengenal biologi, kebanyakan pengetahuan itu selalu dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat supranatural. Contohnya adalah mereka membedah hewan bukan untuk mengetahui struktur organ, tetapi untuk meramal massa depan atau memberi persembahan kepada dewa. Biologi dipelajari sebagai ilmu pengetahuan sudah dimulai sejak bangsa Yunani. Ahli filsafat Yunani mempercayai bahwa setiap kejadian mempunyai sebab dan akibat. Hukum yang disebut hukum kausalitas ini telah mendorong dilakukannya berbagai penyelidikan ilmiah. Mereka juga mempercayai hukum alam yang mengatur kehidupan dan hal tersebut dapat dipelajari manusia karena kemampuan manusia dalam hal mengamati dan mengambil keputusan. Sejak saat itu biologi mulai dikembangkan secara rasional. Ilmuwan Yunani kuno yang telah berjasa mengembangkan biologi antara lain Thales, Anaximander, Hippocrates, Aristoteles, dan Theophrastus. Aristoteles hidup pada pertengahan abad ke-4 Sebelum Masehi memberi perhatian yang cukup besar mengenai berbagai ilmu termasuk biologi.
Aristoteles memperkenalkan dasar-dasar taksonomi yang masih dipakai hingga saat ini. Aristoteles juga mengelompokkan hewan menjadi 2 jenis yaitu hewan berdarah dan hewan tidak berdarah. Hewan berdarah termasuk dalam kelompok mamalia, ikan, reptil, burung, amfibi.. Hewan tak berdarah termasuk kelompok Cephalopoda, udang-udangan, testacea, serangga. Penelitian dari Aristoteles yang lainnya menunjukkan bahwa hewan mempunyai paru-paru, mereka dapat bernapas dengan udara, mereka juga berdarah panas (yang artinya suhu tubuh mereka tetap meskipun pada suhu lingkungan berubah), dan dapat menghasilkan keturunan. Temuannya yang paling penting yaitu pengetahuan tentang reproduksi dan hereditas, termasuk teori abiogenesis yaitu yang menyatakan bahwa asal-usul dari kehidupan berasal dari benda tak hidup atau generatio spontanea yang dipercayai begitu saja oleh bangsa Yunani pada saat itu.
Aristoteles berpendapat bahwa semua makhluk hidup mempunyai struktur dan juga fungsi yang dapat disesuaikan dengan perilaku dan habitat mereka. Dalam pengklasifikasian pada hewan Aristoteles menyarankan untuk menggunakan struktur eksternal sebagai dasar pengelompokannya serta menunjukkan pentingnya struktur homologi dan analogi organ-organ pada hewan yang menjadi dasar perkembangan ilmu anatomi komparatif.
Aristoteles berpendapat bahwa semua makhluk hidup mempunyai struktur dan juga fungsi yang dapat disesuaikan dengan perilaku dan habitat mereka. Dalam pengklasifikasian pada hewan Aristoteles menyarankan untuk menggunakan struktur eksternal sebagai dasar pengelompokannya serta menunjukkan pentingnya struktur homologi dan analogi organ-organ pada hewan yang menjadi dasar perkembangan ilmu anatomi komparatif.
Ciri-Ciri Sains Biologi merupakan cabang dari IPA (sains) yang mempelajari makhluk hidup. Ciri-ciri sains adalah sebagai berikut -- Objek pada kajian berupa hal yang konkret, dan objek kajian biologi yaitu makhluk hidup. – Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris, yaitu pengalaman yang nyata yang dapat dilakukan oleh setiap orang. – Menggunakan cara berpikir yang logis, yaitu kesimpulan diambil berdasarkan prinsipprinsip berpikir logis. – Memiliki beberapa langkah kerja yang sistematis/teratur, sehingga kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan. – Hasil kajian bersifat objektif, yaitu apa adanya dan sesuai dengan kenyataan tanpa dipengaruhi kepentingan peneliti. – Hasilnya berupa teori atau hukum yang bersifat universal yang berlaku umum di mana saja.
Bio Info Di wilayah Arab, biologi mengalami kemajuan pesat berkat sumbangan pemikiran para ahli seperti Al Jahiz yang menuliskan pengetahuannya tentang binatang dan Ibnu Sina yang banyak berjasa mengembangkan ilmu kedokteran, obat, dan pengobatan. Di abad ke-12 pengetahuan mengenai tumbuhan telah menjadi satu dan disebut botani lalu dipisahkan dari pengetahuan lain yang mempelajari tentang hewan, perburuan, dan juga ilmu bedah (atau yang disebut zoologi). Selanjutnya, perkembangan biologi meluas di berbagai bangsa dan akhirnya melahirkan tokoh-tokoh terkenal seperti Leonhard Fuchs, Leonardo da Vinci, Otto Brunfels, Pierre Belon, dan lainnya. Saat mikroskop ditemukan oleh Leeuwenhoek pada abad ke-17, maka dimulailah kajian biologi dengan objek yang memiliki ukuran mikroskopis yaitu sel dan juga mikroorganisme. Mulai sejak itu perkembangan di dunia biologi mengalami kemajuan yang sangat pesat, ditunjukkan dengan berkembangnya teori-teori kehidupan yang baru dan munculnya cabang-cabang biologi yang baru seperti embriologi dan mikrobiologi.
Bio Info Di wilayah Arab, biologi mengalami kemajuan pesat berkat sumbangan pemikiran para ahli seperti Al Jahiz yang menuliskan pengetahuannya tentang binatang dan Ibnu Sina yang banyak berjasa mengembangkan ilmu kedokteran, obat, dan pengobatan. Di abad ke-12 pengetahuan mengenai tumbuhan telah menjadi satu dan disebut botani lalu dipisahkan dari pengetahuan lain yang mempelajari tentang hewan, perburuan, dan juga ilmu bedah (atau yang disebut zoologi). Selanjutnya, perkembangan biologi meluas di berbagai bangsa dan akhirnya melahirkan tokoh-tokoh terkenal seperti Leonhard Fuchs, Leonardo da Vinci, Otto Brunfels, Pierre Belon, dan lainnya. Saat mikroskop ditemukan oleh Leeuwenhoek pada abad ke-17, maka dimulailah kajian biologi dengan objek yang memiliki ukuran mikroskopis yaitu sel dan juga mikroorganisme. Mulai sejak itu perkembangan di dunia biologi mengalami kemajuan yang sangat pesat, ditunjukkan dengan berkembangnya teori-teori kehidupan yang baru dan munculnya cabang-cabang biologi yang baru seperti embriologi dan mikrobiologi.
Tokoh-tokoh yang berjasa mengembangkan biologi pada saat itu adalah Roobert Hooke, Fransisco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Karena makhluk hidup yang ditemukan semakin banyak, John Ray dan Carolus Linnaeus pada abad ke-17 dan 18 mengusulkan suatu sistem klasifikasi yang bersifat universal, dapat berlaku baik untuk hewan maupun tumbuhan. Mereka memperkenalkan sistem klasifikasi baru berdasarkan taksontakson. Sistem klasifikasi inilah yang digunakan sebagai rujukan sistem klasifikasi modern. Ketekunan dan juga keuletan ahli-ahli yang telah mengembangkan biologi menjadi berbagai ilmu modern yang maju dan memiliki cakupan yang cukup luas. Perkembangan dari ilmu biologi tidak terlepas dari perkembangan ilmu yang lainnya seperti ilmu kimia dan juga fisika. Ketika banyak peralatan yang canggih ditemukan seperti mikroskop dan juga berbagai metode analisa di abad ke-19, kajian biologi menjadi luas dikarenakan objek biologi saat itu mulai dikaji secara molekuler. Biologi telah memberikan sumbangan yang penting untuk kesejahteraan manusia karena biologi merupakan dasar perkembangan ilmu terapan seperti kedokteran, kesehatan, pertanian, peternakan, industri, farmasi, dan lainnya.

Belum ada Komentar untuk "Sejarah dan Perkembangan Biologi"
Posting Komentar