Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta), Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Biji Tertutup (Angiospermae)
Kali ini kita BACAMAS.COM akan membahas artikel
tentang Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta), BijiTerbuka (Gymnospermae) dan Biji Tertutup (Angiospermae). semoga dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) - Tumbuhan berbiji mempunyai alat perkembangbiakan generatif berupa biji. Oleh sebab itu acap kali disebut tumbuhan kormofita berbiji. Biji diciptakan dari organ bunga sehingga tumbuhan berbiji juga disebut tumbuhan berbunga (Anthophyta). Tumbuhan berbiji dapat dibedakan menjadi dua kategori utama menurut letak bakal bijinya, merupakan Gymnospermae dan Angiospermae.
1. Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)
Kategori tumbuhan ini mempunyai ciri khas bakal bijinya tidak dilindungi oleh satu atau sebagian daun buah. Jadi bakal bijinya nampak dari luar. Gymnospermae merupakan tumbuhan heterospor, merupakan menghasilkan dua ragam spora yang berlainan berupa mikrospora dan megaspora. Mikrospora menghasilkan serbuk sari. Kamu perlu mengetahui bahwa sebagian ragam Gymnospermae menghasilkan sel sperma (serbuk sari) berflagela yang diwarisi dari nenek moyangnya yang hidup di habitat akuatik. Bandingkan dengan tumbuhan lumut dan paku. Megaspora disusun di dalam megasporangium, kemudian berkecambah membentuk gametofit betina. Megasporangium dan gametofit betina ini disebut bakal biji. Sekiranya terjadi pembuahan, akan terwujud embrio yang dilapisi kulit biji. Biji yang diciptakan umumnya mengalami masa istirahat sebelum berkecambah membentuk tumbuhan baru.
Gymnospermae meliputi sebagian kategori tumbuhan purba yang telah punah dan kategori yang masih bertahan hidup hingga kini. Gymnospermae purba seumpama Pteridospermae (tumbuhan seperti paku namun menghasilkan biji), Bnnetittales, dan Cordaitales. Gymnopermae yang masih hidup hingga ketika ini meliputi berbagai tumbuhan yang dikategorikan menjadi 4 divisi merupakan Cycadophyta, Ginkgophyta, Pinophyta, dan Gnetophyta.
4) Orchidaceae
Familia ini benar-benar besar, mencakup sekitar 17.500 jenis yang benar-benar beraneka, namun semuanya merupakan herba tahunan yang tersebar di tempat tropis dan subtropis. Ada yang tumbuh sebagai epifit dan ada yang hidup di tanah, sebagian jenis merupakan parasit sebab tidak mempunyai klorofil. Banyak jenis tumbuhan ini yang dibudidayakan sebagai pewangi (semisal vanili), namun kebanyakan ditanam sebagai tanaman hias.
Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) - Tumbuhan berbiji mempunyai alat perkembangbiakan generatif berupa biji. Oleh sebab itu acap kali disebut tumbuhan kormofita berbiji. Biji diciptakan dari organ bunga sehingga tumbuhan berbiji juga disebut tumbuhan berbunga (Anthophyta). Tumbuhan berbiji dapat dibedakan menjadi dua kategori utama menurut letak bakal bijinya, merupakan Gymnospermae dan Angiospermae.
1. Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)
Kategori tumbuhan ini mempunyai ciri khas bakal bijinya tidak dilindungi oleh satu atau sebagian daun buah. Jadi bakal bijinya nampak dari luar. Gymnospermae merupakan tumbuhan heterospor, merupakan menghasilkan dua ragam spora yang berlainan berupa mikrospora dan megaspora. Mikrospora menghasilkan serbuk sari. Kamu perlu mengetahui bahwa sebagian ragam Gymnospermae menghasilkan sel sperma (serbuk sari) berflagela yang diwarisi dari nenek moyangnya yang hidup di habitat akuatik. Bandingkan dengan tumbuhan lumut dan paku. Megaspora disusun di dalam megasporangium, kemudian berkecambah membentuk gametofit betina. Megasporangium dan gametofit betina ini disebut bakal biji. Sekiranya terjadi pembuahan, akan terwujud embrio yang dilapisi kulit biji. Biji yang diciptakan umumnya mengalami masa istirahat sebelum berkecambah membentuk tumbuhan baru.

Gymnospermae meliputi sebagian kategori tumbuhan purba yang telah punah dan kategori yang masih bertahan hidup hingga kini. Gymnospermae purba seumpama Pteridospermae (tumbuhan seperti paku namun menghasilkan biji), Bnnetittales, dan Cordaitales. Gymnopermae yang masih hidup hingga ketika ini meliputi berbagai tumbuhan yang dikategorikan menjadi 4 divisi merupakan Cycadophyta, Ginkgophyta, Pinophyta, dan Gnetophyta.

a. Cycadophyta
Terdiri dari sekitar 185 spesies. Batangnya tidak bercabang, daun-daun majemuk tertata sebagai tajuk di pucuk batang yang memanjang. Habitus (perawakan) menyerupai pohon palem. Beberapa ragam mempunyai pohon betul-betul pendek, ragam yang lain dapat mencapai tinggi 9 meter, namun kebanyakan tingginya sekitar 2 meter. Seluruh member Cycadophyta berumah dua. Strobilus yang diciptakan berukuran besar namun rata-rata reproduksinya rendah. Penyerbukan acap kali dibantu oleh serangga yang berminat dengan aroma yang diciptakan strobilus jantan dan betina. Beberapa ragam ditanam sebagai tanaman hias. Figur: Zamia sp. dan Cycas rumphii (pakis haji).
Terdiri dari sekitar 185 spesies. Batangnya tidak bercabang, daun-daun majemuk tertata sebagai tajuk di pucuk batang yang memanjang. Habitus (perawakan) menyerupai pohon palem. Beberapa ragam mempunyai pohon betul-betul pendek, ragam yang lain dapat mencapai tinggi 9 meter, namun kebanyakan tingginya sekitar 2 meter. Seluruh member Cycadophyta berumah dua. Strobilus yang diciptakan berukuran besar namun rata-rata reproduksinya rendah. Penyerbukan acap kali dibantu oleh serangga yang berminat dengan aroma yang diciptakan strobilus jantan dan betina. Beberapa ragam ditanam sebagai tanaman hias. Figur: Zamia sp. dan Cycas rumphii (pakis haji).

b. Ginkgophyta
Kategori tumbuhan ini hanya diwakili oleh satu ragam yang masih hidup merupakan Ginkgo biloba. Tumbuhan absah daratan Cina ini merupakan tumbuhan purba yang sukses bertahan hidup hingga ketika ini. Tumbuhan ini dibudidayakan sebagai peneduh atau tanaman hias dan sebagai bahan obat-obatan. Orang Cina memanfaatkan tanaman Ginkgo sebagai obat bronchitis dan asma semenjak ribuan tahun yang lalu. Pohon Ginkgo biloba berukuran besar, dapat mencapai tinggi 30 meter. Daunnya melebar seperti kipas dengan belahan yang seolah-olah membagi daun menjadi dua komponen. Tumbuhan Ginkgo berumah dua, merupakan serbuk sari dan bakal biji diciptakan oleh dua tumbuhan. Biji yang diciptakan sebesar kelereng, keras, berwarna kekuningan, dan beraroma tidak enak.
Kategori tumbuhan ini hanya diwakili oleh satu ragam yang masih hidup merupakan Ginkgo biloba. Tumbuhan absah daratan Cina ini merupakan tumbuhan purba yang sukses bertahan hidup hingga ketika ini. Tumbuhan ini dibudidayakan sebagai peneduh atau tanaman hias dan sebagai bahan obat-obatan. Orang Cina memanfaatkan tanaman Ginkgo sebagai obat bronchitis dan asma semenjak ribuan tahun yang lalu. Pohon Ginkgo biloba berukuran besar, dapat mencapai tinggi 30 meter. Daunnya melebar seperti kipas dengan belahan yang seolah-olah membagi daun menjadi dua komponen. Tumbuhan Ginkgo berumah dua, merupakan serbuk sari dan bakal biji diciptakan oleh dua tumbuhan. Biji yang diciptakan sebesar kelereng, keras, berwarna kekuningan, dan beraroma tidak enak.

c. Pinophyta
Pinophyta merupakan kategori tumbuhan konifer (berdaun jarum), semuanya mempunyai habitus sebagai semak dan pohon. Kategori ini terdiri dari sekitar 550 spesies yang dikategorikan menjadi tujuh famili, yang paling terkenal merupakan Pinaceae (kategori tumbuhan pinus). Pinophyta mempunyai dua ragam strobilus yang berbentuk kerucut, merupakan strobilus jantan menghasilkan serbuk sari dan strobilus betina menghasilkan bakal biji. Strobilus jantan yang berbentuk tunggal atau juga merupakan sebuah kumpulan yang terdiri dari sebagian strobilus, yang mula-mula berukuran kecil, dan kemudian akan mekar selama setengah hari dan dengan seketika layu dan juga gugur setelah serbuk sari yang tersebar. Strobilus yang betina berkayu, memiliki ukuran bervariasi mulai dari 1 - 60 cm. Pada genus Juniperus dan juga Taxus, strobilus betina akan mengalami modifikasi hingga mereka menyerupai buah buni. Beberapa tumbuhan konifer berumah satu, namun banyak pula yang berumah dua. Tumbuhan konifer dimanfaatkan sebagai tanaman hias, penghasil resin, sumber bahan bangunan, bahan baku kertas, batang korek api, dan lain-lain. Figur: Pinus mercusii (pinus), Cupressus, Auraucaria, Agathis alba (damar), Abies balsama (balsam), Sequoia, Juniperus, dan Taxus.
Pinophyta merupakan kategori tumbuhan konifer (berdaun jarum), semuanya mempunyai habitus sebagai semak dan pohon. Kategori ini terdiri dari sekitar 550 spesies yang dikategorikan menjadi tujuh famili, yang paling terkenal merupakan Pinaceae (kategori tumbuhan pinus). Pinophyta mempunyai dua ragam strobilus yang berbentuk kerucut, merupakan strobilus jantan menghasilkan serbuk sari dan strobilus betina menghasilkan bakal biji. Strobilus jantan yang berbentuk tunggal atau juga merupakan sebuah kumpulan yang terdiri dari sebagian strobilus, yang mula-mula berukuran kecil, dan kemudian akan mekar selama setengah hari dan dengan seketika layu dan juga gugur setelah serbuk sari yang tersebar. Strobilus yang betina berkayu, memiliki ukuran bervariasi mulai dari 1 - 60 cm. Pada genus Juniperus dan juga Taxus, strobilus betina akan mengalami modifikasi hingga mereka menyerupai buah buni. Beberapa tumbuhan konifer berumah satu, namun banyak pula yang berumah dua. Tumbuhan konifer dimanfaatkan sebagai tanaman hias, penghasil resin, sumber bahan bangunan, bahan baku kertas, batang korek api, dan lain-lain. Figur: Pinus mercusii (pinus), Cupressus, Auraucaria, Agathis alba (damar), Abies balsama (balsam), Sequoia, Juniperus, dan Taxus.

d. Gnetophyta
Kategori tumbuhan Gnetophyta mempunyai strobilus jantan yang tertata majemuk, daun-daun berhadapan atau berlingkar, dan tidak mempunyai saluran resin. Gnetophyta terdiri dari dua kelas merupakan Ephedraceae dan Gnetaceae. Ephedraceae bentuknya semak dengan tinggi 2 m yang tumbuhnya tegak, atau merambat dengan banyak sekali percabangan. Kebanyakan hidup di daerah tropis dan subtropis di belahan bumi utara, umumnya ditanam sebagai tanaman hias. Figur Ephedra sp dan Welwitschia sp. Gnetaceae mempunyai member satu genus saja merupakan Gnetum yang ragam-jenisnya banyak ditemukan di Indonesia. Ciri khas Gnetaceae merupakan tumbuhan berumah dua, strobilus jantan dan betina tertata berlingkar dalam bentuk bulir. Benang sari tertata dalam spiral, jumlahnya banyak, dan terdapat di bawah lingkaran bakal biji yang mandul. Strobilus betina mempunyai bakal biji tertata dalam lingkaran, bakal biji yang fertil dibungkus oleh dua lapis integumen. Figur Gnetum gnemon (melinjo), G. latifolium, G. macrostachium, dan G. cuspidatum.
2. Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)
Seluruh tumbuhan berbiji tertutup termasuk dalam divisi Magnoliophyta. Bakal biji tumbuhan Angiospermae berlokasi di dalam daun buah, sehingga tidak nampak dari luar. Tumbuhan yang acap kali kamu temui ketika ini sebagian besar termasuk dalam Angiospermae yang meliputi sekitar 235.000 spesies tumbuhan berbunga. Beberapa besar makanan yang kamu konsumsi juga berasal dari tumbuhan ini yang dapat berupa akar seumpama wortel, kangkung, bit, buah-buahan seperti apel, mangga, pisang, pepaya, serta biji-bijian dari kategori tumbuhan Leguminosae dan Graminae.
Divisi Magnoliophyta dibagi menjadi dua kelas menurut jumlah kotiledonnya, merupakan Liliopsida (monokotil) dan Magnoliopsida (dikotil). Liliopsida meliputi sekitar 65.000 spesies, termasuk di dalamnya tumbuhan padi-padian, anggrek, palem, bambu dan lain-lain. Daun, batang, bunga dan akarnya bersifat spesifik. Beberapa besar Liliopsida mempunyai pertulangan daun sejajar, batang dengan berkas pembuluh tersebar, komponen bunga bunga berjumlah 3 atau kelipatannya, dan mempunyai akar serabut.
Kategori tumbuhan Gnetophyta mempunyai strobilus jantan yang tertata majemuk, daun-daun berhadapan atau berlingkar, dan tidak mempunyai saluran resin. Gnetophyta terdiri dari dua kelas merupakan Ephedraceae dan Gnetaceae. Ephedraceae bentuknya semak dengan tinggi 2 m yang tumbuhnya tegak, atau merambat dengan banyak sekali percabangan. Kebanyakan hidup di daerah tropis dan subtropis di belahan bumi utara, umumnya ditanam sebagai tanaman hias. Figur Ephedra sp dan Welwitschia sp. Gnetaceae mempunyai member satu genus saja merupakan Gnetum yang ragam-jenisnya banyak ditemukan di Indonesia. Ciri khas Gnetaceae merupakan tumbuhan berumah dua, strobilus jantan dan betina tertata berlingkar dalam bentuk bulir. Benang sari tertata dalam spiral, jumlahnya banyak, dan terdapat di bawah lingkaran bakal biji yang mandul. Strobilus betina mempunyai bakal biji tertata dalam lingkaran, bakal biji yang fertil dibungkus oleh dua lapis integumen. Figur Gnetum gnemon (melinjo), G. latifolium, G. macrostachium, dan G. cuspidatum.
2. Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)
Seluruh tumbuhan berbiji tertutup termasuk dalam divisi Magnoliophyta. Bakal biji tumbuhan Angiospermae berlokasi di dalam daun buah, sehingga tidak nampak dari luar. Tumbuhan yang acap kali kamu temui ketika ini sebagian besar termasuk dalam Angiospermae yang meliputi sekitar 235.000 spesies tumbuhan berbunga. Beberapa besar makanan yang kamu konsumsi juga berasal dari tumbuhan ini yang dapat berupa akar seumpama wortel, kangkung, bit, buah-buahan seperti apel, mangga, pisang, pepaya, serta biji-bijian dari kategori tumbuhan Leguminosae dan Graminae.
Divisi Magnoliophyta dibagi menjadi dua kelas menurut jumlah kotiledonnya, merupakan Liliopsida (monokotil) dan Magnoliopsida (dikotil). Liliopsida meliputi sekitar 65.000 spesies, termasuk di dalamnya tumbuhan padi-padian, anggrek, palem, bambu dan lain-lain. Daun, batang, bunga dan akarnya bersifat spesifik. Beberapa besar Liliopsida mempunyai pertulangan daun sejajar, batang dengan berkas pembuluh tersebar, komponen bunga bunga berjumlah 3 atau kelipatannya, dan mempunyai akar serabut.

a. Magnoliopsida
Tumbuhan Magnoliopsida berakar tunggang dan tulang daunnya menyirip atau menjari. Batang bercabang-cabang, berkambium, tidak beruas-ruas, komponen bunga berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya. Magnoliopsida merupakan tumbuhan dikotil yang mempunyai biji berkeping dua. Beberapa familia dari Magnoliopsida merupakan sebagai berikut.
1) Magnoliaceae
Tumbuhan Magnoliopsida berakar tunggang dan tulang daunnya menyirip atau menjari. Batang bercabang-cabang, berkambium, tidak beruas-ruas, komponen bunga berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya. Magnoliopsida merupakan tumbuhan dikotil yang mempunyai biji berkeping dua. Beberapa familia dari Magnoliopsida merupakan sebagai berikut.
1) Magnoliaceae

Beranggotakan jenis-jenis yang relatif primitif, yang kapabel bertahan hidup dari zaman dahulu. Beranggotakan sekitar 100 spesies dalam 10 genus. Sebagian jenis akan dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya jenis Magnolia grandiflora (atau cempaka putih), Michelia champaca (atau cempaka kuning-jingga), Michelia figo, dan Liridendron.
2) Cruciferae
Tumbuhan familia ini beranggotakan sekitar 300 jenis yang tersebar luas di semua dunia, merupakan herba semusim, dua musim, atau tahunan. Banyak ditanam sebagai tanaman hias, sayuran, dan obat. Model: Brassica oleracea (kubis), Brasica rugosa (sawi), Raphanus sativus (lobak), Iberis umbellate (tanaman hias), Nasturtium indicum (tempuyung untuk bahan obat), dan Nasturtium officinalis (selada air).
3) Compositae
Compositae merupakan familia terbesar dari tumbuhan bunga, merupakan mempunyai sekitar 20.000 jenis yang kebanyakan berupa herba semusim atau tahunan. Bunganya kecil dan benar-benar rapat, berkelompok menyusun kepala yang padat. Mungkin kamu akan mengira sebagai bunga tunggal. Model Ageratum conyzoides (babandotan), Lactuca sativa (selada), Sonchus arvensis, Chrysanthemum (krisan), beraneka tanaman hias bunga seperti dahlia, aster, gerbera, dan Zinnia sp. (kembang kertas).
2) Cruciferae
Tumbuhan familia ini beranggotakan sekitar 300 jenis yang tersebar luas di semua dunia, merupakan herba semusim, dua musim, atau tahunan. Banyak ditanam sebagai tanaman hias, sayuran, dan obat. Model: Brassica oleracea (kubis), Brasica rugosa (sawi), Raphanus sativus (lobak), Iberis umbellate (tanaman hias), Nasturtium indicum (tempuyung untuk bahan obat), dan Nasturtium officinalis (selada air).
3) Compositae
Compositae merupakan familia terbesar dari tumbuhan bunga, merupakan mempunyai sekitar 20.000 jenis yang kebanyakan berupa herba semusim atau tahunan. Bunganya kecil dan benar-benar rapat, berkelompok menyusun kepala yang padat. Mungkin kamu akan mengira sebagai bunga tunggal. Model Ageratum conyzoides (babandotan), Lactuca sativa (selada), Sonchus arvensis, Chrysanthemum (krisan), beraneka tanaman hias bunga seperti dahlia, aster, gerbera, dan Zinnia sp. (kembang kertas).

4) Leguminosae
Familia Leguminosae merupakan salah satu familia yang terbesar, mencakup 500 genus dan lebih dari 12.000 jenis. Tumbuhan ini dapat berupa herba, semak, liana, dan pohon yang hidup di berbagi lingkungan. Ciri khasnya merupakan mempunyai bunga yang berbentuk kupu-kupu dan buahnya berbentuk polong sehingga kerap kali disebut tumbuhan polong-polongan. Lazimnya ditanam sebagai sumber pangan, tanaman hias, sumber kayu, dan ada yang dimanfaatkan kandungan biji atau resinnya. Sebagian jenis hidup sebagai gulma. Model: Caesalpinia pulcherrima (kembang merak), Bauhinia purpurea, Calliandra brevipes (kaliandra), Casia alata, Leucanea glauca (kemlandingan), Parkia spesiosa (petai), Tamarindus indica (asam), Phaseolus radiatus (kacang hijau), Arachis hypogaea (kacang tanah), dan Glycine max (kedelai).
5) Solanaceae
Familia ini akan beranggotakan sekitar 2 ribu jenis. Bunganya berbentuk terompet, banyak di antaranya merupakan tanaman budidaya yang penting. Model: Solanum tuberosum (kentang), Lycopersicon esculentum (tomat), Capsicum frutescens (cabe), Nicotiana tabacum (tembakau), Datura fastuosa (kecubung), dan Atropa belladonna (akar dan daunnya bahan obat atropin.
6) Rosaceae
Terdiri dari sekitar 300 jenis. Struktur bunganya benar-benar beraneka, mempunyai kelopak dan mahkota berjumlah lima dengan banyak sekali benang sari. Seluruh bagian bunga menempel pada tepi tabung bunga. Banyak ditanam untuk menjadikan buah dan sebagai tanaman hias.
b. Liliopsida
Kelompok tumbuhan Liliopsida mempunyai akar serabut dan tulang daunnya paralel atau melengkung. Batangnya tidak berkambium, tidak bercabang-cabang, namun beruas-ruas. Komponen bunga berjumlah tiga atau kelipatannya. Seluruh Liliopsida merupakan tumbuhan monokotil yang mempunyai biji berkeping satu, mencakup sekitar 50.000 jenis yang dikategorikan menjadi 40 famili. Sebagian jenis mempunyai habitus pohon, namun kebanyakan berupa herba semusim atau tahunan. Batangnya bercabang sedikit atau tidak sama sekali. Daunnya mempunyai pelepah pada pangkalnya, kebanyakan berupa daun tunggal dengan tulang daun yang paralel atau melengkung. Jaringan pembuluh tertata dalam berkas yang tersebar dalam jaringan empulur. Batangnya tidak mempunyai kambium sehingga cuma terjadi pertumbuhan oleh jaringan primer.
1) Liliaceae
Terdiri dari sekitar 3.000 jenis. Bunganya terdiri dari enam bagian hiasan bunga.
2) Palmae
Terdapat ribuan jenis yang menjadi tanaman penting bagi umat manusia. Kebanyakan hidup berupa pohon di tempat tropis dan subtropis. Tumbuhan palma merupakan sumber makanan (teladan kelapa atau Cocos nucifera, kurma atau Phoenix), sumber kayu, serat untuk pakaian, daun untuk atap rumah, penghasil minyak, malam, tepung sagu, sebagai tanaman hias, dan lainnya. Coba kamu sebutkan jenis-jenis yang termasuk familia Palmae yang kamu ketahui.
3) Gramineae
Tercatat sekitar 7.000 jenis yang tersebar di semua bagian Bumi dan tumbuh di beraneka jenis iklim dari tempat tropis hingga kutub. Banyak dari Gramineae yang berkayu (semisal bambu), namun sebagian besar merupakan herba semusim atau tahunan. Daunnya sempit memanjang, pangkal daun membungkus batang, dan kerap kali kali batangnya berongga dan beruas-ruas. Bunga Gramineae benar-benar kecil dan bergerombol dalam bulir. Kamu tentu telah mengenal jenis-jenis tumbuhan ini beserta manfaatnya, coba sebutkan.
Familia Leguminosae merupakan salah satu familia yang terbesar, mencakup 500 genus dan lebih dari 12.000 jenis. Tumbuhan ini dapat berupa herba, semak, liana, dan pohon yang hidup di berbagi lingkungan. Ciri khasnya merupakan mempunyai bunga yang berbentuk kupu-kupu dan buahnya berbentuk polong sehingga kerap kali disebut tumbuhan polong-polongan. Lazimnya ditanam sebagai sumber pangan, tanaman hias, sumber kayu, dan ada yang dimanfaatkan kandungan biji atau resinnya. Sebagian jenis hidup sebagai gulma. Model: Caesalpinia pulcherrima (kembang merak), Bauhinia purpurea, Calliandra brevipes (kaliandra), Casia alata, Leucanea glauca (kemlandingan), Parkia spesiosa (petai), Tamarindus indica (asam), Phaseolus radiatus (kacang hijau), Arachis hypogaea (kacang tanah), dan Glycine max (kedelai).
5) Solanaceae
Familia ini akan beranggotakan sekitar 2 ribu jenis. Bunganya berbentuk terompet, banyak di antaranya merupakan tanaman budidaya yang penting. Model: Solanum tuberosum (kentang), Lycopersicon esculentum (tomat), Capsicum frutescens (cabe), Nicotiana tabacum (tembakau), Datura fastuosa (kecubung), dan Atropa belladonna (akar dan daunnya bahan obat atropin.
6) Rosaceae
Terdiri dari sekitar 300 jenis. Struktur bunganya benar-benar beraneka, mempunyai kelopak dan mahkota berjumlah lima dengan banyak sekali benang sari. Seluruh bagian bunga menempel pada tepi tabung bunga. Banyak ditanam untuk menjadikan buah dan sebagai tanaman hias.
b. Liliopsida
Kelompok tumbuhan Liliopsida mempunyai akar serabut dan tulang daunnya paralel atau melengkung. Batangnya tidak berkambium, tidak bercabang-cabang, namun beruas-ruas. Komponen bunga berjumlah tiga atau kelipatannya. Seluruh Liliopsida merupakan tumbuhan monokotil yang mempunyai biji berkeping satu, mencakup sekitar 50.000 jenis yang dikategorikan menjadi 40 famili. Sebagian jenis mempunyai habitus pohon, namun kebanyakan berupa herba semusim atau tahunan. Batangnya bercabang sedikit atau tidak sama sekali. Daunnya mempunyai pelepah pada pangkalnya, kebanyakan berupa daun tunggal dengan tulang daun yang paralel atau melengkung. Jaringan pembuluh tertata dalam berkas yang tersebar dalam jaringan empulur. Batangnya tidak mempunyai kambium sehingga cuma terjadi pertumbuhan oleh jaringan primer.
1) Liliaceae
Terdiri dari sekitar 3.000 jenis. Bunganya terdiri dari enam bagian hiasan bunga.
2) Palmae
Terdapat ribuan jenis yang menjadi tanaman penting bagi umat manusia. Kebanyakan hidup berupa pohon di tempat tropis dan subtropis. Tumbuhan palma merupakan sumber makanan (teladan kelapa atau Cocos nucifera, kurma atau Phoenix), sumber kayu, serat untuk pakaian, daun untuk atap rumah, penghasil minyak, malam, tepung sagu, sebagai tanaman hias, dan lainnya. Coba kamu sebutkan jenis-jenis yang termasuk familia Palmae yang kamu ketahui.
3) Gramineae
Tercatat sekitar 7.000 jenis yang tersebar di semua bagian Bumi dan tumbuh di beraneka jenis iklim dari tempat tropis hingga kutub. Banyak dari Gramineae yang berkayu (semisal bambu), namun sebagian besar merupakan herba semusim atau tahunan. Daunnya sempit memanjang, pangkal daun membungkus batang, dan kerap kali kali batangnya berongga dan beruas-ruas. Bunga Gramineae benar-benar kecil dan bergerombol dalam bulir. Kamu tentu telah mengenal jenis-jenis tumbuhan ini beserta manfaatnya, coba sebutkan.

4) Orchidaceae
Familia ini benar-benar besar, mencakup sekitar 17.500 jenis yang benar-benar beraneka, namun semuanya merupakan herba tahunan yang tersebar di tempat tropis dan subtropis. Ada yang tumbuh sebagai epifit dan ada yang hidup di tanah, sebagian jenis merupakan parasit sebab tidak mempunyai klorofil. Banyak jenis tumbuhan ini yang dibudidayakan sebagai pewangi (semisal vanili), namun kebanyakan ditanam sebagai tanaman hias.
Belum ada Komentar untuk "Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta), Biji Terbuka (Gymnospermae) dan Biji Tertutup (Angiospermae)"
Posting Komentar