Ciri Struktur dan Reproduksi Peran Cyanobacteria dalam Kehidupan

Pada pembahasan kali ini kita akan mempelajari Ciri Struktur dan Reproduksi Peran Cyanobacteria dalam Kehidupan. semoga artikel ini dapat bermanfaat.

bukudidik.blogspot.co.id

Cyanobacteria juga dinamakan ganggang hijau biru dikarenakan warnanya hijau kebiruan. Cyanobacteria ialah kelompok bakteri yang mempunyai klorofil di dalam sitoplasmanya sehingga dapat melakukan fotosintesis. Cyanobacteria dapat ditemukan hampir di semua tempat yang lembab seperti tanah yang lembab, perakaran tanaman, dan hampir di semua lingkungan perairan, dari mata air panas sampai ke danau beku di Antartika. Namun Cyanobacteria tidak ditemukan pada lingkungan perairan yang asam. 

1. Ciri dan Struktur Cyanobacteria 

bukudidik.blogspot.co.id

Ciri dan struktur Cyanobacteria menyerupai bakteri pada umumnya. Semua Cyanobacteria memiliki kandungan klorofil a seperti pada tumbuhan yang tingkat tinggi. Klorofil pada bakteri disebut bakterioklorofil. Selain klorofil a, Cyanobacteria mempunyai kumpulan pigmen tambahan termasuk karotenoid. Warna biru pada Cyanobacteria disebabkan untuk pigmen biru atau fikosianin. Beberapa jenis pada Cyanobacteria juga memiliki pigmen merah atau yang disebut fikoeritrin di dalam selnya. Klorofil dan pigmen-pigmen tambahan itu tidak terdapat dalam plastida, melainkan tersebar pada sistem membran sel.

Dinding sel Cyanobacteria tidak mengandung selulosa, tetapi tersusun dari peptidoglikan seperti dinding sel bakteri. Jika dites juga juga dengan pewarna gram, dinding sel Cyanobacteria menunjukkan sifat sebagai gram negatif. Cyanobacteria menyimpan cadangan mtentuan berupa polisakarida yang disebut sianofisin. Selain karbohidrat, Cyanobacteria juga menyimpan lemak dan protein. Sel-sel Cyanobacteria tidak mempunyai silia, flagela, maupun alat penggerak yang lain. Namun demikian kumpulan Cyanobacteria yang berbentuk filamen dapat bergerak.

Semua Cyanobacteria memiliki ukuran mikroskopis, namun sering tumbuh pada kelompok yang besar sehingga panjangnya bisa mencapai 1 m. Cyanobacteria ada yang hidup sebagai uniseluler namun ada juga yang berkoloni. Contoh Cyanobacteria uniseluler ialah Croococcus dan Gloeocapsa. Koloni Cyanobacteria dapat berbentuk seperti benang atau filamen, bercabang-cabang, atau tidak beraturan. Setiap sel dalam koloni bereproduksi juga juga dengan membelah. Sel baru yang dihasilkan dapat tetap berkoloni atau melepaskan diri dan membentuk koloni yang terpisah. Pada Cyanobacteria yang berkoloni atau berkelompok, sel antara 1 dengan yang lainnya saling melekat pada dinding selnya tanpa memiliki hubungan sitoplasma. Jadi setiap sel dalam koloni tetap hidup juga juga dengan mandiri. Contoh Cyanobacteria berkoloni ialah Polycistis dan Spirulina, saat inikan Cyanobacteria berbentuk filamen

2. Reproduksi 

bukudidik.blogspot.co.id

Reproduksi Cyanobacteria uniseluler ialah juga juga dengan pembelahan sel. Cyanobacteria yang berkoloni melakukan reproduksi juga juga dengan fragmentasi. Fragmen multiseluler yang dihasilkannya disebut hormogonium.

Pada Cyanobacteria yang berkoloni berbentuk filamen, misalnya Nostoc dan Anabaena, dapat membentuk heterosista, yaitu sel-sel berukuran dapat besar juga juga dengan dinding berlapis banyak yang berbeda juga juga dengan sel-sel di sekitarnya. Di dalam sel ini terletak tilakoid yang tertata dalam pola konsentris. Heterosista bisa melepaskan diri dari induknya dan juga dapat tumbuh menjadi sebuah individu yang baru. Pada keadaan lingkungan yangmerugikan, sel-sel vegetatif Cyanobacteria bisa berubah menjadi spora yang memiliki dinding yang tebal dan dapat disebut akinet. Di dalam akinet terkonsentrasi cadangan dari karbohidrat sianofisin yang didalamnya terkandung protein. Akinet sangat tahan terhadap lingkungan yang kurang baik dan masih dapat berkecambah untuk menghasilkan individu baru setelah melampaui masa dorman yang lama, mencapai 87 tahun. Pada Cyanobacteria juga telah ditemukan rekombinasi genetik seperti halnya pada bakteri.


3. Peran Cyanobacteria dalam Kehidupan 

bukudidik.blogspot.co.id

Beberapa Cyanobacteria berperan sebagai plankton di lautan. Jenis Cyanobacteria yang lain hidup di air tawar. Cyanobacteria yang hidup di sekitar mata air panas sering membentuk lapisan endapan kapur yang tebal di sekitar koloninya. Beberapa jenis Cyanobacteria dapat menambat nitrogen misalnya Nostoc, sehingga dapat hidup di bebatuan dan tanah yang tandus.

Cyanobacteria yang bersimbiosis juga juga dengan tumbuhan air dapat menyuburkan perairan. Contohnya Anabaena azolae yang bersimbiosis juga juga dengan Azola pinata. Cyanobacteria lain mampu mengikat nitrogen bebas ialah Nostoc, dan Gloeocapsa. Cyanobacteria dapat bersimbiosis juga juga dengan amoeba, protozoa berflagela, diatom, alga hijau tidak berklorofil, Cyanobacteria yang lain, tumbuhan tingkat tinggi, dan cendawan.

Beberapa jenis Cyanobacteria dikembangkan sebagai sumber mtentuan atau protein sel tunggal. Salah satu jenis yang populer ialah Spirulina yang mengandung protein tinggi dan aman dikonsumsi.

Beberapa Cyanobacteria yang hidup di perairan menghasilkan racun, sehingga dapat membunuh organisme yang hidup  di air di perairan tersebut. Cyanobacteria juga dapat hidup di tembok dan batu sehingga merusak bangunan dari tembok dan batu.

Belum ada Komentar untuk "Ciri Struktur dan Reproduksi Peran Cyanobacteria dalam Kehidupan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel