Struktur dan Bentuk Bakteri (Eubacteria)

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas artikel tentang Struktur dan Bentuk Bakteri (Eubacteria). Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Eubacteria dan Archaebacteria ialah kelompok organisme mikroskopis uniseluler yang sederhana. Ciri kas kelompok ini ialah selnya belum mempunyai membran nukleus, sehingga kromosomnya tersebar di sitoplasma yang disebut daerah inti. Sel demikian disebut sel prokariot, saat inikan sel-sel yang telah mempunyai membran inti disebut sel eukariot. Masih ingatkah kamu, apakah yang dimaksud kromosom, ADN, inti sel, dan membran inti? Kelompok organisme prokariot ini dalam sistem klasifikasi menurut Copeland  dan Whittaker  disatukan dalam kingdom Monera. Namun sistem klasifikasi yang paling baru yang telah diusulkan oleh ahli mikrobiologi dari Negara Amerika yaitu yang bernama Carl Woese pada tahun 1977 dan tahun 1990 Monera dipisahkan menjadi 2 grup dan ini berdasarkan pada perbedaan struktur di dinding sel dan fisiologinya. Eubacteria meliputi kelompok bakteri dan Cyanobacteria . Sedangkan Archaebacteria yaitu kelompok mikroorganisme yang hidup pada lingkungan yang ekstrim dan juga mempunyai sifat fisiologis, materi genetik, dan komposisi sel yang kadang berbeda dengan bakteri.

Eubacteria  ialah organisme mikroskopis uniseluler  yang paling banyak dijumpai di dunia. Ilmuwan yang meneliti bakteri pertama kali ialah Antoni van Leeuwenhoek pada tahun 1674 menggunpasti mikroskop ciptaannya sendiri. Istilah bakteri diperkenalkan untuk Ehrenberg pada tahun 1828 yaitu dari bahaya Yunani bacterium yang berarti tongkat kecil. Berdasarkan fosil yang telah ditemukan, diduga bakteri telah ada sekitar 3, 2 milyar tahun yang lalu. Ilmu yang mempelajari tentang bakteri disebut bakteriologi yang ialah kepadaan dari mikrobiologi. Bakteri dapat ditemukan hampir di semua tempat, baik di udara, air, tanah, laut, es, sumber air panas, hingga di dasar lautan, bahkan di lingkungan yang nggak memungkinkan untuk organisme lain untuk hidup. Penyebaran yang luas ini disebabkan karena ukurannya kecil, bentuknya sederhana, kemampuan metabolismenya tinggi, dan dapat menggunpasti hampir semua jenis senyawa organik sebagai sumber mpastiannya. 

bukudidik.blogspot.co.id

1. Struktur dan Bentuk Bakteri

 Sel bakteri berukuran sangat kecil dan bentuknya sederhana. Rata-rata panjangnya antara 2 – 10 mikrometer dan diameternya antara 0, 1 – 2 mikrometer. Sel bakteri ialah sel prokariotik  yang dilingkupi untuk membran sel dan dinding sel yang kaku. Beberapa jenis bakteri mempunyai flagella dan pili pada permukaan selnya.

a.  Bentuk Bakteri

Secara umum terdapat tiga bentuk bakteri yaitu bentuk lurus seperti batang yang disebut basil, bentuk lonjong atau bola disebut kokus, dan bentuk panjang dan lengkung seperti spiral yang disebut spirilum. Saat sel bakteri membelah, terkadang sel anak yang dihasilkannya tetap melekat menjadi 1 dengan yang lainnya sehingga muncul kumpulan tipe penataan sel seperti berantai, atau seperti filamen. Penataan ini khas untuk setiap jenis bakteri dan penting untuk proses identifikasi. 

bukudidik.blogspot.co.id

1) Basil
Sel bakteri basil berbentuk silindris seperti batang. Ujung sel bervariasi seperti persegi, bundar, meruncing, dan sebagainya. Pola penataan sel bakteri bentuk basil ialah sebagai berikut.

  a) Monobasilus, yaitu cuma terdiri atas 1 bakteri yang memiliki bentuk basil yang hidup soliter.
  b) Diplobasilus, yaitu bakteri basil yang hidup berpasangan dua-dua.
  c) Streptobasilus, yaitu bakteri basil yang hidup berkoloni memanjang membentuk rantai.

2) Kokus
Sel bakteri kokus berbentuk seperti bola, yang memiliki kumpulan pola penataan.

 a) Monokokus, adalah bakteri yang hanya terdiri dari 1 bakteri yang berbentuk kokus yang hidup sendiri.
 b) Diplokokus, adalah bakteri kokus yang hidup secara berpasangan 2-2 dan yang saling melekat.
 c) Tetrakokus, adalah bakteri kokus yang hidup scara berkelompok dan pada setiap kelompok terdiri dari 4 sel dan yang saling melekat.
 d) Streptokokus, yaitu bakteri kokus yang hidup berkoloni saling berikatan memanjang seperti rantai. 
 e) Sarkina, yaitu bakteri kokus yang hidup berkelompok dan saling berikatan juga dengan penataan seperti kubus
f) Stafilokokus, yaitu bakteri kokus yang hidup berkelompok juga dengan pola penataan yang nggak teratur, atau menyerupai gerombolan buah anggur.

3) Spirilum Bakteri spirilum berbentuk panjang dan lengkung menyerupai spiral, berkelok, atau melengkung. Biasanya bakteri bentuk ini hidup soliter, nggak membentuk koloni. Meskipun bentuk dasarnya sama, tiap jenis bakteri spirilum mempunyai perbedaan dalam hal panjang, jumlah lekukan, panjang lekukan, dan kerapatan lekukan.

b. Flagela dan Pili


Beberapa jenis bakteri mempunyai flagela yang kecil, kaku, dan berpilin yang dapat digunakan untuk berpindah tempat juga dengan gerpasti berenang. Flagela bakteri panjangnya berkisar antara 3 – 12 nanometer, juga dengan diameter antara 10 – 20 nanometer. Tidak semua bakteri mempunyai flagela, umumnya hanya bakteri bentuk basil dan spirilum yang memilikinya. Berdasarkan letak flagelanya, bakteri dibedpasti menjadi 5 kelompok. 
bukudidik.blogspot.co.id


1) Atrik, yaitu bakteri yang nggak mempunyai flagela.
2) Monotrik, yaitu bakteri yang mempunyai satu buah flagela.
3) Lofotrik, yaitu bakteri yang mempunyai sekelompok flagela pada salah satu ujung sel.
4) Amfitrik, yaitu bakteri yang mempunyai flagela pada dua ujung sel, baik flagela tunggal maupun berkelompok pada setiap ujung selnya.
5) Peritrik, yaitu bakteri yang seluruh permukaan sel dikelilingi untuk flagela.

Beberapa bakteri, misalnya Escherichia coli dan Neisseria gonorrhoeae mempunyai bentuk seperti flagela pendek dan lurus yang disebut pili. Pili  berukuran dapat pendek dari flagela, panjangnya hanya kumpulan mikrometer juga dengan diameter yang dapat kecil dan bentuk yang dapat lurus dibandingkan flagela. Pili umumnya hanya ditemukan pada bakteri gram negatif. Pili dapat berguna sebagai alat bantu pada bakteri untuk menempel di permukaan, juga pelekatannya pada beberapa jaringan hewan ataupun tumbuhan yang sedang ditempeli. Pada sel-sel bakteri yang melakukan konjugasi , pertukaran ADN antara dua sel terjadi melalui pili khusus yang disebut pili seks.

c. Kapsul

Beberapa jenis bakteri seperti Penumococcus  selnya dikelilingi untuk lapisan lendir kental yang disebut kapsul. Ketebalan kapsul sanagt bervariasi mulai dari yang sangat tipis hingga yang sangat tebal. Kapsul dibuat di dalam sitoplasma dan dikeluarkan melewati dinding sel. Kapsul biasanya tersusun atas polimer karbohidrat sederhana. Selain sebagai pelindung kapsul juga berfungsi sebagai cadangan mpastian. Pada bakteri patogen seperti Streptococcus pneumoniae, kapsul berhubungan juga dengan sifat patogenitasnya. Bakteri yang kehilangan kapsulnya pasti kehilangan kemampuan untuk menginfeksi.


d. Dinding Sel
Sel bakteri dibatasi untuk membran sitoplasma dan dinding sel. Dinding sel bakteri berbeda juga juga dengan dinding sel tumbuhan, karena tidak mengandung selulosa dan susunannya dapat rumit. Tebal dinding sel bakteri pada umumnya sekitar antara 10 sampai 35 nanometer. Adanya dinding sel dapat membuat bentuk sel bakteri selalu tetap. Dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan atau mukopeptida, yaitu polisakarida yang berikatan juga juga dengan protein. Bakteri gram positif dinding selnya cukup tebal, terdiri dari satu lapis yang banyak mengandung peptidoglikan dan asam tekoat. Bakteri gram negatif dinding selnya dapat tipis, terdiri atas 3 lapis juga juga dengan lapisan tengah berupa peptidoglikan dan tidak mengandung asam tekoat.

e. Struktur Sel
Berbatasan juga juga dengan dinding sel terdapat membran sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat kumpulan organel yang penting untuk kehidupan sel bakteri.
1) Membran sitoplasma Membran sitoplasma berperan penting dalam proses transportasi zat dan tempat untuk bersegeranya reaksireaksi biokimiawi untuk sel. Membran sel terdiri atas protein dan juga lemak sama halnya dengan membran sel eukariotik. Pada tempat-tempat tertentu pada membran sitoplasma terdapat tonjolan-tonjolan ke dalam membentuk struktur yang disebut mesosom. Adanya mesosom tentu memperluas permukaan sel sebelah dalam. Pada mesosom terdapat banyak enzim, sehingga diperkirtentu menjadi tempat pembentukan energi untuk bakteri. Mesosom juga berperan dalam sintesis dinding sel dan pembelahan sel.

2) Sitoplasma Sitoplasma ialah tempat bersegeranya reaksi biokimiawi dalam metabolisme sel. Sitoplasma tersusun atas koloid yang berisi nutrien, inklusi, ribosom, enzim, dan ADN. Inklusi ialah suatu kantong yang dibatasi membran serupa juga juga dengan membran sitoplasma yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil metabolisme. Terdapat kumpulan jenis inklusi, misalnya inklusi yang berisi glikogen, volutin , dan lemak. Ribosom ialah tempat untuk sintesa protein. Ribosom pada bakteri ukurannya dapat kecil daripada ribosom sel eukariotik dan tipe ARN-ribosomnya juga berbeda. Kerja ribosom bakteri dapat gampang dihambat untuk antibiotik dibandingkan ribosom sel eukariotik. ADN bakteri ialah materi genetik yang berbentuk sirkuler, terdiri dari dua utas polinukleotida yang berpilin, terletak di tengah sel yang disebut daerah nukleus  /  daerah inti yang tidak dibatasi membran inti.

3) Spora dan Kista Beberapa jenis bakteri menghasilkan spora, baik di luar sel maupun di dalam sel . Spora ialah sel bakteri yang dorman yang terbentuk karena kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Spora ini tahan terhadap radiasi sinar ultraviolet, panas, dan kekeringan dan tahan terhadap bahan kimiawi seperti desinfektan. Jika kondisi lingkungan telah sesuai, spora tentu berkecambah dan menghasilkan sel bakteri seperti sel asalnya. Contoh bakteri yang menghasilkan endospora ialah Bacillus dan Clostridium. Pada Azotobacter dan Bdellovibrio bila keadaan lingkungan tidak menguntungkan, sel membentuk dinding yang dapat tebal dan menjadi dorman. Struktur seperti ini disebut kista.

Belum ada Komentar untuk "Struktur dan Bentuk Bakteri (Eubacteria)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel