Protista Menyerupai Hewan dan Empat Filum Protozoa

Pada artikel ini kita akan membahas tentang Protista Menyerupai Hewan dan Empat Filum Protozoa. semoga dapat bermanfaat 


Protista ialah kelompok mikroorganisme eukariotik, belum terdapat diferensiasi jaringan, dan menunjukkan kemiripan morfologi dan fisiologi juga dengan hewan, tumbuhan, atau jamur. Kebanyakan dari Protista ialah organisme uniseluler mikroskopis, namun ada pula yang multiseluler atau berkoloni juga dengan banyak sel. Koloni Protista bisa membentuk organisasi sel yang dapat menyerupai organisme yang memiliki tingkat tinggi. Kamu dapat mengamati Protista juga dengan gampang menggunpasti mikroskop cahaya karena panjangnya mencapai 5 μm – 3 mm. Tidak semua Protista berukuran mikroskopis, jenis ganggang cokelat dapat mencapai panjang 60 meter atau dapat. Beberapa kelompok Protista dapat bergerak bebas , saat inikan yang lain hidup menetap selamanya atau pada periode tertentu dari siklus hidupnya. Banyak kelompok yang dapat membentuk spora atau kista kalau lingkungan tidak menguntungkan.

Protista ada yang memiliki sifat autotrof dan juga ada yang bersifat heterotrof. Protista autotrof dengan fotosintesis, namun yang heterotrof dengan organisme lain. Beberapa jenis diketahui bisa hidup menjadi autotrof dan heterotrof dalam satu waktu. Semua Protista dapat berkembang biak juga dengan aseksual juga dengan pembelahan biner. Sekepadaan Protista juga dapat berkembang biak juga dengan seksual juga dengan konjugasi. Protista dikelompokkan menjadi Protista menyerupai tumbuhan meliputi kelompok ganggang eukariotik, Protista menyerupai hewan yang disebut Protozoa, dan Protista mirip jamur meliputi kelompok jamur lendir. 

bukudidik.blogspot.co.id
Protista menyerupai hewan meliputi kelompok Protozoa. Protozoa ialah Protista eukariotik, bersel tunggal, mempunyai kemampuan bergerak pada tingkatan tertentu dalam daur hidupnya, dan tidak mempunyai dinding sel. Habitat Protozoa ialah di perairan sebagai zooplankton dan di tempat-tempat yang lembab. Kebanypasti Protozoa bersifat heterotrof, mpastiannya dicerna dalam vakuola mpastian yang mengandung enzim pencernaan. Saat ini telah dikenal dapat dari 65. 000 jenis, hampir setengahnya telah berupa fosil. Sekitar 10. 000 di antaranya ialah parasit.

Ukuran dan bentuk Protozoa beragam, kumpulan jenis bersifat polimorfik . Protozoa mikroskopis panjangnya hanya sekitar 10 mikrometer, saat inikan Protozoa yang besar mencapai panjang 2 mm sehingga dapat dilihat juga dengan mata telanjang. Sel Protozoa dibungkus untuk membran sitoplasma tanpa adanya dinding sel. Umumnya nukleus berjumlah satu, namun banyak ditemukan Protozoa yang multinukleat hampir di sepanjang siklus hidupnya. Pada Ciliata terdapat nukleus yang berukuran besar  yang mengendalikan metabolisme dan pertumbuhan dan nukleus berukuran kecil  yang berperan dalam reproduksi.

Sitoplasma mengandung granula glikogen, bermacam-macam minyak, dan vakuola. Selain vakuola mpastian, kumpulan jenis mempunyai vakuola kontraktil untuk mengeluarkan kedapatan air. Beberapa jenis mempunyai lapisan ektoplasma yang dapat membentuk butir-butir pasir yang terikat pada zat kitin, kalsium karbonat, dan silika.

Protozoa berkembang biak juga dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual bersegera juga dengan pembelahan sel. Reproduksi seksual dilakukan juga dengan konjugasi, misalnya pada Ciliata. Beberapa Protozoa parasit mempunyai daur hidup yang rumit, melibatkan berbagai jenis inang yang berbeda.

Peranan Protozoa dalam kehidupan ialah sebagai berikut.
1. Merupakan yang terpenting dalam rantai pada komunitas lingkungan akuatik.
2. Mengendalikan pertumbuhan bakteri dan membantu mengurai sisa-sisa zat organik.
3. Menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.

Protozoa dikepada menjadi empat filum berdasarkan alat geraknya yaitu flagela, pseudopodia, silia, dan sporozoa.
1. Mastigophora atau Flagellata
Flagellata meliputi sekitar 1500 jenis Protozoa yang semuanya mempunyai alat gerak flagela. Semua jenis dalam kelompok ini berkembang biak juga dengan aseksual juga dengan membelah diri juga dengan membujur. Beberapa jenis Flagellata dapat bersimbiosis juga dengan organisme lain, misalnya saja dengan Oikomonas synsyanotica dan contoh lain yaitu Amphisolenia bersimbiosis juga dengan Cyanobacteria. Jenis yang lain bersifat parasit yang mengifeksi manusia dan menimbulkan penyakit pada alat kelamin, usus, dan penyakit sistemik. Perhatikan kumpulan contoh Flagellata berikut ini.

a. Giardia lamblia ialah Protozoa usus yang dapat menyebabkan disentri dan diare, terutama ditemukan dalam usus dua belas jari. Ditularkan melalui makanan ataupun minuman yang tercemar atau kontak dari tangan ke mulut.
b. Tricomonas vaginalis menimbulkan peradangan pada vagina, ditandai juga dengan keluarnya cairan disertai rasa panas seperti terbakar dan rasa gatal.
c. Tricomonas homini hidup di dalam alat pencernaan, tidak patogen.
d. Tricomonas foetus menyebabkan abortus spontan pada ternak.
e. Leishmania tropica menyebabkan leishmaniasis yaitu menyebabkan leiso  pada kulit atau organ pencernaan.
f. Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur pada manusia.


bukudidik.blogspot.co.id

2. Sarcodina atau Rhizopoda
Saat ini telah diketahui bahwa sekitar 40ribu jenis Sarcodina, yaitu Protozoa yang memiliki bentuk tidak tetap, dan selalu berubah-ubah. Sarcodina meliputi ratusan jenis Amoeba yang hidup di air tawar, air asin, di tanah yang lembab, dan kumpulan jenis hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Beberapa Sarcodina memiliki pelindung yang berupa testa, seperti Foraminifera dan Radiolaria yang dapat hidup di lautan. Sarcodina yang hidup di air tawar mempunyai vakuola kontraktil untuk membuang air di berada dalam sel. Beberapa jenis dapat membentuk sista kalau lingkungan tidak menguntungkan.

Sel Sarcodina dilindungi untuk sebuah membran tipis, di kepadaan luarnya terdapat lapisan tipis yang agak kaku disebut ektoplasma. Ektoplasma berfungsi sebagai tempat ekskresi dan tempat pertukaran gas, yaitu masuknya oksigen dan keluarnya karbon dioksida. Di sebelah dalam membran sel terdapat sitoplasma bergranuler dan nukleus yang berbentuk lonjong. Semua Sarcodina menggunpasti kaki semu atau pseudopodia yang berupa perluasan protoplasma untuk bergerak dan menelan ppostingan mpastian juga dengan fagositosis. Gerak juga dengan penjuluran sitoplasma membentuk kaki semu disebut gerak amoeboid. Dan yang masuk segera dilingkupi untuk membran yang kemudian membentuk vakuola. Kemudian enzim dikeluarkan ke vakuola untuk dapat mencernanya menjadi zat-zat yang dapat digunakan untuk sel. Sisanya yang tidak dapat dicerna  dikeluarkan melalui ektoplasma. Setelah melewati masa pertumbuhan, Amoeba bereproduksi juga dengan cara membelah diri menjadi dua sel anak yang sama. Proses ini disebut pembelahan biner. Perhatikan kumpulan contoh Sarcodina berikut ini.

a. Amoeba, setidaknya ada enam jenis Amoeba yang bersifat parasit di dalam tubuh manusia. Amoeba yang paling penting ialah Entamoeba histolytica yang dapat menyebabkan penyakit amoebiasis dan disentri yang sering berakibat fatal. Entamoeba gingivalis hidup dalam mulut manusia dan Entamoeba coli menghuni usus manusia namun tidak bersifat patogen.


bukudidik.blogspot.co.id

b. Foraminifera, meliputi dapat dari 30. 000 jenis yang telah diketahui, satu diantaranya ialah fosil. Foraminifera dapat menyerupai Amoeba yang dapat hidup di lautan tetapi memiliki cangkang pelindung yang disebut sebagai testa. Kebanyakan testa memiliki dinding rapat, namun ada pula yang berpori. Bentuk testa bermacam-macam, ada yang seperti tabung sederhana hingga yang berbentuk bilik spiral. Ukurannya rata-rata hanya 0, 05 cm namun ada yang mencapai 8 cm. Foraminifera bergerak juga dengan pseudopodia kecil yang muncul pada kepadaan testa yang terbuka yang disebut apertur. Pada testa yang memiliki pori, pseudopodia dapat menjulur melalui pori-pori ini. Foraminifera berkembang biak juga dengan cara seksual dan aseksual. Seluruh sitoplasma digunakan untuk membentuk sel anak sehingga sel induk mati setelah berkembang biak. Foraminifera yang ada sekarang hidup di dasar lautan dan ada yang mengapung di atas permukaan laut dan menyusun plankton. Makanan utamanya ialah bakteri dan diatom. Jika mati, cangkang testanya tenggelam dan berkumpul membentuk tanah globigerina . Piramida di Mesir dibuat dari tanah Foraminifera yang dilapisi juga dengan granit. Para ahli geologi juga telah mempelajari endapan cangkang pada Foraminifera sebagai petunjuk tentang lokasi ditemukannya cadangan minyak bumi. 

bukudidik.blogspot.co.id

c. Radiolaria, bersifat uniseluler seperti amoeba namun dituntasi juga dengan eksoskeleton yang rumit disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung. Biasanya berbentuk bulat simetris yang lebarnya dapat mencapai kumpulan milimeter. Umumnya terbuat dari silika dan sering mempunyai tonjolan tonjolan keluar. Testa berpori yang digunakan untuk menjulurkan pseudopodia guna mencari mangsa. Sitoplasma Radiolaria ternyata mengandung banyak vakuola yang dapat membantu untuk mereka tetap mengapung di atas perairan. Radiolaria bisa berkembang biak juga dengan aseksual juga dengan cara pembelahan inti yang diikuti pemisahan sitoplasma dan juga testa. Radiolaria yang sudah mati cangkangnya akan tenggelam dan mengendap sehingga membentuk lapisan tanah radiolaria di dalam dasar lautan.

3. Ciliata Terdapat sekitar 8. 000 jenis Ciliata yang bergerak juga dengan struktur menyerupai rambut yang disebut silia, kebanyakan dapat hidup di perairan air tawar. Ciliata dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan distribusi silia, yaitu silia pada sel saja dan silia yang menyelimuti seluruh sel. Silia berfungsi untuk bergerak dan menimbulkan efek pusaran air yang membantu bergerak.

Semua Ciliata memiliki vakuola kontraktil untuk mengatur tekanan osmosis di dalam sel. Beberapa Ciliata mempunyai dua nukleus di dalam satu sel, yaitu makronukleus yang berperan dalam metabolisme dan reproduksi aseksual, dan mikronukleus yang berperan dalam reproduksi seksual. Ciliata bereproduksi juga dengan pembelahan biner dan konjugasi dua sel yang melibatkan mikronukleus. Konjugasi tidak menghasilkan sel anak yang baru, tetapi setelah melakukan konjugasi, sel membelah menghasilkan empat sel anak yang identik yang dapat mampu bertahan hidup terhadap kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Kebanyakan Ciliata dapat hidup bersimbiosis komensalisme, dan itu terjadi di dalam perut herbivora. Ciliata juga bersifat parasit di dalam usus manusia yang menyebabkan luka yang disebut balantidiasis.

Ciliata dikepada menjadi empat kelompok: Holotricha , Suctoria , Peritricha , dan Spirotricha . Perhatikan kumpulan contoh Ciliata berikut ini.

a. Balantidium coli ialah Protozoa parasit yang menyebabkan penyakit diare berdarah pada manusia, hidup dalam saluran pencernaan Vertebrata.


bukudidik.blogspot.co.id

b. Paramecium sering disebut binatang sandal karena bentuk selnya menyerupai sandal. Meruptentu organisme sel tunggal yang panjangnya biasanya kurang dari 0, 25 mm. Paramecium mempunyai dua nukleus, nukleus yang besar disebut makronukleus dan dua buah nukleus yang kecil disebut mikronukleus. Tanpa adanya makronukleus Paramecium tidak bisa hidup dan juga tanpa mikronukleus Paramecium tidak bisa berkembang biak. Perkembangbitentu dilakukan juga dengan aseksual juga dengan pembelahan binar. Kadang-kadang juga berkembang biak juga dengan seksual juga dengan konjugasi. Paramecium telah ditemukan sangat melimpah di genangan air yang tawar hampir di seluruh dunia. Beberapa spesies Paramecium ditemukan hidup di laut. Paramecium caudatum ialah salah satu jenis Paramecium air tawar yang banyak digunakan untuk penelitian.
c. Stentor, Didinium, Vorticella, dan Stylonichia ialah contoh Ciliata yang hidup di perairan air tawar.

4. Sporozoa Terdapat 4. 000 jenis Sporozoa yang besar hidup sebagai parasit pada hewan. Bentuk dewasanya tidak mempunyai alat untuk bergerak. Banyak Sporozoa yang memiliki daur hidup yang cukup rumit, misalnya pada fase tertentu sporozoa hidup pada suatu inang dan di fase yang lainnya sporozoa hidup pada inang yang berbeda. Dalam daur hidupnya menunjukkan adanya pergiliran keturunan antara fase vegetatif dan generatif. Sporozoa yang belum dewasa disebut sporosit yang gampang berpindah-pindah mengikuti aliran darah. Semua Sporozoa membetuk spora berdinding tebal ketika berada pada tahap zigot.
Sporozoa dapat menyebabkan penyakit kepada manusia, misalnya penyakit toksoplasma dan juga malaria.

a. Toksoplasma disebabkan untuk Toxoplasma gondii. Gejala penyakit tergantung pada tempat infeksi.
b. Malaria disebabkan untuk Plasmodium yang menginfeksi hati dan sel-sel darah merah. Inang Plasmodium ialah nyamuk Anopheles betina tempat bersegeranya reproduksi seksual. Diketaui empat jenis Plasmodium.

bukudidik.blogspot.co.id

1) Plasmodium vivax menyebabkan malaria tersiana tidak ganas .
2) Plasmodium ovale menyebabkan malaria tersiana tidak ganas juga dengan gejala seperti disebabkan untuk Plasmodium vivax.
3) Plasmodium malariae menyebabkan malaria kuartana tidak ganas .
4) Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tersiana ganas .

Daur hidup Plasmodium meliputi siklus reproduksi seksual juga dengan inang nyamuk dan siklus reproduksi aseksual dalam tubuh manusia. Infeksi dimulai ketika nyamuk pembawa memasukkan ppostingan parasit bersamaan juga dengan kelenjar saliva yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah ke dalam sistem peredaran darah tubuh manusia. Ketika sporosit masuk ke dalam hati, dimulailah reproduksi aseksual selama 7 sampai 14 hari yang menghasilkan 10. 000 sampai 30. 000 sel anak yang disebut merozoit yang menyerang sel darah merah. Di dalam sel darah merah merozoit membelah lagi juga dengan aseksual yang menghasilkan antara 8 sampai 16 merozoit setiap 48 atau 72 jam tergantung dari jenis Plasmodium. Merosoit dilepaskan bersamaan juga dengan pecahnya sel darah merah yang siap untuk menginfeksi sel darah merah yang lain. Bersamaan juga dengan itu juga dikeluarkan senyawa racun yang dihasilkan merozoit sehingga penderita merastentu demam. Beberapa merosoit dapat membentuk gametosit yang jantan dan betina sehingga mereka dapat masuk ke dalam tubuh nyamuk saat menggigit penderitanya. Di dalam tubuh nyamuk 

bukudidik.blogspot.co.id





Anopheles betina, Plasmodium metuntasi siklus hidupnya juga dengan reproduksi seksual. Pembuahan bersegera di dalam usus nyamuk yang menghasilkan zigot. Zigot tumbuh menjadi sporosit dan sporosit inilah yang kemudian ditularkan ke penderita baru.

Plasmodium yang lainnya telah diketahui dapat menginfeksi pada burung, primata, dan kadal.


Belum ada Komentar untuk "Protista Menyerupai Hewan dan Empat Filum Protozoa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel