Keanekaragaman Hayati Hewan dan Tumbuhan di Indonesia


Kali ini kita akan membahas tentang

Keanekaragaman Hayati Hewan dan Tumbuhan di Indonesia

Semoga dapat menambah wawasan kita akan kecintaan negara republik Indonesia. 

Keanekaragaman Hayati Binatang dan Tumbuhan di Indonesia. Kamu boleh bangga karena Indonesia adalah salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Negara lain yang memiliki hal serupa adalah Brazil dan Zaire. Indonesia adalah negara kepulauan yang berlokasi di tempat katulistiwa dengan keadaan geografis yang pelbagai variasi, sehingga keanekaragaman hayati di Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Sekitar 30% spesies yang hidup di bumi berada di Indonesia. Indonesia memiliki variasi makhluk hidup dari pelbagai variasi kawasan adalah variasi Indomalaya, variasi Oriental, Australia, dan peralihannya. Sebagian di antaranya adalah binatang dan tumbuhan langka dan endemik yang penyebaran terbatas. Tingginya keanekaragaman hayati terlihat dari pelbagai variasi ekosistem yang ada di Indonesia, seperti ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, dan ekosistem sabana. Masing-masing ekosistem memiliki keanekaragaman hayati tersendiri.

1. Keanekaragaman Tumbuhan 


Tumbuhan di Indonesia, Malaysia, Brunei, Filipina, dan Papua Nugini menyusun kawasan tumbuhan yang disebut Malesia (flora Malesiana). Terdapat sekitar 248.000 variasi tumbuhan di tempat flora Malesiana yang didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae (pohon dengan biji bersayap) semisal keruing, meranti, gaharu, dan kayu kapur. Pola penyebaran tumbuhan ditentukan oleh keadaan tanah, iklim, dan ketinggian. Menurut komunitas tumbuhan yang tumbuh, di Indonesia terdapat empat kelompok utama ekosistem adalah sebagai berikut. 


 

a.  Ekosistem bahari/pantai, terdiri dari ekosistem laut dalam, pantai pasir dangkal, pantai berbatu, terumbu karang, pantai lumpur, hutan bakau, dan hutan air payau. 
b. Ekosistem darat alami, meliputi vegetasi dataran rendah, vegetasi pegunungan, dan vegetasi monsum (hutan monsum, savanna, dan padang rumput. 
c.  Ekosistem suksesi, adalah ekosistem suksesi primer dan ekosistem suksesi sekunder. 
d.  Ekosistem buatan, semisal danau, hutan taman, hutan kota, dan agroekosistem seperti sawah, kolam, tambak, pekarangan, dan perkebunan. 

         Indonesia amat kaya akan variasi-variasi tumbuhan. Seluruh suku utama tumbuhan yang hidup di Bumi bisa ditemukan di Indonesia. Indonesia memiliki sekitar 38.000 variasi tumbuhan, 3.000 variasi lumut, 4.000 variasi paku, dan 20.000 variasi tumbuhan biji (8% dari dunia) yang sudah diselidiki. Dari sekian ribu variasi tumbuhan yang ada, diperkirakan hanya 10% yang sudah dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan, tanaman hias, obat-obatan, bahan bangunan, bahan industri, dan sebagainya.

         Ironisnya banyak variasi tanaman yang dibudidayakan di Indonesia didatangkan dari luar negeri, bukan hasil pemuliaan sumber tenaga hayati orisinil, semisal kentang, singkong, wortel, kopi, karet, dan kelapa sawit. Hal ini bukan berarti keanekaragaman hayati di Indonesia tak bisa dimanfaatkan, melainkan karena upaya pengembangannya belum maksimal. Banyak sekali variasi tumbuhan yang belum diteliti yang diyakini berpotensi sebagai sumber obat, gizi, dan plasma nutfah. Tugasmu sebagai generasi muda adalah berupaya keras untuk mengembangkan penelitian itu demi kesejahteraan bangsa dan negara. Oleh karena itu kamu patut memperjuangkan agar tiap-tiap variasi tumbuhan bisa dilestarikan, meskipun saat ini belum dikenal manfaatnya. 

           Indonesia memiliki 10 persen dari hutan tropis dunia yang sekarang masih tersisa. Hutan di Indonesia termasuk bioma hutan hujan tropis yang dicirikan oleh kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan memanjat). Hutan hujan primer dataran rendah di Kalimantan memiliki kekayaan variasi tumbuhan yang paling tinggi. Di tempat ini terdapat sekitar 10.000 tumbuhan biji, 34% diantaranya adalah tumbuhan endemik. Hutan di Sumatra dan Irian Jaya juga kaya akan variasi-variasi tumbuhan, meskipun hutan di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Kepulauan Sunda relatif lebih miskin variasi tumbuhan. 

 

Tumbuhan endemik adalah variasi-variasi yang sebarannya terbatas, hanya bisa ditemukan secara alami di tempat tertentu saja. Salah satu variasi tumbuhan endemik di Indonesia yang terkenal adalah pelbagai bunga Rafflesia, semisal Rafflesia arnoldii (endemik di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh), R. borneensis (Kalimantan), R. cilliata (Kalimantan Timur), R. horsfilldii (Jawa), R.patma (Nusa Kambangan dan Pangandaran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan R. contleyi (Sumatra bagian timur). Selain tumbuhan endemik, ada banyak variasi tumbuhan di Indonesia dikelompokkan langka, malah banyak di antaranya yang sudah punah. Teladan tumbuhan langka adalah bedali, putat, kepuh, kluwak, bendo, mundu, sawo kecik, winong, bayur, gaharu, dan cendana. Kamu patut ikut menjaga agar tumbuhan langka itu tetap lestari di Indonesia dan tak menjadi punah. 

2. Keanekaragaman Binatang 

Indonesia juga terkenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman binatang dan banyak di antaranya adalah binatang endemik. Menurut survei IBSAP yang dilakukan pada tahun 2003 telah diketahui bahwa di Indonesia ada 515 variasi mamalia (36% endemik, yang merupakan peringkat pertama dunia), 35 variasi primate (25% endemik), 511 variasi reptil, 1.531 variasi burung (sebagian variasi endemik), 270 variasi amfibi, dan 212 variasi kupu-kupu (44% endemik). Binatang yang endemik semisal harimau jawa, kukang dan maleo hanya di Sulawesi, jalak bali putih di Bali, binturong, simpanse, tarsius di Sulawesi Utara, komodo di Pulau Komodo dan sekitarnya.

Ragam binatang langka di Indonesia juga amat banyak, semisal babirusa, harimau sumatra, harimau jawa, macan kumbang, harimau tutul, orangutan, badak sumatra, tapir, gajah, bekantan, komodo, banteng, elang jawa, trulek jawa.

Keanekaragaman jenis binatang di Indonesia telah banyak diteliti oleh pihak asing sejak zaman penjajahan. Alferd Russel Wallace yang mengadakan penelitian pada tahun 1856 menemukan bahwa jenis binatang di kawasan Indonesia komponen barat berbeda dengan jenis binatang di kawasan Indonesia timur. Oleh karena itu Wallace membikin garis pemisah yang memanjang dari selat lombok, selat Makasar, dan Filipina Selatan yang disebut garis Wallace. Hewan di sebelah barat garis Wallace disebut bertipe oriental dan binatang di komponen timur bertipe australia. Hal ini terkait dengan sejarah penyusunan kawasan Indonesia, yaitu Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan dulu yaitu satu daratan dengan Benua Asia yang disebut dangkalan Sunda, walaupun Maluku dan Papua dulu yaitu satu daratan dengan Benua Australia. 

Weber yang mengadakan penelitian keanekaragaman binatang di Indonesia setelah Wallace, menemukan bahwa binatang-binatang di Sulawesi tak sepenuhnya bertipe australia, karena ada jenisjenis binatang yang memiliki sifat seperti binatang oriental. Oleh karena itu Weber menganggap Sulawesi yaitu daerah peralihan antara binatang jenis oriental dan binatang jenis australia. Weber membikin garis pemisah yang memanjang di sebelah timur pulau Sulawesi yang disebut garis Weber.



Menurut garis Wallace dan garis Weber, persebaran binatang-binatang di Indonesia meliputi daerah oriental di kawasan barat, daerah australia di kawasan timur, dan daerah peralihan. 

a. Hewan di daerah oriental, meliputi beragam binatang asia seperti primata (monyet, monyet, bekantan, orangutan, tarsius, dan sebagainya), beragam mamalia besar (gajah, banteng, orangutan, monyet, tapir, badak, harimau, rusa, babi hutan), dan beragam jenis burung berkicau (jalak, perkutut, kutilang, dan sebagainya). 

b. Hewan di daerah australia, meliputi beragam mamalia kecil, marsupalia atau mamalia berkantung (kangguru, oposum, wallabi, dan sebagainya), dan beragam jenis burung yang warnanya mencolok (cendrawasih, kakatua, dan sebagainya) 

c. Hewan di daerah peralihan, meliputi beragam jenis binatang dari jenis asia dan australia, seumpama tarsius, anoa, babi, oposum, babirusa, burung hantu, dan burung maleo.

Belum ada Komentar untuk "Keanekaragaman Hayati Hewan dan Tumbuhan di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel