Klasifikasi Jamur Basidiomycota dan Deuteromycota

1. Basidiomycota 

Jamur yang acap kali kita lihat dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar termasuk dalam kelas Basidiomycota. Ketika ini sudah diketahui kurang lebih 12.000 jenis Basidiomycota dan tidak ada satu malah yang menyebabkan infeksi penyakit pada manusia. Kebanyakan Basidiomycota merupakan saprobe dan parasit pada tumbuhan dan serangga. Beberapa jenis Basidiomycota enak dimakan dan aman, melainkan banyak ditemukan jenis yang mewujudkan racun mikotoksin yang dapat menyebabkan kematian jikalau tergoda. Jamur ini yang sering dibudidayakan dikarenakan memiliki nilai yang ekonomis. 

bukudidik.blogspot.co.id
Basidiomycota jarang sekali untuk melakukan reproduksi aseksual, dan lebihbanyak melakukan reproduksi seksual yang membentuk basidiospora yang kemudian terwujud di luar basidium. Setiap basidium mengandung dua atau empat basidiospora, yang masing-masing memiliki inti satu dan juga haploid. Semua basidiospora berkumpul membentuk tubuh buah yang disebut basidiokarp. Basidiokarp acap kali membentuk struktur seperti batang yang disebut stalk dan seperti payung yang disebut tudung. Hifanya bersepta dengan sel-sel berinti satu dan berkelompok padat membentuk semacam jaringan. Miselium pada Basidiomycota dapat dibedakan menjadi tiga jenis.
a. Miselium primer, yang dihasilkan dari spora yang kemudian baru tumbuh. Mula-mula miselium ini berinti banyak, kemudian terwujud septa yang mengandung satu inti dan haploid.
b. Miselium sekunder, dihasilkan dari plasmogami atau persatuan dua hifa yang bersesuaian. Miselium ini berinti dua yang masing-masing haploid.
c. Miselium tersier, terdiri atas miselium sekunder yang sudah bersatu membentuk semacam jaringan, umpamanya membentuk basidiokarp dan basidiofor.

Beberapa teladan jamur dalam golongan Basidiomycota merupakan sebagai berikut. Figur:
a. Volvariella volvacea (jamur merang), dapat dimakan dan banyak dibudidayakan.
b. Amanita phalloides mewujudkan racun phalin yang berbahaya.
c. Auricularia polytricha dapat dimakan.
d. Puccinia graminis menimbulkan penyakit pada tanaman tebu dan jagung.
e. Ustilago scitamanae merupakan parasit yang berda pada pucuk daun tanaman Graminae.

2. Deuteromycota (Fungi Imperfecti) 

Deuteromycota mencakup jamur yang tingkat reproduksi seksualnya belum diketahui, sehingga disebut jamur tidak total. Dikenal sekitar 15.000 jamur yang semuanya tidak melaksanakan reproduksi seksual. Kebanyakan Deuteromycota memiliki sel banyak yang kemudian membentuk hifa yang tidak bersekat, namun sebagian jenis nya merupakan organisme yang memiliki sel tunggal yang kemudian membentuk pseudomiselium (miselium semu) pada suatu keadaan lingkungan yang lebih menguntungkan. Pada jenis-jenis tertentu ditemukan hifanya bersekat dengan sel yang berinti satu, melainkan kebanyakan berinti banyak. Deuteromycota berkembang biak dengan membentuk spora aseksual lewat fragmentasi dan konidium yang bersel satu atau bersel banyak.


bukudidik.blogspot.co.id


Deuteromycota bukan merupakan golongan jamur yang sesungguhnya karena jikalau suatu jamur sudah diketahui reproduksi seksualnya, akan dimasukkan ke dalam golongan lain yang sesuai dengan tingkat reproduksi seksualnya hal yang demikian. Seumpama Monila sitophila dulu dimasukkan ke dalam Deuteromycota, melainkan sesudah diketahui membentuk askokarp dan peritesium dimasukkan ke dalam golongan Ascomycota.

Kebanyakan Deuteromycota parasit pada tumbuhan, binatang, dan manusia. Berikut ini sebagian teladan Deuteromycota.
a. Alternaria parasit pada tanaman kentang,
b. Fusarium parasit pada tanaman tomat dan kapas.
c. Helminthosporium parasit pada tanaman padi dan jagung.
d. Diplodia parasit pada tanaman jagung
e. Verticillium banyak menyerang benih tanaman.
f. Epidermophyton, Microsporium, dan Trichophyton yang dapat menyebabkan penyakit dermatofitosis (penyakit ini menyerang pada kulit, rambut, dan kuku) pada binatang dan manusia.
tulisan sebelumnya : Perkembangbiakan dan golongan jamur

Belum ada Komentar untuk "Klasifikasi Jamur Basidiomycota dan Deuteromycota"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel