Sistem Peredaran Darah Besar dan Kecil Pada Jantung Beserta Contohnya
Kali ini BACAMAS membahas artikel tentang peredaran darah pada jantung manusia, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua
Peredaran Darah
Peredaran Darah
Kerja cara sirkulasi darah dibatasi oleh jantung, yang memompa darah sehingga dapat beredar ke seluruh tubuh. Pada ketika otot jantung berelaksasi, jantung dalam situasi mengembang, volumenya besar, dan tekanannya kecil. Walhasil, darah dari vena kava (darah kumal dari tubuh), masuk ke dalam serambi kanan, klep AV membuka dan darah terus masuk ke bilik kanan. Sementara itu di belahan jantung yang di sebelah kiri, darah dari pembuluh vena pulmonalis (darah bersih yang dari paru-paru) masuk menuju ke bilik kiri. Pada ketika otot jantung berkontraksi jantung dalam situasi mengerut. Darah yang sudah ada dalam billik kanan dipompa masuk ke arteri pulmonalis. Waktu itu klep AV menutup meskipun klep ke arteri pulmonalis membuka. Di komponen jantung sebelah kiri, darah di dalam bilik kiri dipompa masuk ke aorta. Pada ketika itu, klep AV menutup, meskipun klep ke aorta membuka.

Pada cara sirkulasi darah manusia terdapat dua lintasan sirkulasi darah, yakni sirkulasi darah kecil dan sirkulasi darah besar. Kedua sirkulasi darah ini disebut sirkulasi darah ganda.
Sirkulasi darah kecil disebut juga sirkulasi darah paru-paru. Sirkulasi ini diawali dari darah kumal yang berada di dalam bilik kanan jantung terpompa keluar (ketika jantung berkontraksi), menuju ke arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis yaitu bercabang dua, satu paru-paru kiri dan juga satu paru-paru kanan. Sesampainya di paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dari tubuh kemudian darah mengikat oksigen. Dari paru-paru, darah yang kaya oksigen mengalir ke dalam vena pulmonalis kiri dan kanan. Vena pulmonalis kiri dan kanan kemudian bersatu menjadi vena pulmonalis. Vena pulmonalis masuk ke serambi kiri jantung.
Dibandingkan dengan sirkulasi darah kecil, sirkulasi darah besar lebih luas lintasannya. Pada sirkulasi darah besar, darah wajib menempuh bermacam-macam organ dan komponen tubuh atas maupun bawah. Oleh sebab itu, sirkulasi darah besar disebut pula sirkulasi darah tubuh sebab darah mengalir dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung.
Sirkulasi darah kecil disebut juga sirkulasi darah paru-paru. Sirkulasi ini diawali dari darah kumal yang berada di dalam bilik kanan jantung terpompa keluar (ketika jantung berkontraksi), menuju ke arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis yaitu bercabang dua, satu paru-paru kiri dan juga satu paru-paru kanan. Sesampainya di paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dari tubuh kemudian darah mengikat oksigen. Dari paru-paru, darah yang kaya oksigen mengalir ke dalam vena pulmonalis kiri dan kanan. Vena pulmonalis kiri dan kanan kemudian bersatu menjadi vena pulmonalis. Vena pulmonalis masuk ke serambi kiri jantung.
Dibandingkan dengan sirkulasi darah kecil, sirkulasi darah besar lebih luas lintasannya. Pada sirkulasi darah besar, darah wajib menempuh bermacam-macam organ dan komponen tubuh atas maupun bawah. Oleh sebab itu, sirkulasi darah besar disebut pula sirkulasi darah tubuh sebab darah mengalir dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung.

Darah bersih di dalam bilik kiri jantung dipompa masuk ke dalam aorta. Aorta bercabang menuju ke komponen atas tubuh (kepala dan tangan) dan menuju ke komponen bawah tubuh. Aorta yang menuju ke komponen bawah tubuh ada yang menuju ke hati, usus, lambung, ginjal, anggota tubuh, dan ke jaringan tubuh komponen bawah. Dari organ-organ hal yang demikian, darah akan kembali ke jantung via pembuluh balik (vena). Dekat ke jantung, venavena hal yang demikian bersatu menyusun vena kava posterior dan vena kava anterior. Kemudian masuk ke serambi kiri jantung.
Pada cara sirkulasi darah manusia, antara darah yang bersih yang banyak merngandung oksigen dengan darah kumal yang mengandung sisa metabolisme tak pernah tercampur. Sirkulasi darah berfungsi untuk menjaga agar temperatur tubuh tetap. Komponen tubuh yang sedang aktif bekerja umumnya mengeluarkan panas. Panas ini oleh aliran darah terbawa ke komponen tubuh yang lebih dingin. Dengan demikian, temperatur tubuh manusia konstan (tetap)
Pada cara sirkulasi darah manusia, antara darah yang bersih yang banyak merngandung oksigen dengan darah kumal yang mengandung sisa metabolisme tak pernah tercampur. Sirkulasi darah berfungsi untuk menjaga agar temperatur tubuh tetap. Komponen tubuh yang sedang aktif bekerja umumnya mengeluarkan panas. Panas ini oleh aliran darah terbawa ke komponen tubuh yang lebih dingin. Dengan demikian, temperatur tubuh manusia konstan (tetap)
Belum ada Komentar untuk "Sistem Peredaran Darah Besar dan Kecil Pada Jantung Beserta Contohnya "
Posting Komentar