Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga Seperti Pembersih, Pemutih dan Pembasmi Serangga Beserta Contohnya

Kali ini BACAMAS membahas artikel tentang Bahan Kimia Yang Ada Disekitar Lingkungan Kita seperti bahan kimia pembersih, pemutih dan pembasmi serangga yang tidak lepas dari pola kehidupan manusia dijaman globalisasi, semoga pembahasan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua, aamiin

Kesibukan manusia pada dasarnya yaitu aktifitas kimia. Mulai kita makan, minum, mandi, mencuci piring, cuci pakaian malah ketika kita tidur malah kita tidak lepas dari bahan kimia, terutama sekiranya banyak nyamuk disekitar kita dan menganggu nyenyaknya tidur.  Seperti apa sebetulnya bahan kimia yang kita gunakan dalam semua kegiatan kita sehari-hari ? Apakah bahan-bahan yang kita gunakan baik untuk kesehatan kita? Bilamana semua bahan yang kita gunakan malah memperburuk kesehatan kita?

Bahan Kimia Rumah Tangga 

Kehidupan masyarakat modern tidak bisa lepas dari bermacam bahan kimia seperti detergen, sabun mandi, shampoo, pembasmi serangga. Malahan semenjak bayi kita telah mengenal bahan kimia tersebut. Coba kita observasi kegiatan ibu kita di rumah, mungkin dimulai dengan bangun pagi lalu mandi menggunakan sabun mandi dan gosok gigi dengan odol atau sambil mencuci rambut dengan shampoo. Lalu mencuci pakaian dengan detergen dan mencuci piring dengan sabun cuci priring. Tak lupa pakaian diterapkan pewangi dan pelembut. Rumah kita bersihkan dengan pembersih lantai dan pembersih kaca. Malahan untuk kenyamanan tidur, kita menggunakan bermacam bahan kimia untuk mengusir nyamuk dan serangga lainnya.

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/08/bahan-kimia-dalam-rumah-tangga-seperti.html


a. Bahan Pembersih

Umumnya kotoran yang merekat pada kulit, pakaian, atau benda lain yang berupa minyak, lemak, peluh, tanah dan sebagainya. Sifat dari zat pengotor pada biasanya yaitu sukar larut dalam air, sehingga dibutuhkan zat lain untuk membantu melarutkannya, di sinilah fungsi kerja sabun atau detergen dibutuhkan berprofesi sebagai pembantu melarutkannya. 

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/08/bahan-kimia-dalam-rumah-tangga-seperti.html



Sabun bisa membersihkan kotoran karena sabun mengikat kotoran dalam bentuk emulsi. Emulsi terwujud karena sabun memiliki gugus RCOO-  yang kapabel mengikat  kotoran pada ujung non polar dan ujung COO- yang bersifat polar larut dalam air.

Kotoran yang terikat oleh sabun dan sabun yang larut dalam air menyebabkan kotoran beratensi dan lepas dari tempatnya dan larut terbawa air dan sabun. Kotoran yang berbentuk emulsi dengan sabun akan dibuang ketika pembilasan. Suatu kelemahan sabun yaitu tidak bisa larut dalam air sadah (air yang mengandung ion Ca2+ atau Mg2+), karena akan menyusun garam yang tidak larut dalam air.

Untuk menghindari cacat dari sabun ini, pada tahun 1916 Fritz Guther, mencoba mensintesa senyawa variasi lain yang bersifat pembersih seperti sabun yaitu detergen. Detergen bisa mengemulsi kotoran seperti sabun tetapi tidak mengendap bersama ion logam dalam air sadah.

Keuntungan lain penggunaan detergen yaitu kesanggupan pembersihnya jauh lebih kencang dibanding dengan sabun, sehingga akan menghemat waktu dan daya.  Penerapan detergen yang terlampau banyak akan mengganggu terhadap air karena tidak bisa diuraikan oleh organisme air. Di banyak negara industri, sungai dan danau permukaannya telah tertutup busa detergen, sehingga sungai dan danau tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya dan hal itu sangat memprihatinkan. 

b. Bahan Pemutih 

Salah satu bentuk senyawa klor yang diterapkan sebagai pemutih yaitu NaClO. NaClO memiliki kesanggupan untuk mengikat susu atau zat yang biasanya menjadi pengotor. Penerapan pemutih akan berprofesi lebih tepat sasaran sekiranya dalam keadaan suhu yang lebih tinggi, karena akan meningkatkan jumlah tumbukan sehingga respons lebih banyak dan lebih kencang terjadi.  Namun hal yang seharusnya diperhatikan yaitu jangan pernah mencampur bermacam zat pembersih, karena hal itu akan menciptakan respons samping yang menciptakan gas-gas yang beracun seperti gas klor. 

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/08/bahan-kimia-dalam-rumah-tangga-seperti.html

Jika kita menghisap gas klor karenanya kita akan mengalami iritasi pada alat-alat pernafasan kita malah sekiranya dalam bentuk cairan karenanya kulit kita akan terbakar. Beruntung keberadaan gas ini bisa terdeteksi dengan kencang karena warna dan baunya ketika baru berjumlah 3,5 bpj, karena sekiranya telah dalam jumlah 1000 bpj karenanya akan terjadi imbas yang fatal setelah sebagian kali bernapas saja. Untuk menghindari terbentuknya gas beracun ini hindarkan juga dari terkena cahaya matahari. Untuk menggunakan zat pemutih ini sebaiknya baca peringatan yang terdapat pada label zat tersebut.

c. Pembasmi serangga

Bahan kimia pembunuh serangga disebut dengan insektisida.  Bahan insektisida antara lain propoksur, diklorovinil dimetil pospat, dan siazinon. Insektisida tersebut tak jarang kita gunakan untuk pembasmi kecoa, lalat, nyamuk, laba-laba, semut, rayap dan bermacam serangga lain di rumah kita.

Pembasmi serangga yang kita gunakan memiliki bermacam bentuk, bisa berupa cairan yang disemprot atau malah yang dibakar. Malahan ketika ini terdapat dalam bentuk obat nyamuk elektrik.   

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/08/bahan-kimia-dalam-rumah-tangga-seperti.html


Menurut bahan pembuatnya insektisida bisa digolongkan kedalam insektisida organoklor, insektisida organofosfor  dan insektisida karbamat. Insektisida organoklor sekiranya masuk dalam tubuh manusia akan larut dalam selaput lemak yang memutari serat saraf. Akhirnya, bisa menyebabkan penyakit tremor dan sawan. Senyawa organfosfor dan karbonat biasanya kencang terurai (1-10 pekan) menjadi senyawasenyawa yang lebih sederhana. Senyawa organoklor lebih stabil di lingkungan. Waktu yang di perlukan oleh senyawa organoklor untuk menjadi separuhnya yaitu sekitar  2-4 tahun.

Insektisida sebetulnya yaitu racun, sehingga ketika diterapkan bukan hanya serangga yang terpengaruh tetapi juga kita.  Penerapan insektisida memberikan efek samping berupa kekebalan pada serangga yang tidak terbunuh ketika dikenai insektisida.  Akhirnya, generasi serangga berikutnya menjadi kebal terhadap racun tersebut dan malah berkembang lebih kencang.


Belum ada Komentar untuk "Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga Seperti Pembersih, Pemutih dan Pembasmi Serangga Beserta Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel