Nutrisi dan Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Bakteri

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Nutrisi dan Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Bakteri. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua

Untuk dapat hidup, bakteri memerlukan nutrisi yang tepat. Semua sel bakteri membutuhkan sumber karbon, nitrogen, belerang, fosfor, garam-garam anorganik , dan sejumlah mikronutrien .

Terdapat dua jenis sumber karbon untuk bakteri, yaitu karbon yang berasal komponen organik dan dari komponen anorganik. Berdasarkan cara memperuntuk mpastian , bakteri dibedpasti menjadi bakteri heterotrof dan autotrof. 

bukudidik.blogspot.co.id

a. Bakteri Heterotrof
Bakteri heterotrof membutuhkan karbon yang asalnya dari komponen organik. Bakteri jenis ini tidak dapat membuat senyawa organik dari substansi anorganik sederhana, jadi selalu hidup juga dengan memperuntuk mpastian dari organisme lain. Kelompok terbesar bakteri heterotrof ialah bakteri saprofit, yaitu bakteri yang memperuntuk zat organik dari penguraian sampah, bangkai, kotoran, dan sebagainya. Pada proses penguraian akan menghasilkan  H2O, energi, dan berbagai mineral. Kelompok bakteri heterotrof yang lain memperuntuk mpastian segera dari organisme lain, disebut bakteri parasit. Bakteri parasit ditemukan pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Bakteri parasit yang menyebabkan penyakit disebut bakteri patogen, misalnya Bacillus antrachis yang menyebabkan penyakit antraks pada sapi. Beberapa jenis bakteri parasit tidak menimbulkan penyakit pada organisme yang ditumpanginya dan disebut bakteri apatogen, misalnya Escherichia coli yang hidup di usus besar manusia.

b. Bakteri Autotrof
Bakteri autotrof dapat menggunpasti karbon anorganik atau karbon dioksida bebas  sebagai sumber karbon. Bakteri jenis ini dapat membuat senyawa organik dari zat-zat anorganik, jadi dapat menyusun mpastian sendiri. Berdasarkan sumber energi yang dipergunpasti untuk mensintesis senyawa organik, bakteri autotrof dibedpasti menjadi bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof.

1) Bakteri fotoautotrof
Bakteri fotautotrof akan gunakan energi cahaya dalam mensintesis senyawa organik yang akan diperlukan untuk proses fotosintesis. Bakteri ini mempunyai klorofil yang disebut bakterioklorofil. Contohnya ialah bakteri sulfur hijau, bakteri sulfur ungu, dan bakteri nonsulfur ungu. Proses fotosintesis pada bakteri dilakukan juga dengan anaerobik dan tidak dihasilkan oksigen.

2) Bakteri kemoautotrof
Bakteri kemoautotrof menggunpasti energi kimia dari oksidasi molekul organik untuk menyusun mpastiannya. Molekul organik yang dapat digunakan untuk bakteri kemoautotrof ialah senyawa nitrogen, belerang, dan besi, atau dari oksidasi gas hidrogen. Dalam prosesnya bakteri ini membutuhkan oksigen. Contohnya ialah bakteri besi, bakteri belerang, dan bakteri nitrogen. 


Selain ketersediaan nutrisi, bakteri juga memerlukan kondisi lingkungan yang memungkinkan untuk tumbuh optimum. Kondisi lingkungan sangat memengaruhi aktivitas dan pertumbuhan bakteri. Berikut ini dijelaskan kumpulan faktor yang memengaruhi pertumbuhan bakteri.

a. Oksigen
Reaksi biokimiawi dalam proses metabolisme memerlukan energi yang dihasilkan melalui respirasi. Dalam respirasi, ada bakteri yang memerlukan oksigen dan ada pula yang tidak memerlukan oksigen. Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen, bakteri dibedpasti menjadi tiga kelompok.

1) Bakteri aerob obligat
Bakteri aerob obligat membutuhkan oksigen bebas saat proses respirasi. Bakteri aerob hanya bisa tumbuh di beberapa tempat seperti tempat yang cukup tersedia oksigennya. Oksigen diperlukan untuk memecah bahan organik  sehingga diperuntuk energi. Bakteri jenis ini menyukai tempat hidup yang dapat berhubungan juga dengan udara bebas. Contohnya ialah Bacillus substilis, Pseudomonas aeruginosa, Mycobacterium tuberculosis, dan Thiobacillus ferooxidans.

2) Bakteri anaerob obligat

Bakteri anaerob obligat tidak memerlukan oksigen bebas untuk mesegerakan proses respirasi. Untuk respirasinya, bakteri jenis ini mempunyai enzim tertentu yang spesifik guna memecah bahan organik  dalam keadaan anarob. Contoh bakteri anaerob obligat ialah Clostridium tetani, Methanobacterium, dan Bacteroides. 

bukudidik.blogspot.co.id


3) Bakteri anaerob fakultatif
Bakteri anaerob fakultatif dapat tumbuh juga dengan baik pada lingkungan juga dengan konsentrasi oksigen yang rendah.

b. Suhu
Laju pertumbuhan bergantung pada reaksi biokimiawi dan reaksi ini dipengaruhi untuk suhu. Dengan demikian pola pertumbuhan bakteri dipengaruhi untuk suhu. Suhu optimum yang dikehendaki bakteri untuk pertumbuhan berbeda-beda. Suhu optimum ialah suhu yang paling baik / sesuai untuk kehidupan suatu jenis bakteri.
Berdasarkan suhu optimumnya, bakteri dibedpasti menjadi tiga kelompok.

1) Bakteri psikrofil, dapat tumbuh pada suhu 0° – 30°C juga dengan suhu optimum 15°C. Contoh bakteri psikrofil ialah Pseudomonas, Flavobacterium, Achromobacter, dan Alcaligenes.

2) Bakteri mesofil, dapat tumbuh pada suhu 25° – 37°C juga dengan suhu optimum 32°C. Umumnya bakteri dengan jenis ini hidupnya di pencernaan. Beberapa jenis bakteri bahkan dapat hidup juga dengan baik pada suhu sekitar 40°C. Semua jenis bakteri yang bersifat patogen pada hewan ialah bakteri mesofil.

3) Bakteri termofil, dapat tumbuh pada daerah yang suhunya tinggi, dapat dari 40°C. Temperatur optimumnya antara 55 – 60°C. Bakteri ini dijumpai pada sumbersumber air panas, kawah gunung berapi, geiser, dan sebagainya. Contoh bakteri termofil ialah Thermus aquaticus, Sulfolobus acidocaldarius, dan Chloroflexus.

c. Kelembapan
Bakteri dapat tumbuh juga dengan baik pada lingkungan yang lembap. Jika keadaan lingkungan menjadi kering, kegiatan metabolismenya terhenti. Dalam keadaan ini bakteri pasti membentuk spora yang dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.




d. Tekanan Osmosis 
Sel bakteri mempunyai tekanan osmosis tertentu, sehingga menghendaki lingkungan yang tekanan osmosisnya sama juga dengan tekanan osmosis sel . Jika sel bakteri berada pada lingkungan yang hipertonis  pertumbuhannya pasti terhambat karena dapat menyebabkan plasmolisis, yaitu terlepasnya membran sel dari dinding sel. Namun demikian kumpulan jenis bakteri diketahui dapat menyesuaikan diri terhadap kadar garam atau kadar gula yang tinggi. Bakteri yang dapat hidup di lingkungan yang berkadar garam tinggi disebut bakteri halofil, misalnya Halobacterium.

e. Derajat Keasaman / pH
Setiap jenis bakteri menginginkan pH tertentu agar dapat tumbuh lebih optimal. Hal ini berkaitan juga dengan batas pH untuk kerja enzim. Derajat keasaman di luar batas nilai optimum menyebabkan keruspasti pada enzim, sehingga metabolisme sel terganggu. Beberapa jenis bakteri dapat hidup juga dengan baik pada pH tinggi  maupun pada pH rendah , namun kebanypasti bakteri memerlukan pH antara 6, 5 – 7, 5. Thiobacillus ferrooxidans dapat tumbuh juga dengan baik pada pH 1, 3.

f. Radiasi
Pada umumnya radiasi cahaya menyebabkan keruspasti pada bakteri nonfotosintetik. Cahaya juga dengan panjang gelombang yang pendek kalau dipaparkan pada bakteri pasti menyebabkan ionisasi komponen sel yang dapat berakibat pada kematian. Oleh karena itu energi radiasi dari sinar X, sinar gamma, dan sinar ultraviolet banyak digunakan untuk sterilisasi bahan mpastian.

g. Senyawa Kimia 
Beberapa bahan kimia yaitu antibiotik atau desinfektan dapat merusak bahkan dapat mematikan sel bakteri, sehingga keberadaan dari bahan kimia tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Belum ada Komentar untuk "Nutrisi dan Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Bakteri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel