Penjelasan Filum Arthropoda dan Kelasnya Beserta Klasifikasinya Ciri-cirinya
Pada artikel kali ini kita membahas penjelasan filum arthropoda dan kelasnya beserta klasifikasinya ciri-cirinya . semoga dapat bermanfaat bagi kita semua
Klasifikasi Kingdom Animalia
Klasifikasi Kingdom Animalia - Hewan dikelompokkan menjadi dua kategori besar yaitu Invertebrata dan Vertebrata. Invertebrata mencakup binatang-binatang yang belum memiliki tulang belakang yaitu terdiri dari filum Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Vertebrata yaitu binatang yang sudah memiliki tulang belakang yang dimasukkan dalam filum Chordata mencakup Chondrichthyes, Osteinchthyes, Amfibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.
Arthropoda berasal dari kata arthros (sendi atau ruas) dan podos (kaki) yang berarti binatang dengan kaki yang bersendi atau beruas-ruas. Arthropoda yaitu filum terbesar dalam kingdom Animalia. Diperkirakan terdapat sekitar 1.000.000 ragam Arthropoda yang berarti 75% dari spesies binatang yang ada di Bumi yaitu Arthropoda. Arthropoda menghuni hampir semua habitat baik di air laut, air tawar, dan daratan. Tubuh Arthropoda beruas-ruas yang bisa dibedakan atas kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Bentuk tubuh dari arthropoda yaitu simetri bilateral yang dilapisi oleh rangka luar (disebut eksoskeleton) dari kitin. Arthropoda bisa mengalami ekdisis atau pergantian kulit.
Klasifikasi Kingdom Animalia
Klasifikasi Kingdom Animalia - Hewan dikelompokkan menjadi dua kategori besar yaitu Invertebrata dan Vertebrata. Invertebrata mencakup binatang-binatang yang belum memiliki tulang belakang yaitu terdiri dari filum Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Vertebrata yaitu binatang yang sudah memiliki tulang belakang yang dimasukkan dalam filum Chordata mencakup Chondrichthyes, Osteinchthyes, Amfibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.
Arthropoda berasal dari kata arthros (sendi atau ruas) dan podos (kaki) yang berarti binatang dengan kaki yang bersendi atau beruas-ruas. Arthropoda yaitu filum terbesar dalam kingdom Animalia. Diperkirakan terdapat sekitar 1.000.000 ragam Arthropoda yang berarti 75% dari spesies binatang yang ada di Bumi yaitu Arthropoda. Arthropoda menghuni hampir semua habitat baik di air laut, air tawar, dan daratan. Tubuh Arthropoda beruas-ruas yang bisa dibedakan atas kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Bentuk tubuh dari arthropoda yaitu simetri bilateral yang dilapisi oleh rangka luar (disebut eksoskeleton) dari kitin. Arthropoda bisa mengalami ekdisis atau pergantian kulit.

Arthropoda memiliki metode pencernaan yang sudah total. Metode peredaran darah terbuka dengan jantung berlokasi di tempat dorsal (punggung). Arthropoda yang hidup di air bernapas dengan insang, walaupun yang hidup di darat bernapas dengan trakea, paru-paru buku, atau semua permukaan tubuh. Metode sarafnya berupa saraf tangga tali. Pada bagian kepala terdapat sebagian indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal (oselus) dan mata majemuk (mata faset), alat pendengaran, dan statosit (alat keseimbangan pada Crustacea). Alat ekskresi berupa saluran malpigi yang bermuara pada usus. Reproduksinya secara seksual dengan alat reproduksi terpisah (ada binatang jantan dan betina) dengan fertilisasi dikerjakan secara internal. Sebagian ragam serangga mengerjakan partenogenesis.

a. Crustacea Crustacea yaitu binatang akuatik yang hidup di air laut, air tawar, dan tempat yang lembab. Ukurannya bervariasi dari mikroskopis (penyusun zooplankton) hingga yang berukuran besar seperti kepiting. Tubuh Crustacea beruasruas terdiri atas kepala dan dada menyatu disebut sefalotoraks dan abdomen (perut). Pada bagian kepala terdapat sebagian alat, yaitu dua pasang antena, satu pasang mandibula (rahang atas), satu pasang maksila (rahang bawah), dan satu pasang maksiliped. Maksila dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut. Pada tiap-tiap ruas terdapat satu pasang kaki untuk berajalan dan berenang.

Alat pencernaan terdiri dari mulut yang berlokasi pada bagian anterior, esofagus, lambung, usus, dan anus yang berlokasi di bagian posterior. Metode saraf berupa saraf tangga tali. Ganglion otak terkait dengan alat indera yaitu antena, statosit (alat keseimbangan), dan mata majemuk (faset) yang bertangkai. Metode peredaran darahnya terbuka. Darah tak berwarna sebab tak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin. Pada umumnya Crustacea bernapas dengan insang selain Crustacea tingkat rendah mengaplikasikan semua permukaan tubuhnya untuk pertukaran gas. Reproduksi secara seksual, alat kelamin umumnya terpisah selain pada sebagian Crustacea tingkat rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga dan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal.
Selama pertumbuhan, Crustasea mengalami sebagian kali ekdisis atau pergantian kulit. Udang sanggup mengerjakan autotomi yaitu pemutusan sebagian anggota tubuhnya untuk menghadapi predator. Dari kaki yang dilepaskan tersebut akan tumbuh kembali lewat progres regenerasi. Crustacea dikelompokkan menjadi dua subkelas yaitu :
1) Subkelas Entomostraca
Adalah kategori udang tingkat rendah yang kebanyakan menyusun zooplankton di perairan. Hewan ini dikelompokkan menjadi empat ordo.
Selama pertumbuhan, Crustasea mengalami sebagian kali ekdisis atau pergantian kulit. Udang sanggup mengerjakan autotomi yaitu pemutusan sebagian anggota tubuhnya untuk menghadapi predator. Dari kaki yang dilepaskan tersebut akan tumbuh kembali lewat progres regenerasi. Crustacea dikelompokkan menjadi dua subkelas yaitu :
1) Subkelas Entomostraca
Adalah kategori udang tingkat rendah yang kebanyakan menyusun zooplankton di perairan. Hewan ini dikelompokkan menjadi empat ordo.

a) Branchiopoda, tubuhnya transparan dan kerap kali disebut kutu air. Adalah salah satu penyusun zooplankton. Contoh Daphnia pulex, Notostraca, dan Asellus aquaticus
b) Ostracoda, hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan bisa bergerak dengan antena. Contoh Penella dan Candona suburdana.
c) Copecoda, hidup di air laut dan air tawar, dan yaitu plankton dan parasit, memiliki segmentasi tubuhnya yang terang. Contoh Argulus indicus, Penella, dan Cyclops.
d) Cirripedia, tubuh seperti kerang, kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram, hidup di laut melekat pada substrat, ada yang hidup bebas dan ada yang bersifat parasit. Contoh Bernakel dan Sacculina. Bernakel hidup melekat pada dasar kapal dan tiangtiang yang terpancang atau mengapung di laut.
e) Branchiura, hidup di air laut dan air tawar sebagai parasit pada binatang air atau hidup bebas. Contoh Argulus yang yaitu parasit pada ikan.
2) Subkelas Malacostraca
Malacostraca mencakup bermacam-macam ragam udang tingkat tinggi yang hidup di laut, di air tawar, dan di darat. Tubuh terdiri dari sefalotoraks (kepala dan dada menyatu) dan juga perut (abdomen). Hewan ini dikelompokkan dalam tiga ordo.
b) Ostracoda, hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan bisa bergerak dengan antena. Contoh Penella dan Candona suburdana.
c) Copecoda, hidup di air laut dan air tawar, dan yaitu plankton dan parasit, memiliki segmentasi tubuhnya yang terang. Contoh Argulus indicus, Penella, dan Cyclops.
d) Cirripedia, tubuh seperti kerang, kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram, hidup di laut melekat pada substrat, ada yang hidup bebas dan ada yang bersifat parasit. Contoh Bernakel dan Sacculina. Bernakel hidup melekat pada dasar kapal dan tiangtiang yang terpancang atau mengapung di laut.
e) Branchiura, hidup di air laut dan air tawar sebagai parasit pada binatang air atau hidup bebas. Contoh Argulus yang yaitu parasit pada ikan.
2) Subkelas Malacostraca
Malacostraca mencakup bermacam-macam ragam udang tingkat tinggi yang hidup di laut, di air tawar, dan di darat. Tubuh terdiri dari sefalotoraks (kepala dan dada menyatu) dan juga perut (abdomen). Hewan ini dikelompokkan dalam tiga ordo.

a) Isopoda, tubuh pipih dorsoventral, memiliki kaki yang berukuran sama, hidup di darat, air tawar, dan air laut. Misalnya yaitu Oniscus asellus dan Limnoria lignorum, keduanya yaitu pengerek kayu sehingga bersifat merugikan.
b) Stomatopoda, hidup di laut, format tubuh seperti belalang sembah dengan warna yang mencolok. Komponen kepala dilindungi karapaks yang dilengkapi dengan alat gerak, mata, dan antena. Misalnya yaitu Squilla empusa (udang belalang).
c) Decapoda, mencakup kategori Crustacea berkaki sepuluh yaitu udang dan ketam/kepiting. Ada yang hidup di air tawar dan sebagian ragam hidup di laut. Kepala dan dada menyatu (disebut sefalotoraks) yang ditutupi oleh yang bernama karapaks. Udang berperan penting bagi kehidupan manusia yaitu sebagai sumber makanan yang kaya protein. Misalnya yaitu Penacus setiferus (udang windu), Cambarus virilis (udang air tawar), Panulirus versicolor (udang karang), Portunus sexdentatus (kepiting), Neptunus peligicus (rajungan), Scylla serrata (kepiting), dan Birgus latro (ketam kenari).
b. Arachnida Arachnida mencakup kalajengking, laba-laba, dan tungau atau caplak (arachne = laba-laba). Hidupnya di darat, kebanyakan bersifat parasit yang merugikan manusia, binatang, dan tumbuhan. Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut (abdomen). Pada bagian kepala-dada terdapat empat pasang kaki. Pada kepala terdapat sebagian pasang mata tunggal dan dua pasang mulut yaitu kelisera dan pedipalpus.
Alat pernapasan berupa trakea dan paru-paru buku. Alat pencernaan lengkap dari mulut hingga anus. Alat ekskresi berupa saluran malpigi. Metode saraf berupa tangga tali dengan ganglion otak dan saraf ventral menyusun pasangan ganglia yang menjulur ke semua tubuh. Reproduksi secara seksual, alat kelamin jantan dan betina terpisah dan pembuahan secara internal. Arachnida dikelompokkan menjadi tiga ordo yaitu :
b) Stomatopoda, hidup di laut, format tubuh seperti belalang sembah dengan warna yang mencolok. Komponen kepala dilindungi karapaks yang dilengkapi dengan alat gerak, mata, dan antena. Misalnya yaitu Squilla empusa (udang belalang).
c) Decapoda, mencakup kategori Crustacea berkaki sepuluh yaitu udang dan ketam/kepiting. Ada yang hidup di air tawar dan sebagian ragam hidup di laut. Kepala dan dada menyatu (disebut sefalotoraks) yang ditutupi oleh yang bernama karapaks. Udang berperan penting bagi kehidupan manusia yaitu sebagai sumber makanan yang kaya protein. Misalnya yaitu Penacus setiferus (udang windu), Cambarus virilis (udang air tawar), Panulirus versicolor (udang karang), Portunus sexdentatus (kepiting), Neptunus peligicus (rajungan), Scylla serrata (kepiting), dan Birgus latro (ketam kenari).
b. Arachnida Arachnida mencakup kalajengking, laba-laba, dan tungau atau caplak (arachne = laba-laba). Hidupnya di darat, kebanyakan bersifat parasit yang merugikan manusia, binatang, dan tumbuhan. Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut (abdomen). Pada bagian kepala-dada terdapat empat pasang kaki. Pada kepala terdapat sebagian pasang mata tunggal dan dua pasang mulut yaitu kelisera dan pedipalpus.
Alat pernapasan berupa trakea dan paru-paru buku. Alat pencernaan lengkap dari mulut hingga anus. Alat ekskresi berupa saluran malpigi. Metode saraf berupa tangga tali dengan ganglion otak dan saraf ventral menyusun pasangan ganglia yang menjulur ke semua tubuh. Reproduksi secara seksual, alat kelamin jantan dan betina terpisah dan pembuahan secara internal. Arachnida dikelompokkan menjadi tiga ordo yaitu :
1) Scorpionida, meliputi berjenis-jenis tipe kala, mempunyai perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri (alat penyengat), pedipalpus berukuran besar seperti catut dan kelisera berukuran kecil. Umpamanya Buthus sp. (ketonggeng) dan Centrurus sp. (kalajengking)
2) Araneae, meliputi berjenis-jenis tipe laba-laba, umumnya perut tidak beruas-ruas. Di dekat dubur terdapat spineret adalah alat untuk mengeluarkan benang yang diterapkan untuk membikin jaring atau sarang dan kokon. Umpamanya antara lain Rhechostica hentz (tarantula), Nephila maculata (laba-laba), Latrodectes natans, dan Laxosceles reclusa (laba-laba beracun).
c. Acarina, meliputi berjenis-jenis tipe tungau dan caplak yang umumnya bersifat parasit. Tubuh acarina berukuran kecil dan juga tidak beruas, abdomen akan bersatu dengan sefalotoraks, dan juga tidak memiliki alat pernapasan khusus. Umpamanya Ododectes cynotis (tungau kudis telinga pada kucing dan anjing) Sarcoptes scabies (caplak kudis), Dermacentor sp. (capak mamalia), Boophilus annulatus (caplak sapi), dan Tarsomenus sp.
(hama tanaman Solanaceae).
c. Myriapoda
Tubuh Myriapoda terdiri dari kepala dan perut (tidak terdapat dada), beruas-ruas, dan pada setiap ruas terdapat sepasang atau dua pasang kaki. Hidup di darat terpenting di tempat-tempat yang banyak mengandung humus atau sisasisa bahan organik. Pada kepala terdapat mulut, dua buah mata tunggal (oselus), dan sepasang antena.
2) Araneae, meliputi berjenis-jenis tipe laba-laba, umumnya perut tidak beruas-ruas. Di dekat dubur terdapat spineret adalah alat untuk mengeluarkan benang yang diterapkan untuk membikin jaring atau sarang dan kokon. Umpamanya antara lain Rhechostica hentz (tarantula), Nephila maculata (laba-laba), Latrodectes natans, dan Laxosceles reclusa (laba-laba beracun).
c. Acarina, meliputi berjenis-jenis tipe tungau dan caplak yang umumnya bersifat parasit. Tubuh acarina berukuran kecil dan juga tidak beruas, abdomen akan bersatu dengan sefalotoraks, dan juga tidak memiliki alat pernapasan khusus. Umpamanya Ododectes cynotis (tungau kudis telinga pada kucing dan anjing) Sarcoptes scabies (caplak kudis), Dermacentor sp. (capak mamalia), Boophilus annulatus (caplak sapi), dan Tarsomenus sp.
(hama tanaman Solanaceae).
c. Myriapoda
Tubuh Myriapoda terdiri dari kepala dan perut (tidak terdapat dada), beruas-ruas, dan pada setiap ruas terdapat sepasang atau dua pasang kaki. Hidup di darat terpenting di tempat-tempat yang banyak mengandung humus atau sisasisa bahan organik. Pada kepala terdapat mulut, dua buah mata tunggal (oselus), dan sepasang antena.

Myriapoda mempunyai susunan saraf tangga tali. Metode pernapasan berupa trakea yang dilengkapi spirakel pada setiap ruas tubuh sebagai tempat keluar masuknya udara. Mencakup peredaran darahnya terbuka. Reproduksi secara seksual dengan bertelor, alat kelamin jantan dan betina terpisah. Myriapoda dibagi menjadi dua kelas adalah Chilopoda dan Diplopoda.
1) Kelas Chilopoda
Umpamanya binatang berkaki seratus (sentipeda). Tubuh pipih memanjang terdiri atas kepala dan badan, beruas-ruas (15 – 173 ruas) dan setiap ruas mempunyai satu pasang kaki, kecuali ruas di belakang kepala dan dua segmen terakhir. Pada ruas di belakang kepalanya ada sepasang alat maksiliped yang dapat menghasilkan racun agar dapat membunuh mangsa. Pada komponen kepala terdapat sepasang antena panjang, dua kategori mata tunggal, dan mulut. Metode pencernaan makanannya lengkap dari mulut sampai dubur. Metode eksresi berupa dua buah saluran malpigi. Metode respirasi berupa trakea yang bercabang-cabang ke seluruh komponen tubuh dengan lubang trakea terdapat pada seluruh ruas. Reproduksi secara seksual dengan pembuahan internal dan menghasilkan telor yang acap kali diletakkan di bawah batu-batuan.
Chilopoda mempunyai rahang yang kuat dan beracun untuk memangsa binatang-binatang kecil. Umpamanya adalah Scolopendra morsitans (lipan) dan Lithobius forficatus (kelabang).
2) Kelas Diplopoda
Diplopoda meliputi binatang berkaki seribu (milipeda). Tubuh berbentuk bulat panjang (silindris) dan beruasruas (25 – 100 segmen), terdiri atas kepala dan badan. Pada setiap ruas ada dua pasang kaki dan tidak memiliki maksiliped. Pada binatang jantan, dua buah kaki pada ruas ke tujuh mengalami modifikasi sebagai alat kopulasi. Pada kepala terdapat mulut, sepasang antena yang pendek, dan dua mata tunggal yang simpel. Gerakannya betul-betul lambat dan ada yang dapat menggulung sekiranya dalam keadaan bahaya. hidup di tempat lembab dan gelap yang banyak mengandung sisa-sisa tumbuhan yang sudah membusuk sebagai makanannya. Metode pernapasan berupa trakea yang tidak bercabang-cabang. Metode peredaran darah Diplopoda berupa suatu jantung pembuluh. Metode eksresinya berupa dua buah saluran malpigi. Reproduksi secara seksual dan alat kelamin terpisah yang menghasilkan telor. Julus nomerensis (kaki seribu).
d. Insecta
Insecta meliputi berjenis-jenis tipe serangga, disebut juga heksapoda yang berarti binatang berkaki enam. kelas terbesar dalam filum Arthropoda, diperkirakan terdapat lebih dari 900.000 tipe yang terbagi dalam 25 ordo. Habitat serangga adalah di darat dan di air tawar.
Tubuh insecta dapat dibedakan dengan jelas antara kepalanya, dadanya, dan juga perutnya. Pada kepala terdapat satu pasang mata faset (mata majemuk), mata tunggal (oselus), satu pasang antena sebagai alat peraba, dan mulut. Mulut serangga berkembang menjadi beberapa tipe pantas dengan metode makannya, adalah tipe mulut pengunyah, pengisap, tipe pengisap dan penjilat, dan tipe pengisap dan penusuk. Pada mulut terdapat rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), bibir atas (labrum), dan bibir bawah (labium)
Bagian dada terdiri atas tiga ruas ialah protoraks, mesotoraks, dan metatoraks. Pada tiap ruas terdapat sepasang kaki yang beruas. Lazimnya memiliki sayap yang terletak pada segmen dada kedua (mesotoraks) dan ketiga (metatoraks). Perut terdiri dari sekitar 11 ruas, ruas terakhir mengalami modifikasi menjadi ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telur. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran timfani.
Alat pencernaan total, terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, dan anus. Cara syaraf tangga tali yang terdiri atas ganglion-ganglion di tiap ruas. Alat pernapasan berupa trakea yang bercabang-cabang ke semua komponen tubuh. Trakea bermuara pada spirakel atau ostium. Cara peredaran darah terbuka, jantung memiliki aorta tetapi tak memiliki pembuluh kapiler dan vena. Reproduksi secara seksual, alat kelamin terpisah, dan pembuahan internal. Selama pertumbuhannya, biasanya serangga mengalami perubahan bentuk yang disebut metamorfosis. Serangga yang tak mengalami metamorfosis disebut ametabola misalnya kutu buku. Serangga yang mengalami metamorfosis total (telur – larva – pupa – imago) disebut homometabola misalnya kupu-kupu. Sedangkan serangga yang mengalami metamorfosis tak total (telur – nimfa – imago) disebut hemimetabola.
Berdasarkan variasi sayap, variasi mulut, dan metamorfisnya, serangga dibedakan menjadi dua subkelas ialah Apterygota dan Pterygota.
1) Kelas Chilopoda
Umpamanya binatang berkaki seratus (sentipeda). Tubuh pipih memanjang terdiri atas kepala dan badan, beruas-ruas (15 – 173 ruas) dan setiap ruas mempunyai satu pasang kaki, kecuali ruas di belakang kepala dan dua segmen terakhir. Pada ruas di belakang kepalanya ada sepasang alat maksiliped yang dapat menghasilkan racun agar dapat membunuh mangsa. Pada komponen kepala terdapat sepasang antena panjang, dua kategori mata tunggal, dan mulut. Metode pencernaan makanannya lengkap dari mulut sampai dubur. Metode eksresi berupa dua buah saluran malpigi. Metode respirasi berupa trakea yang bercabang-cabang ke seluruh komponen tubuh dengan lubang trakea terdapat pada seluruh ruas. Reproduksi secara seksual dengan pembuahan internal dan menghasilkan telor yang acap kali diletakkan di bawah batu-batuan.
Chilopoda mempunyai rahang yang kuat dan beracun untuk memangsa binatang-binatang kecil. Umpamanya adalah Scolopendra morsitans (lipan) dan Lithobius forficatus (kelabang).
2) Kelas Diplopoda
Diplopoda meliputi binatang berkaki seribu (milipeda). Tubuh berbentuk bulat panjang (silindris) dan beruasruas (25 – 100 segmen), terdiri atas kepala dan badan. Pada setiap ruas ada dua pasang kaki dan tidak memiliki maksiliped. Pada binatang jantan, dua buah kaki pada ruas ke tujuh mengalami modifikasi sebagai alat kopulasi. Pada kepala terdapat mulut, sepasang antena yang pendek, dan dua mata tunggal yang simpel. Gerakannya betul-betul lambat dan ada yang dapat menggulung sekiranya dalam keadaan bahaya. hidup di tempat lembab dan gelap yang banyak mengandung sisa-sisa tumbuhan yang sudah membusuk sebagai makanannya. Metode pernapasan berupa trakea yang tidak bercabang-cabang. Metode peredaran darah Diplopoda berupa suatu jantung pembuluh. Metode eksresinya berupa dua buah saluran malpigi. Reproduksi secara seksual dan alat kelamin terpisah yang menghasilkan telor. Julus nomerensis (kaki seribu).
d. Insecta
Insecta meliputi berjenis-jenis tipe serangga, disebut juga heksapoda yang berarti binatang berkaki enam. kelas terbesar dalam filum Arthropoda, diperkirakan terdapat lebih dari 900.000 tipe yang terbagi dalam 25 ordo. Habitat serangga adalah di darat dan di air tawar.
Tubuh insecta dapat dibedakan dengan jelas antara kepalanya, dadanya, dan juga perutnya. Pada kepala terdapat satu pasang mata faset (mata majemuk), mata tunggal (oselus), satu pasang antena sebagai alat peraba, dan mulut. Mulut serangga berkembang menjadi beberapa tipe pantas dengan metode makannya, adalah tipe mulut pengunyah, pengisap, tipe pengisap dan penjilat, dan tipe pengisap dan penusuk. Pada mulut terdapat rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), bibir atas (labrum), dan bibir bawah (labium)
Bagian dada terdiri atas tiga ruas ialah protoraks, mesotoraks, dan metatoraks. Pada tiap ruas terdapat sepasang kaki yang beruas. Lazimnya memiliki sayap yang terletak pada segmen dada kedua (mesotoraks) dan ketiga (metatoraks). Perut terdiri dari sekitar 11 ruas, ruas terakhir mengalami modifikasi menjadi ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telur. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran timfani.
Alat pencernaan total, terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, dan anus. Cara syaraf tangga tali yang terdiri atas ganglion-ganglion di tiap ruas. Alat pernapasan berupa trakea yang bercabang-cabang ke semua komponen tubuh. Trakea bermuara pada spirakel atau ostium. Cara peredaran darah terbuka, jantung memiliki aorta tetapi tak memiliki pembuluh kapiler dan vena. Reproduksi secara seksual, alat kelamin terpisah, dan pembuahan internal. Selama pertumbuhannya, biasanya serangga mengalami perubahan bentuk yang disebut metamorfosis. Serangga yang tak mengalami metamorfosis disebut ametabola misalnya kutu buku. Serangga yang mengalami metamorfosis total (telur – larva – pupa – imago) disebut homometabola misalnya kupu-kupu. Sedangkan serangga yang mengalami metamorfosis tak total (telur – nimfa – imago) disebut hemimetabola.
Berdasarkan variasi sayap, variasi mulut, dan metamorfisnya, serangga dibedakan menjadi dua subkelas ialah Apterygota dan Pterygota.

1) Subkelas Apterygota
Mencakup golongan serangga ametabola dan hemimetabola yang dibagi menjadi beberapa ordo.
a) Archyptera atau Isoptera, metamorfosis tak total, memiliki satu pasang sayap tipis yang hampir sama formatnya. Mulut bertipe menggigit. Model Reticulitermis flavipes dan Helanithermis (rayap). Rayap membantu menghancurkan sisa-sisa tumbuhan sehingga kerap kali merusak bangunan yang terbuat dari kayu. Pada rayap terjadi polimorfisme ialah terdapat beragam-variasi bentuk sesuai dengan tugasnya masing-masing dalam koloninya, ialah ratu (rayap betina fertil), raja (rayap jantan fertil), prajurit (menjaga sarang dan koloni), dan pekerja (mencari makan dan merawat sarang). Rayap pekerja dan prajurit bersifat steril.
b) Orthoptera, memiliki satu pasang sayap lurus, sayap depan lebih tebal disebut perkamen yang mengandung zat tanduk, sayap belakang berupa membran yang tipis seperti selaput. Jenis mulutnya menggigit. Binatang jantan bisa menciptakan bunyi dengan menggesekkan tungkai belakang dengan ujung sayap depan untuk menarik betina atau mengusir kompetitornya. Binatang betinanya memiliki ovipositor pendek untuk meletakkan telur.
c) Odonata, memiliki dua pasang sayap, variasi mulut mengunyah, bersifat karnivora, metamorfosis tak total, pada kepala terdapat sepasang mata majemuk yang besar dan antena pendek. Pada waktu masih berupa larva hidup di air yang bernafas dengan insang. Umpamanya Aeshna sp. (capung) dan Epiophlebia sp. (capung besar).
d) Hemiptera, memiliki dua pasang sayap, sayap depan tebal sebab mengandung zat tanduk dan sepasang lagi seperti selaput terlipat di bawah sayap depan, variasi mulut menusuk dan mengisap dan metamorfosisnya tak total.
e) Homoptera, memiliki dua pasang sayap (sayap depan dan sayap belakang) yang sama formatnya, variasi mulut menusuk atau mengisap, metamorfosis tak total. Kebanyakan hidup sebagai hama tanaman. Model Nephotetix apicalis (wereng hijau), Dundubia manifera (tonggeret), Nilaparvata lugens (wereng cokelat), dan Aphid sp. (kutu daun).
2) Subkelas Pterygota
Pterygota mencakup golongan serangga bersayap yang mengalami metamorfosis total (holometabola). Urutan metamorfosisnya ialah telur – larva – pupa – imago. Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, golongan ini dibagi menjadi beberapa ordo sebagai berikut.
a) Neuroptera, memiliki dua pasang sayap tipis yang urat-uratnya berbentuk seperti jala, dan variasi mulut menggigit. Model Myrmeleon frontalis (undur-undur) dan Chysopa sp.
b) Lepidoptera, memiliki 2 pasang sayap yang dilapisi sisik halus, metamorfosis total, terdapat dua variasi pupa ialah pupa mumi (pupa kelihatan dari luar) dan pupa kokon (pupa terlindung kokon), dan variasi mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang bisa dijulurkan. Ordo Lepidoptera dibagi menjadi dua subordo ialah Rhapalocera dan Heterocera.
– Rhapalocera, mencakup beragam variasi kupu-kupu, dikala hinggap sayapnya ditekuk. Umpamanya Attacus atlas (kupu-kupu gajah), Erlonata thrax (hama daun pisang), dan Papilio memnon (kupukupu pastur).
– Heterocera, mencakup beragam variasi ngengat yang aktif pada malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar. Model Bombyx mori (ulat sutra), Agrotis ipsilon (ulat tanah), dan Plusia signata.
c) Diptera, memiliki dua pasang sayap, sepasang sayap depan berfungsi untuk terbang dan sepasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter. Anggota Diptera mengalami metamorfosis total. Jenis mulut ada menjilat atau menusuk dan mengisap, pada beberapa variasi mulut berbentuk seperti belalai disebut probosis. Diptera mencakup beragam variasi lalat dan nyamuk, misalnya ialah Drossophyla melanogaster (lalat buah), Musca domestica (lalat rumah), nyamuk Culex natigans, nyamuk Anopheles sp, dan nyamuk Aedes aegypti.
d) Coleoptera, memiliki dua pasang sayap, sayap depan tebal dan keras sebab mengandung zat tanduk yang disebut dengan elitra, sayap belakang tipis seperti selaput, mengalami metamorfosis total, dan memiliki variasi mulut menggigit. Mencakup beragam variasi kumbang, misalnya ialah Oryctes rhinoceros (kumbang kelapa), Lampyris sp. (kunang-kunang), Calandra oryzae (kumbang beras), dan Calasoma sp. (kumbang air buas).
e) Siphonoptera, tak memiliki sayap, tubuhnya pipih, kaki amat kuat yang berguna untuk meloncat, variasi mulut menusuk dan mengisap, metamorfosis total, dan segmentasi tubuh tak terang (batas antara kepala, dada, dan perut tak terang). Mencakup beragam variasi pinjal, misalnya ialah Pubex irritans (pinjal manusia), Ctenocephalus canis (pinjal anjing), dan Xenopsylla cheopis (pinjal pada tikus bisa menularkan penyakit pes).
f) Hymenoptera, memiliki dua pasang sayap yang tipis seperti selaput, sayap depan lebih besar dari sayap belakang, variasi mulut menggigit dan mengisap atau menggigit saja, tubuh bersegmen dan segmen terakhir mengalami modifikasi menjadi alat penyengat. Mencakup beragam variasi semut dan lebah, misalnya Apis indica, Apis mellifera (lebah madu), Monomorium sp. (semut hitam), Xylocopa nobilis (kumbang pengisap madu yang kerap kali melubangi kayu bangunan rumah sebagai sarang). Lebah hidup berkoloni/kelompok dan juga terdapat pembagian tugas antara lebah ratu (yaitu lebah betina fertil), raja (yaitu lebah jantan yang berkembang mulai dari telur tanpa dibuahi atau disebut partenogenesis), dan lebah pekerja (yaitu lebah steril, yang bertugas mengumpulkan makanan yang berupa madu dan juga polen serta menjaga sarang).
Mencakup golongan serangga ametabola dan hemimetabola yang dibagi menjadi beberapa ordo.
a) Archyptera atau Isoptera, metamorfosis tak total, memiliki satu pasang sayap tipis yang hampir sama formatnya. Mulut bertipe menggigit. Model Reticulitermis flavipes dan Helanithermis (rayap). Rayap membantu menghancurkan sisa-sisa tumbuhan sehingga kerap kali merusak bangunan yang terbuat dari kayu. Pada rayap terjadi polimorfisme ialah terdapat beragam-variasi bentuk sesuai dengan tugasnya masing-masing dalam koloninya, ialah ratu (rayap betina fertil), raja (rayap jantan fertil), prajurit (menjaga sarang dan koloni), dan pekerja (mencari makan dan merawat sarang). Rayap pekerja dan prajurit bersifat steril.
b) Orthoptera, memiliki satu pasang sayap lurus, sayap depan lebih tebal disebut perkamen yang mengandung zat tanduk, sayap belakang berupa membran yang tipis seperti selaput. Jenis mulutnya menggigit. Binatang jantan bisa menciptakan bunyi dengan menggesekkan tungkai belakang dengan ujung sayap depan untuk menarik betina atau mengusir kompetitornya. Binatang betinanya memiliki ovipositor pendek untuk meletakkan telur.
c) Odonata, memiliki dua pasang sayap, variasi mulut mengunyah, bersifat karnivora, metamorfosis tak total, pada kepala terdapat sepasang mata majemuk yang besar dan antena pendek. Pada waktu masih berupa larva hidup di air yang bernafas dengan insang. Umpamanya Aeshna sp. (capung) dan Epiophlebia sp. (capung besar).
d) Hemiptera, memiliki dua pasang sayap, sayap depan tebal sebab mengandung zat tanduk dan sepasang lagi seperti selaput terlipat di bawah sayap depan, variasi mulut menusuk dan mengisap dan metamorfosisnya tak total.
e) Homoptera, memiliki dua pasang sayap (sayap depan dan sayap belakang) yang sama formatnya, variasi mulut menusuk atau mengisap, metamorfosis tak total. Kebanyakan hidup sebagai hama tanaman. Model Nephotetix apicalis (wereng hijau), Dundubia manifera (tonggeret), Nilaparvata lugens (wereng cokelat), dan Aphid sp. (kutu daun).
2) Subkelas Pterygota
Pterygota mencakup golongan serangga bersayap yang mengalami metamorfosis total (holometabola). Urutan metamorfosisnya ialah telur – larva – pupa – imago. Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, golongan ini dibagi menjadi beberapa ordo sebagai berikut.
a) Neuroptera, memiliki dua pasang sayap tipis yang urat-uratnya berbentuk seperti jala, dan variasi mulut menggigit. Model Myrmeleon frontalis (undur-undur) dan Chysopa sp.
b) Lepidoptera, memiliki 2 pasang sayap yang dilapisi sisik halus, metamorfosis total, terdapat dua variasi pupa ialah pupa mumi (pupa kelihatan dari luar) dan pupa kokon (pupa terlindung kokon), dan variasi mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang bisa dijulurkan. Ordo Lepidoptera dibagi menjadi dua subordo ialah Rhapalocera dan Heterocera.
– Rhapalocera, mencakup beragam variasi kupu-kupu, dikala hinggap sayapnya ditekuk. Umpamanya Attacus atlas (kupu-kupu gajah), Erlonata thrax (hama daun pisang), dan Papilio memnon (kupukupu pastur).
– Heterocera, mencakup beragam variasi ngengat yang aktif pada malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar. Model Bombyx mori (ulat sutra), Agrotis ipsilon (ulat tanah), dan Plusia signata.
c) Diptera, memiliki dua pasang sayap, sepasang sayap depan berfungsi untuk terbang dan sepasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter. Anggota Diptera mengalami metamorfosis total. Jenis mulut ada menjilat atau menusuk dan mengisap, pada beberapa variasi mulut berbentuk seperti belalai disebut probosis. Diptera mencakup beragam variasi lalat dan nyamuk, misalnya ialah Drossophyla melanogaster (lalat buah), Musca domestica (lalat rumah), nyamuk Culex natigans, nyamuk Anopheles sp, dan nyamuk Aedes aegypti.
d) Coleoptera, memiliki dua pasang sayap, sayap depan tebal dan keras sebab mengandung zat tanduk yang disebut dengan elitra, sayap belakang tipis seperti selaput, mengalami metamorfosis total, dan memiliki variasi mulut menggigit. Mencakup beragam variasi kumbang, misalnya ialah Oryctes rhinoceros (kumbang kelapa), Lampyris sp. (kunang-kunang), Calandra oryzae (kumbang beras), dan Calasoma sp. (kumbang air buas).
e) Siphonoptera, tak memiliki sayap, tubuhnya pipih, kaki amat kuat yang berguna untuk meloncat, variasi mulut menusuk dan mengisap, metamorfosis total, dan segmentasi tubuh tak terang (batas antara kepala, dada, dan perut tak terang). Mencakup beragam variasi pinjal, misalnya ialah Pubex irritans (pinjal manusia), Ctenocephalus canis (pinjal anjing), dan Xenopsylla cheopis (pinjal pada tikus bisa menularkan penyakit pes).
f) Hymenoptera, memiliki dua pasang sayap yang tipis seperti selaput, sayap depan lebih besar dari sayap belakang, variasi mulut menggigit dan mengisap atau menggigit saja, tubuh bersegmen dan segmen terakhir mengalami modifikasi menjadi alat penyengat. Mencakup beragam variasi semut dan lebah, misalnya Apis indica, Apis mellifera (lebah madu), Monomorium sp. (semut hitam), Xylocopa nobilis (kumbang pengisap madu yang kerap kali melubangi kayu bangunan rumah sebagai sarang). Lebah hidup berkoloni/kelompok dan juga terdapat pembagian tugas antara lebah ratu (yaitu lebah betina fertil), raja (yaitu lebah jantan yang berkembang mulai dari telur tanpa dibuahi atau disebut partenogenesis), dan lebah pekerja (yaitu lebah steril, yang bertugas mengumpulkan makanan yang berupa madu dan juga polen serta menjaga sarang).
Belum ada Komentar untuk "Penjelasan Filum Arthropoda dan Kelasnya Beserta Klasifikasinya Ciri-cirinya"
Posting Komentar