Sistem Organ Peredaran Darah Pada Manusia Beserta Gambarnya

Kali ini bacamas membahas artikel tentang Sistem Organ Peredaran Darah Pada Manusia Beserta Gambarnya. tidak beserta fungsi-fungsinya, semoga artikel ini dapat membantu teman-teman semua, aamiin

Sistem Peredaran Darah 

Sistem sirkulasi darah yaitu sistem yang amat berperan dalam keseluruhan aktifitas tubuh. Via sirkulasi darah zat makanan hasil pencernaan diedarkan ke seluruh tubuh yang memerlukan. Oksigen yang didapatkan dari sistem pernafasan disebarkan via sirkulasi darah dan karbon dioksida pun diangkut oleh sirkulasi darah untuk dikeluarkan via paru-paru. Sisa makanan dan zat-zat yang tak diperlukan tubuh akan dibawa oleh aliran darah ke ginjal dan usus besar untuk dibuang. Bahkan  sistem syaraf pun akan terganggu kerjanya kalau aliran darah ke otak tak mengalir dengan benar.

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/sistem-organ-peredaran-darah-pada.html


Organ Sistem Peredaran Darah 

Meski sistem sirkulasi darah terdapat pada seluruh bagian tubuh, tapi organ utama penyusun sistem sirkulasi darah yaitu darah, jantung, dan pembuluh darah.


Darah

Darah pada manusia terdiri dari plasma darah dan bagian sisanya berupa bagian yang padat, yaitu sel-sel darah atau butir-butir darah. Plasma darah atau cairan darah yaitu bagian cair dari darah yang yaitu 55 % dari bagian darah itu sendiri. Plasma darah, yang terdiri dari air (± 90%), yang mana yang termasuk zat-zat yang terlarut, yaitu sari-sari makanan (glukosa dan asam amino), protein darah, enzim, hormon, antibodi, dan zat sisa metabolisme, serta gasgas (oksigen, karbondioksida, dan nitrogen). 

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/sistem-organ-peredaran-darah-pada.html


Di dalam plasma darah terdapat pula fibrinogen yang bisa berubah menjadi benang-benang fibrin, yang bermanfaat untuk menutup luka. Plasma darah yang telah dipisahkan fibrinogennya dinamakan serum. Cairan darah atau yang disebut plasma darah dapat mengangkut sari-sari makanan yang mana dari usus kemudian ke hati, dan dari hati diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Plasma darah dapat mengangkut sisa-sisa metabolisme yang berupa karbondioksida (yang mana sebagian diangkut oleh darah merah) kembali dari jaringan menuju ke jantung kemudian ke paru-paru. Sisa metabolisme lain berupa zat urea diangkut dari jaringan ke organ pengeluaran, yaitu ginjal. Plasma darah dapat mengangkut hormon dari kelenjar buntu ke seluruh bagian tubuh yang memerlukannya. Plasma darah juga berfungsi sebagai penjaga tekanan osmosis cairan tubuh sebab plasma darah mengandung molekul-molekul protein dan garam garam tertentu.

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/sistem-organ-peredaran-darah-pada.html

Sel-sel darah, terdiri dari 3 yaitu sel darah merah, putih, dan keping darah.  Sel darah merah yaitu bagian terbesar dari sel darah yaitu sekitar 99 %. Sel darah merah berbentuk bikonkaf, yaitu bulat, pipih, tengahnya cekung, kerap kali berada dalam keadaan bertumpukan.

Sel darah putih mempunyai ukuran lebih besar ketimbang sel darah merah, tak berpigmen, dan mempunyai inti yang wujudnya bermacammacam(Gambar 2.23).  Keping darah berbentuk kecil, tak teratur, tak berinti dan berkelompok menyusun kepingan-kepingan di dalam darah.  
http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/sistem-organ-peredaran-darah-pada.html
Sel darah merah selain yaitu penentu kategori darah seseorang juga berfungsi sebagai pengangkut oksigen.  Oksigen diangkut oleh darah dengan sistem diikat oleh hemoglobin. Hemoglobin yang telah mengikat O2 dapat menyebabkan darah menjadi berwarna merah dan yang kemudian disebut sebagai oksihemoglobin. Respons pengikatan O2 oleh hemoglobin terjadi di dalam paru-paru, walaupun pelepasan O2 oleh hemoglobin dijalankan di dalam sel di seluruh tubuh.

Sel darah merah dibentuk oleh sumsum merah pada tulang pipih dan tulang pipa. Ketika bayi dalam kandungan, sel darah merah dibentuk oleh hati dan limpa. Sel darah merah yang telah tua (± berumur 120 hari) akan dirombak di hati dan limpa. Di dalam hati, hemoglobin diubah menjadi zat empedu (bilirubin). Zat besi yang dilepaskan oleh hemoglobin digunakan untuk menyusun sel darah merah baru.

Sel darah putih dibentuk di sumsum merah pada tulang pipih, limpa, dan kelenjar getah bening. Fungsi sel darah putih yaitu untuk membunuh kuman penyakit dalam tubuh dan menyusun antibodi. Fagosit bisa membunuh kuman penyakit dengan sistem \\\"memakannya\\\". Fagosit bisa bergerak seperti Amoeba dan bisa keluar menembus dinding kapiler darah menuju jaringan sekitarnya. Pada jaringan yang luka kerap kali timbul nanah. Nanah terdiri atas sel darah putih yang rusak, kuman yang mati, dan sel jaringan yang rusak.  Limfosit menyerang kuman dengan sistem menyusun antibodi. Antibodi akan bereaksi dengan kuman menyusun gumpalan. Gumpalan itu kemudian akan \\\"dimakan\\\" oleh fagosit. Limfosit juga bisa menciptakan antibodi berupa antitoksin, yang bisa menetralkan racun yang dibuat oleh kuman.

Keping darah dibuat dalam sumsum merah. Dalam 1 mm3 darah terdapat 250.000 keping darah, yang yaitu 0,6 % dari padatan darah. Keping darah berfungsi dalam cara kerja pembekuan darah kalau terjadi luka. Ketika terjadi luka, trombosit mengeluarkan enzim trombokinase yang akan mengubah protrombin menjadi trombin. Trombin akan mengubah protein darah, yaitu fibrinogen, menjadi benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin akan berbentuk seperti jaring-jaring yang kemudian memerangkap sel darah merah sehingga darah akan berhenti mengalir

Belum ada Komentar untuk "Sistem Organ Peredaran Darah Pada Manusia Beserta Gambarnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel