Klasifikasi Kingdom Animalia Lengkap Filum dan Kelas Mollusca

Pada artikel kali ini kita membahas satu per satu klasifikasi kingdom animalia yaitu Filum Mollusca  . semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Kategori Kingdom Animalia - Binatang digolongankan menjadi dua klasifikasi besar merupakan Invertebrata dan Vertebrata. Invertebrata mencakup hewan-hewan yang belum memiliki tulang belakang merupakan terdiri dari filum Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Vertebrata merupakan hewan yang telah memiliki tulang belakang yang dimasukkan dalam filum Chordata mencakup Chondrichthyes, Osteinchthyes, Amfibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.

Filum Mollusca 

Mollusca berasal dari bahasa Latin mollus (lunak) yang berarti hewan lunak dan tidak memiliki ruas. Tubuhnya bersifat tripoblastik selomata,dan memiliki simetri bilateral. Lazimnya memiliki mantel yang dapat menyusun cangkok dari kalsium karbonat, namun sebagian macam tidak memiliki cangkok seumpama cumi-cumi, sotong, gurita, dan siput telanjang.

Mollusca memiliki sistem otot untuk bergerak atau menutup cangkok. Alat pencernaannya komplit mulai dari mulut yang memiliki radula (lidah parut) sampai dengan anus yang terbuka di tempat rongga mantel serta memiliki kelenjar pencernaan yang berkembang baik. Cara peredaran darah terbuka kecuali pada kelas Cephalopoda. Mollusca umumnya memiliki satu buah atau sepasang insang untuk bernafas, namun Mollusca yang hidup di darat mengaplikasikan paru-paru untuk bernafas. Alat ekskresi berupa ginjal. Cara syaraf terdiri atas tiga pasang ganglion merupakan ganglion cerebral, ganglion visceral dan ganglion pedal yang ketiganya dikaitkan oleh tali-tali syaraf longitudinal. Alat reproduksi umumnya terpisah atau bersatu dengan pembuahan internal atau eksternal.


http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/klasifikasi-kingdom-animalia-lengkap_7.html


Beberapa macam Mollusca dimanfaatkan sebagai bahan makanan seperti kerang, cumi-cumi, dan siput. Tipe kerang mutiara dikenal sebagai penghasil mutiara untuk perhiasan. Beberapa macam Mollusca merugikan manusia seumpama siput, keong mas, dan bekicot sebab memakan tanaman budidaya. Teredo navalis yang hidup di laut acap kali menyebabkan rusaknya kayu pada galangan kapal. Beberapa macam siput seumpama Lymnea merupakan inang perantara daur hidup cacing hati yang parasit pada manusia.

Berdasarkan simetri tubuh, struktur kaki, cangkok, mantel, insang, dan sistem syaraf Mollusca dibagi menjadi lima kelas, merupakan kelas Gastropoda, Cephalopoda, Bivalvia atau Pelecypoda atau Lamellibranchyata, Amphineura, dan Scaphopoda.

a. Gastropoda 

Gastropoda berasal dari bahasa Yunani gastros (perut) dan poda (kaki) yang berarti hewan lunak yang mengaplikasikan perut sebagai kaki untuk berjalan. Gerakan Gastropoda dihasilkan dari kontraksi-kontraksi otot yang menyusun gelombang dari belakang menjalar ke depan. Kaki bagian depan memiliki kelenjar yang menghasilkan lendir untuk mempermudah berjalan, sehingga kau dengan gampang dapat menemukan jejak Gastropoda.

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/klasifikasi-kingdom-animalia-lengkap_7.html


Gastropoda merupakan kelas Mollusca yang paling besar, mencakup sekitar 50.000 spesies yang sebagian telah menjadi fosil. Gastropoda hidup di laut, air tawar, dan di darat. Beberapa besar memiliki cangkok berbentuk kerucut terpilin atau spiral. Gastropoda yang tidak memiliki cangkok acap kali disebut siput telanjang (vaginula). Wujud tubuhnya simetri bilateral yang mengalami modifikasi layak dengan wujud cangkok.

Pada bagian kepala terdapat dua pasang tentakel. Pada sepasang tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk membedakan gelap dan terang. Sepasang tentakel pendek yang memiliki fungsi sebagai indra peraba dan juga pemciuman. Cara pencernaan komplit dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Mulut Gastropoda dilengkapi dengan rahang dari zat tanduk dan terdapat lidah parut atau radula dengan gigi-gigi kecil dari kitin. Gastropoda umumnya merupakan hewan herbivor yang memakan daun tumbuh-tumbuhan.

Gastropoda yang hidup di darat bernafas mengaplikasikan paru-paru, meskipun yang hidup di air bernafas dengan insang. Alat ekskresi berupa nefridia (ginjal) yang berlokasi dekat jantung dengan saluran uretra bermuara di dekat anus. Cara peredaran darahnya terbuka dengan jantung terdiri dari sebuah serambi dan sebuah bilik. Cara syaraf terdiri ganglion otak, ganglion visceral, dan ganglion kaki. Ketiga ganglion utama ini dikaitkan oleh tali syaraf longitudinal yang terkait dengan syaraf transversal ke seluruh bagian tubuh. Gastropoda ada yang memiliki sifat hermafrodit dan juga ada yang memiliki kelamin terpisah. Pada macam yang hermafrodit, alat reproduksi jantan dan betina bergabung disebut ovotestes, namun tidak sanggup melakukan pembuahan sendiri.

Beberapa figur Gastropoda merupakan Achatina fulica (bekicot), Lymnea javanica (siput air tawar), Teredo navalis (hidup di laut), Melania testudinaria (sumpil) dan Lymnea trunculata (siput perantara penyakit fasiolosis).

b. Kelas Chepalopoda 

Chepalopoda berasal dari kata chepale (kepala) dan poda (kaki) yang berarti hewan yang memiliki kaki di bagian kepala. Cephalopoda hidup di laut, umumnya tidak memiliki cangkok, kecuali Nautillus sp. Kaki umumnya mengalami modifikasi menjadi tentakel yang berfungsi sebagai tangan untuk menangkap makanan.

Model Chepalopoda merupakan Loligo fulii (cumi-cumi). Cumicumi memiliki 10 kaki yang mengalami modifikasi menjadi tentakel yang terdiri dari 2 tentakel panjang dan 8 tentakel pendek. Tubuhnya dapat dibedakan atas kepala, leher, dan badan. Pada kepala terdapat mata yang tidak berkelopak berfungsi sebagai alat penglihatan. Pada bagian leher terdapat sifon atau cerobong penyemprot yang berotot, berfungsi sebagai alat gerak ke arah belakang. Untuk bergerak maju cumi-cumi mengaplikasikan sirip dan tentakelnya.


http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/klasifikasi-kingdom-animalia-lengkap_7.html


Cumi-cumi memiliki mantel yang membungkus tubuhnya. Pada bagian perut terdapat cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin. Cairan tinta ini berfungsi untuk melindungi diri ketika dalam kondisi bahaya merupakan dengan menyemprotkan tinta sehingga air menjadi keruh. Kulit cumi-cumi juga dapat berubah warna layak dengan tempatnya sebab memiliki zat kromatofora.

Alat pencernaan makanan terdiri atas mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus, dan anus serta dilengkapi dengan kelenjar pencernaan merupakan kelenjar air liur, hati, dan pankreas.

Cara peredaran darahnya ganda dan tertutup, bernafas dengan insang, alat ekskresi berupa nefridia (ginjal) yang berbentuk segitiga berwarna putih. Cara syaraf berupa tujuh ganglion di tempat kepala merupakan ganglion serebral, ganglion pedal, ganglion visceral, ganglion suprabukalis, ganglion intrabukalis, ganglion stelata, dan ganglion optis. Cumi-cumi bersifat diosious merupakan alat reproduksinya terpisah pada hewan jantan dan betina.

Model Chepalopoda lainnya merupakan Nautilus pompilus, Sepia officinalis (sotong), Octopus sp. (gurita), dan Ammonita sp.

c. Bivalvia atau Pelecypoda atau Lamellibranchiata 

Kategori hewan ini disebut Bivalvia yang berasal dari kata bi (dua) dan valve (kutub) yang berarti hewan yang memiliki dua belahan cangkok. Disebut juga Pelecypoda dari kata pelekhis (kapak kecil) dan poda (kaki) yang berarti memiliki kaki yang pipih seperti kapak kecil, dan disebut Lamellibranchiata dari kata lamella (lembaran) sebab memiliki insang berupa lembaran. Bivalvia hidup di air tawar, dasar laut, danau, kolam, atau sungai yang banyak mengandung zat kapur yang dibutuhkan untuk membuat cangkok sebagai pelindung tubuh. Cangkok terdiri dari dua belahan yang dapat dibuka dan ditutup mengaplikasikan otot aduktor. Cangkok di bagian dorsal lebih tebal diperbandingkan cangkok ventral. Cangkok ini terdiri dari tiga lapisan merupakan sebagai berikut. 

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/klasifikasi-kingdom-animalia-lengkap_7.html


1) Periostrakum, lapisan terluar dari zat kitin yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.

2) Prismatik, lapisan tengah yang tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma.

3) Nakreas, lapisan paling dalam berupa lapisan induk mutiara yang tersusun dari kalsit (karbonat) yang tipis dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel. Jika pada lapisan ini kebobolan benda asing, karenanya benda itu akan diselimuti lapisan mutiara. Mutiara yang kau kenal sebagai bahan perhiasan dihasilkan dengan sistem seperti ini pada macam kerang mutiara, seumpama Pinctada margaritifera.

Di dalam cangkok terdapat alat-alat tubuh yang diselubungi mantel. Kakinya yang pipih dapat dijulurkan ke luar untuk berjalan dan menggali substrat. Alat pernafasan berupa dua buah insang berbentuk lembaran yang banyak mengandung batang insang. Cara syaraf berupa sebagian ganglion merupakan ganglion anterior, ganglion pedal, dan ganglion posterior. Makanan berupa mikroorganisme yang masuk ke dalam mulut melewati sifon. Cara pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus serta memiliki kelenjar pencernaan.

Reproduksi Bivalvia secara seksual, alat kelamin terpisah pada hewan jantan dan betina dengan pembuahan dilakukan secara eksternal. Telor yang telah dibuahi berkembang menjadi larva glochidium yang kemudian tumbuh menjadi hewan dewasa. Model Bivalvia merupakan Ostrea sp (tiram), Tridacna gigas (kima), Buccinus sp. (remis), Pinctada mertensi (tiram mutiara)


d. Amphineura 

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/klasifikasi-kingdom-animalia-lengkap_7.html

Tubuh Amphineura berbentuk pipih bulat telor, simetri bilateral, dengan kaki memanjang di bagian perut (ventral). Permukaan dorsal (atas/punggung) ditutupi oleh delapan keping zat berkapur. Pada permukaan lateral yang terdapat di insang dapat disebut dengan ctenidium. Pada kepala terdapat mulut yang dilengkapi dengan radula (lidah parut). Amphineura tidak memiliki mata dan tentakel. Binatang ini telah memiliki sistem syaraf, saluran pencernaan komplit, dan dilengkapi dengan kelenjar pencernaan. Sirkulasi darahnya tertutup dan bernafas dengan insang. Amphineura hidup di laut menempel pada bebatuan di tempat pantai. Amphineura bersifat hermafrodit (berkelamin dua) dengan fertilisasi eksternal. Telor yang telah dibuahi oleh sperma berkembang menjadi larva trokofor. Umpamanya merupakan Cryptochiton stelleri (kiton raksasa) dan Caetopleura apiculata.

e. Scaphopoda 
http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/klasifikasi-kingdom-animalia-lengkap_7.html


Scaphopoda memiliki cangkok yang berbentuk krucut seperti terompet atau tanduk yang ujungnya berlubang. Lazimnya hidup di laut menempel pada substrat bebatuan, pasir, atau lumpur. Salah satu figur Scapophoda merupakan Dentalium vulgare (siput bercangkang tanduk), memiliki cangkok yang kedua ujungnya terbuka. Panjangnya sekitar 5 cm. Mempunyai tentakel bersilia sebagai alat peraba dan menangkap makanan yang berlokasi di dekat mulut. Binatang ini berkembang biak secara seksual dengan alat kelamin terpisah pada hewan jantan dan betina.

Belum ada Komentar untuk "Klasifikasi Kingdom Animalia Lengkap Filum dan Kelas Mollusca"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel