Perkembangan dan Pertumbuhan Manusia, Tumbuhan dan Binatang Beserta Contohnya
Kali ini BACAMAS.COM membahas
artikel mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia (Anak Bayi hingga Dewasa), Tumbuhan (Kacang-kacangan) dan Hewan (Katak dan Kupu-kupu). Semoga artikel ini dapat membantu teman
teman dalam mempelajari pertumbuhan dan perkembangan pada mahluk hidup.
Bagaimana makhluk hidup dapat tumbuh? Pada makhluk hidup yang hanya terdiri atas satu sel, pertumbuhan diterangkan oleh bertambah besarnya sel hal yang demikian. Pada makhluk hidup yang tertata oleh banyak sel, pertumbuhan disebabkan oleh pertambahan jumlah dan ukuran sel-sel penyusun makhluk hidup hal yang demikian. Penambahan tinggi tumbuhan, penambahan besar diameter tumbuhan, dan penambahan tinggi suatu hewan adalah bukti-bukti bahwa tumbuhan atau hewan hal yang demikian tumbuh. Dapatkah kamu menunjukkan bahwa ada bukti-bukti lain tentang suatu makhluk hidup tumbuh?
Apa yang diperlukan agar makhluk hidup tumbuh?
Untuk pembentukan dan pembesaran sel-selnya, mahluk hidup wajib mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan. Pada hewan dan manusia, bahan-bahan hal yang demikian didapat dengan metode makan. Pada tumbuhan bahan-bahan hal yang demikian didapat lewat fotosintesis dan pengambilan faktor-faktor mineral dari tanah. Untuk membuktikan bahwa pertumbuhan makhluk hidup diberi pengaruh oleh makanan, lakukanlah kegiatan berikut.
Dari tes hal yang demikian, kita ketahui bahwa pupuk betul-betul diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Zat-zat yang dikandung pupuk dipakai bagi pembentuk sel-sel baru dan kelancaran metabolisme tanaman. Tumbuhan membutuhkan sejumlah mineral. Tanaman yang tak diberi pupuk akan kekurangan mineral sehingga pertumbuhannya terganggu maupun agak terhambat.
Makhluk hidup tak hanya tumbuh, makhluk hidup juga mengalami perkembangan. Bila kamu menanam biji tanaman, biji hal yang demikian akan menjadi kecambah. Berikutnya bukan pertambahan ukuran kecambah saja yang terjadi, namun juga perkembangan ke arah bentuk dewasa tanaman hal yang demikian. Misalnya, biji yang kamu tanam adalah biji kacang merah, karenanya setelah berkecambah, yang terjadi bukan hanya pertambahan ukuran kecambah kacang merah saja. Seiring dengan waktu, kecambah akan tumbuh membesar menyusun akar, daun, cabang, dan menghasilkan bunga. Perhatikan Gambar 1.2 berikut.
Pada tingkatan perkembangan kodok, kamu tak dapat mengatakan bahwa seekor berudu yang besar berarti telah dewasa atau sebaliknya, kodok yang kecil berarti belum dewasa. Sebab, sebesar apapun berudu kodok, kamu akan mengatakan bahwa ia masih lebih muda dibandingi seekor kodok yang ukurannya kecil sekalipun. Seekor berudu yang besar tak akan dapat bereproduksi sebab organ- organ kelaminnya belum matang, meskipun kodok yang berukuran kecil mungkin dapat dapat bereproduksi sebab organ kelaminnya telah lebih matang.
Salah satu ciri makhluk hidup yang telah menempuh tahap akhir perkembangannya adalah kematangan organ-organ reproduksi. Kematangan organ reproduksi pada hewan tak terlalu mencolok, namun pada tumbuhan kematangan organ reproduksi dapat dengan gampang dipandang. Munculnya bunga pada tumbuhan adalah pedoman yang betul-betul terang bahwa perkembangan tumbuhan hal yang demikian telah matang. Dengan matangnya organ-organ reproduksi, makhluk hidup dapat bereproduksi untuk menghasilkan keturunan baru.
Mengapa makhluk hidup bereproduksi? Reproduksi adalah salah satu usaha makhluk hidup untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Makhluk hidup yang tak mampu bereproduksi tak akan memiliki keturunan sehingga jika makhluk hidup hal yang demikian mati karenanya tak akan ada lagi yang menggantikannya. Sebaliknya makhluk hidup yang mampu bereproduksi dan menghasilkan keturunan yang banyak akan lebih berpeluang untuk tetap lestari di bumi.
Tahukah kalian sebagian hewan yang telah atau hampir punah? Harimau jawa, badak jawa, gajah sumatra, orang utan, dan banteng adalah sebagian contoh hewan langka yang perlu dilindungi. Binatang-binantang hal yang demikian memiliki masa tumbuhan dan perkembangan yang lama (sebagian tahun). Dari sejak hewan hal yang demikian dilahirkan sampai hewan hal yang demikian dewasa dan mampu berkembang biak membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, jumlah keturunan yang dihasilkan oleh hewan-hewan hal yang demikian juga sedikit. Walhasil, jika ada jenis hewan hal yang demikian yang mati akan sulit tergantikan sebab diperlukan waktu yang lama untuk melahirkan anak.
Cobalah kalian bandingkan dengan nyamuk. Masa pertumbuhan dan perkembangan nyamuk betul-betul singkat (hanya sebagian hari). Dari sejak telur sampai menjadi nyamuk dewasa yang dapat menghasilkan keturunan yang betul-betul banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, sekalipun hampir tiap-tiap hari banyak nyamuk yang mati terbunuh, namun nyamuk tak punah.
Jelaslah sekarang bahwa pertumbuhan dan perkembangan betul-betul mempengaruhi kelestarian suatu makhluk hidup. Semakin pendek masa pertumbuhan dan perkembangan suatu makhluk hidup serta kian banyak jumlah keturunan yang dihasilkannya, makhluk hidup hal yang demikian akan kian dapat mempertahankan kelangsungan keturunannya. Sebaliknya, kian lama masa pertumbuhan dan perkembangan serta kian sedikit jumlah keturunan yang dihasilkan suatu mahkluk hidup, karenanya kian sulit makhluk hidup hal yang demikian mempertahankan kelestariannya.
Pernahkah kamu memperhatikan makhluk hidup yang ada di sekitar rumahmu? Mungkin kamu memiliki tanaman atau hewan peliharaan di rumah. Apakah tanaman atau hewan peliharaanmu bertambah besar? Bertambah besarnya suatu makhluk hidup adalah suatu pedoman bahwa makhluk hidup hal yang demikian tumbuh.
Pada hewan maupun tumbuhan, pertumbuhan dapat ditandai dengan pertambahan tinggi atau bisa juga besar. Jadi, dapat dikatakan bahwa pertumbuhan adalah pelaksanaan bertambahnya ukuran makhluk hidup yang sifatnya tak dapat kembali lagi. Teladan yang lebih terang, coba perhatikan diri kamu sejak dikala kecil dulu sampai sekarang duduk di bangku sekolah. Terdapat perubahan, bukan? Tubuh kamu kian besar dan tinggi.
Pada hewan maupun tumbuhan, pertumbuhan dapat ditandai dengan pertambahan tinggi atau bisa juga besar. Jadi, dapat dikatakan bahwa pertumbuhan adalah pelaksanaan bertambahnya ukuran makhluk hidup yang sifatnya tak dapat kembali lagi. Teladan yang lebih terang, coba perhatikan diri kamu sejak dikala kecil dulu sampai sekarang duduk di bangku sekolah. Terdapat perubahan, bukan? Tubuh kamu kian besar dan tinggi.

Bagaimana makhluk hidup dapat tumbuh? Pada makhluk hidup yang hanya terdiri atas satu sel, pertumbuhan diterangkan oleh bertambah besarnya sel hal yang demikian. Pada makhluk hidup yang tertata oleh banyak sel, pertumbuhan disebabkan oleh pertambahan jumlah dan ukuran sel-sel penyusun makhluk hidup hal yang demikian. Penambahan tinggi tumbuhan, penambahan besar diameter tumbuhan, dan penambahan tinggi suatu hewan adalah bukti-bukti bahwa tumbuhan atau hewan hal yang demikian tumbuh. Dapatkah kamu menunjukkan bahwa ada bukti-bukti lain tentang suatu makhluk hidup tumbuh?
Apa yang diperlukan agar makhluk hidup tumbuh?
Untuk pembentukan dan pembesaran sel-selnya, mahluk hidup wajib mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan. Pada hewan dan manusia, bahan-bahan hal yang demikian didapat dengan metode makan. Pada tumbuhan bahan-bahan hal yang demikian didapat lewat fotosintesis dan pengambilan faktor-faktor mineral dari tanah. Untuk membuktikan bahwa pertumbuhan makhluk hidup diberi pengaruh oleh makanan, lakukanlah kegiatan berikut.

Dari tes hal yang demikian, kita ketahui bahwa pupuk betul-betul diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Zat-zat yang dikandung pupuk dipakai bagi pembentuk sel-sel baru dan kelancaran metabolisme tanaman. Tumbuhan membutuhkan sejumlah mineral. Tanaman yang tak diberi pupuk akan kekurangan mineral sehingga pertumbuhannya terganggu maupun agak terhambat.
Makhluk hidup tak hanya tumbuh, makhluk hidup juga mengalami perkembangan. Bila kamu menanam biji tanaman, biji hal yang demikian akan menjadi kecambah. Berikutnya bukan pertambahan ukuran kecambah saja yang terjadi, namun juga perkembangan ke arah bentuk dewasa tanaman hal yang demikian. Misalnya, biji yang kamu tanam adalah biji kacang merah, karenanya setelah berkecambah, yang terjadi bukan hanya pertambahan ukuran kecambah kacang merah saja. Seiring dengan waktu, kecambah akan tumbuh membesar menyusun akar, daun, cabang, dan menghasilkan bunga. Perhatikan Gambar 1.2 berikut.

Dari penjelasan hal yang demikian dapat disimpulkan, perkembangan adalah pelaksanaan perubahan makhluk hidup dengan pembentukan organ-organ yang mengarah pada kedewasaan. Pada sebagian makhluk hidup, secara khusus makhluk hidup yang mengalami metamorfosis (pelaksanaan perubahan bentuk selama pertumbuhan mahluk hidup sampai menempuh bentuk dewasa) perkembangan yang terjadi dapat dipandang dengan cukup terang. Misalnya, pada kupu-kupu. Perhatikan Gambar 1.3 yang menunjukkan pelaksanaan perkembangan pada kupu-kupu.

Pada kupu-kupu menonjol terang adanya tingkatan-tingkatan perkembangan. Kupu-kupu pada awalnya berasal dari telur, kemudia dia menetas sehingga menjadi ulat (larva). Ulat berubah menjadi kepompong (pupa), kemudian berubah menjadi kupu-kupu. Tiap-tiap tingkatan perkembangan dapat dipandang dengan cukup terang. Jenjang perkembangan yang cukup terang juga dapat dipandang pada perkembangan kodok (Gambar 1.4).

Pada tingkatan perkembangan kodok, kamu tak dapat mengatakan bahwa seekor berudu yang besar berarti telah dewasa atau sebaliknya, kodok yang kecil berarti belum dewasa. Sebab, sebesar apapun berudu kodok, kamu akan mengatakan bahwa ia masih lebih muda dibandingi seekor kodok yang ukurannya kecil sekalipun. Seekor berudu yang besar tak akan dapat bereproduksi sebab organ- organ kelaminnya belum matang, meskipun kodok yang berukuran kecil mungkin dapat dapat bereproduksi sebab organ kelaminnya telah lebih matang.
Salah satu ciri makhluk hidup yang telah menempuh tahap akhir perkembangannya adalah kematangan organ-organ reproduksi. Kematangan organ reproduksi pada hewan tak terlalu mencolok, namun pada tumbuhan kematangan organ reproduksi dapat dengan gampang dipandang. Munculnya bunga pada tumbuhan adalah pedoman yang betul-betul terang bahwa perkembangan tumbuhan hal yang demikian telah matang. Dengan matangnya organ-organ reproduksi, makhluk hidup dapat bereproduksi untuk menghasilkan keturunan baru.
Mengapa makhluk hidup bereproduksi? Reproduksi adalah salah satu usaha makhluk hidup untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Makhluk hidup yang tak mampu bereproduksi tak akan memiliki keturunan sehingga jika makhluk hidup hal yang demikian mati karenanya tak akan ada lagi yang menggantikannya. Sebaliknya makhluk hidup yang mampu bereproduksi dan menghasilkan keturunan yang banyak akan lebih berpeluang untuk tetap lestari di bumi.
Tahukah kalian sebagian hewan yang telah atau hampir punah? Harimau jawa, badak jawa, gajah sumatra, orang utan, dan banteng adalah sebagian contoh hewan langka yang perlu dilindungi. Binatang-binantang hal yang demikian memiliki masa tumbuhan dan perkembangan yang lama (sebagian tahun). Dari sejak hewan hal yang demikian dilahirkan sampai hewan hal yang demikian dewasa dan mampu berkembang biak membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, jumlah keturunan yang dihasilkan oleh hewan-hewan hal yang demikian juga sedikit. Walhasil, jika ada jenis hewan hal yang demikian yang mati akan sulit tergantikan sebab diperlukan waktu yang lama untuk melahirkan anak.
Cobalah kalian bandingkan dengan nyamuk. Masa pertumbuhan dan perkembangan nyamuk betul-betul singkat (hanya sebagian hari). Dari sejak telur sampai menjadi nyamuk dewasa yang dapat menghasilkan keturunan yang betul-betul banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, sekalipun hampir tiap-tiap hari banyak nyamuk yang mati terbunuh, namun nyamuk tak punah.
Jelaslah sekarang bahwa pertumbuhan dan perkembangan betul-betul mempengaruhi kelestarian suatu makhluk hidup. Semakin pendek masa pertumbuhan dan perkembangan suatu makhluk hidup serta kian banyak jumlah keturunan yang dihasilkannya, makhluk hidup hal yang demikian akan kian dapat mempertahankan kelangsungan keturunannya. Sebaliknya, kian lama masa pertumbuhan dan perkembangan serta kian sedikit jumlah keturunan yang dihasilkan suatu mahkluk hidup, karenanya kian sulit makhluk hidup hal yang demikian mempertahankan kelestariannya.
Belum ada Komentar untuk "Perkembangan dan Pertumbuhan Manusia, Tumbuhan dan Binatang Beserta Contohnya"
Posting Komentar