Kelas Hydrozoa, Scyphozoa, Anthozoa
Hallo sahabat BACAMAS.COM kali ini kita akan menjelaskan pengertian Kelas Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa. Semoga dapat bermanfaat
A. Kelas Hydrozoa
Hewan pada kelas Hydrozoa hidup soliter dan juga berkoloni. Hydrozoa yang soliter memiliki wujud polip, sedangkan yang berkoloni dengan wujud polip yang dominan dan beberapa jenis membentuk medusa. Seumpama yakni Hydra dan Obelia.
Hewan pada kelas Hydrozoa hidup soliter dan juga berkoloni. Hydrozoa yang soliter memiliki wujud polip, sedangkan yang berkoloni dengan wujud polip yang dominan dan beberapa jenis membentuk medusa. Seumpama yakni Hydra dan Obelia.

a) Hydra
Hydra berbentuk polip, berukuran antara 10 mm – 30 mm hidup di air mineral tawar dengan menempel pada daun atau batang tanaman air. Makanannya berupa tumbuhan dan hewan kecil. Tubuh komponen bawah membentuk kaki untuk menempel dan bergerak. Pada ujung atas hydra ada mulutnya yang dikelilingi oleh hipostom dan 6 sampai 10 buah tentakel. Tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan dan selanjutnya makanan dicerna di dalam rongga gastrovaskuler.
Hydra berkembang biak secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dengan membentuk kuncup atau tunas pada sisi tubuhnya. Tunas yang telah memiliki epidermis, mesoglea, dan rongga gastrovaskuler bisa melepaskan diri dan tumbuh menjadi individu baru. Perkembangbiakan secara seksual ini terjadi yang melalui peleburan sel telur dengan sperma. Hasil peleburan membentuk zigot yang bisa membentuk kista. Kista bisa berenang bebas dan di daerah yang layak akan menempel di dasar perairan. Jikalau menemukan lingkungan yang bagus, inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru.
b) Obelia
Obelia memiliki bentuk polip dan juga medusa yang kini hidup di laut. Obelia yang hidup berkoloni di laut dangkal membentuk polip yang menempel di batu karang. Polip pada Obelia dibedakan menjadi dua jenis polip yakni hidran yang bertugas mengambil dan mencernakan makanan dan gonangium yang bertugas menjalankan perkembangbiakan aseksual. Obelia akan mengalami pergiliran keturunan (yang disebut metagenesis) antara keturunan seksual dan juga keturunan aseksual.
Perkembangbiakan secara aseksual dikerjakan oleh gonangium. Pada gonangium terwujud tunas yang bisa memisahkan diri dan berkembang menjadi medusa muda yang bisa berenang bebas. Medusa muda kemudian berkembang menjadi medusa dewasa. Medusa dewasa memiliki dua alat kelamin (hermafrodit) yang menghasilkan sel telur dan sperma. Pembuahan terjadi secara eksternal di luar tubuh dan membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Pada daerah yang layak planula akan menempelkan diri menjadi polip muda kemudian tumbuh menjadi Obelia. Berikutnya Obelia membentuk tunas sehingga terwujud koloni Obelia yang baru.
B. Kelas Scypozoa
Scypozoa berasal dari bahasa Yunani scyphos (mangkuk) dan zoon (hewan) karena wujud tubuhnya yang menyerupai mangkuk atau cawan transparan, sehingga sering disebut ubur-ubur mangkuk. Permukaan tubuh komponen bawah terdapat rongga mulut yang dikelilingi empat tentakel. Mulut ini berkaitan dengan rongga pencernaan. Pencernaan pada Scypozoa terjadi secara ekstraseluler.
Scypozoa telah memiliki beberapa indera sederhana misalnya tentakel sebagai alat keseimbangan, oselus untuk membedakan gelap dan terang, dan celah olfaktoris yakni indera pembau. Namun demikian Scypozoa belum memiliki alat respirasi dan ekskresi khusus. Seumpama yakni Aurellia aurita, berupa medusa dengan tepi berlekuk-lekuk yang banyak ditemukan di daerah pantai. Aurellia juga mengalami pergiliran keturunan seksual dan aseksual. Aurellia memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan terjadi secara internal di dalam tubuh betina. Zigot yang terwujud berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada daerah yang layak kemudian tumbuh menjadi polip muda yang disebut skifistoma.
Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga akan tampak bentuknya seperti tumpukan piring yang kemudian disebut strobilasi. Kuncup dewasa yang paling atas maka akan melepaskan diri dan juga menjadi medusa muda yang disebut efira. Berikutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa.

C. Kelas Anthozoa
Anthozoa berasal dari bahasa Yunani anthos (bunga) dan zoon (hewan) jadi Anthozoa berarti hewan yang wujudnya seperti bunga atau hewan bunga. Selama hidupnya Anthozoa berbentuk polip yang hidup menempel di dasar laut dangkal. Kelas Anthozoa meliputi mawar laut dan koral.
1) Mawar Laut (Anemon Laut)
Anthozoa berasal dari bahasa Yunani anthos (bunga) dan zoon (hewan) jadi Anthozoa berarti hewan yang wujudnya seperti bunga atau hewan bunga. Selama hidupnya Anthozoa berbentuk polip yang hidup menempel di dasar laut dangkal. Kelas Anthozoa meliputi mawar laut dan koral.
1) Mawar Laut (Anemon Laut)

Mawar laut menempel pada dasar perairan memakai komponen tubuh yang disebut cakram kaki. Permukaan atas terdapat mulut yang dikelilingi banyak tentakel berukuran pendek yang tersusun seperti mahkota bunga. Tentakel ini berfungsi untuk mencegah supaya pasir dan kotoran lain tidak menempel sehingga tubuhnya konsisten bersih. Mawar laut memiliki cara syaraf difus yang tidak memiliki cara syaraf sentra.
2) Koral (Karang)
Koral atau karang hidup berkoloni membentuk massa yang kaku dan kuat karena memiliki kerangka yang terbuat dari kalsium karbonat. Koral ini hidup di laut dangkal dengan suhu yang rata-rata 20 derajat Celcius (daerah tropis antara angka 30°LU hingga angka 30°LS). Koral menjalankan reproduksi aseksual dengan penyusunan kuncup atau tunas. Model: Acropora, Stylophora, Leptoria, dan sebagainya. Koral yang telah mati, rangka kapurnya akan menjadi batu karang/terumbu. Ada tiga jenis batu karang, yakni karang pantai, karang penghalang, dan karang atol.
Ubur-ubur bisa dimanfaatkan sebagai tepung ubur-ubur yang diterapkan sebagai bahan pembuatan kosmetik. Selain sebagai bahan kosmetik, di Jepang ubur-ubur dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang bisa melindungi pantai dari erosi air laut. Karang dan anemon membentuk taman laut yang menjadi daerah persembunyian dan daerah perkembangbiakan ikan serta sebagai objek liburan
Belum ada Komentar untuk "Kelas Hydrozoa, Scyphozoa, Anthozoa"
Posting Komentar