Perubahan Ekosistem Secara Alami, Suksesi Primer dan Suksesi Sekunder

Kali ini kita akan membahas artikel tentang Perubahan Ekosistem Secara Alami, Suksesi Primer dan Suksesi Sekunder. semoga dapat di pahami dan bermanfaat bagi kita semua

Perubahan ekosistem

Individu menyusun populasi dalam suatu ekosistem yang selalu tumbuh dan juga berkembang. Faktor lingkungan dalam suatu ekosistem juga terus menerus mengalami perubahan. Adanya perubahan-perubahan pada populasi mensupport perubahan pada komunitas. Perubahan-perubahan yang terjadi menyebabkan ekosistem berubah. Perubahan ekosistem akan usai sesudah terjadi keseimbangan ekosistem. Situasi ini merupakan klimaks dari ekosistem. Kalau pada keadaan berimbang datang gangguan dari luar, kesimbangan ini dapat mengakibatkan perubahan yang akan selalu mensupport terbentuknya keseimbangan baru. 

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/perubahan-ekosistem-secara-alami.html


Perkembangan ekosistem yang mana menuju kedewasaan dan juga keseimbangan diketahui sebagai suksesi yang ekologis atau suksesi. Suksesi terjadi sebagai pengaruh dari modifikasi lingkungan lahiriah dalam komunitas atau ekosistem. Cara suksesi usai dengan sebuah komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan berimbang (homeostatis). Di alam ini terdapat dua ragam suksesi, merupakan suksesi primer dan suksesi sekunder.

a. Suksesi Primer

Suksesi primer terjadi jikalau komunitas asal terganggu yang mengakibatkan hilangnya komunitas asal secara sempurna sehingga di daerah komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini bisa saja terjadi secara natural, misalnya saja tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan lumpur di muara sungai, dan juga endapan pasir yang ada di pantai. Gangguan dapat pula sebab perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi. Figur yang terdapat di Indonesia merupakan terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula timbul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang bendung terhadap sinar sang surya dan kekeringan. Tumbuhan perintis tersebut mulai mengadakan pelapukan pada daerah dengan permukaan lahan, sehingga akan terbentuk tanah yang sederhana. Kalau tumbuhan perintis mati karenanya akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk sebab kesibukan pengurai bercampur dengan hasil pelapukan lahan menyusun tanah yang lebih kompleks. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang bendung kekeringan tumbuh. Berbarengan dengan itu tumbuhan herba tumbuh dan menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. Situasi demikian tak menjadikan pioner subur namun sebaliknya akan terhambat pertumbuhannya. 
http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/perubahan-ekosistem-secara-alami.html


Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terus mengadakan pelapukan lahan. Komponen tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak yang menaungi rumput dan juga belukar sehingga akan terjadi kompetisi. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, merupakan perubahan yang terjadi benar-benar kecil sehingga tak banyak merubah ekosistem.

b. Suksesi Sekunder

Suksesi sekunder terjadi jikalau suatu komunitas mengalami gangguan, baik secara natural maupun buatan. Gangguan tersebut tak merusak sempurna daerah tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Umpamanya, gangguan natural seperti banjir, kebakaran, angin pesat, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja. Figur komunitas yang menimbulkan suksesi di Indonesia antara lain tegalan-tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan tak terurus.

Belum ada Komentar untuk "Perubahan Ekosistem Secara Alami, Suksesi Primer dan Suksesi Sekunder"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel