Klasifikasi dan Macam-macam Jenis Ganggang
Pada artikel kali ini BACAMAS.COM akan membahas tentang Klasifikasi dan Macam-macam Jenis Ganggang. Semoga dapat dipahami dan bermanfaat bagi
kita semua. Amiiiinnnn
Protozoa yang menyerupai tumbuhan meliputi kelompok ganggang
eukariotik. Kesamaan ciri juga dengan tumbuhan ialah mempunyai klorofil
sehingga bersifat autotrof. Namun ganggang ini tidak dimasukkan dalam kingdom
Plantae karena belum mempunyai diferensiasi sel yaitu belum memiliki akar,
batang, dan daun.

Berdasarkan struktur talusnya, ganggang digolongkan menjadi
empat tipe, yaitu :
1. Ganggang
uniseluler, hidup di perairan sebagai fitoplankton.
2. Ganggang
berkoloni, juga dengan atau tanpa organisasi sel.
3. Ganggang
berfilamen, yaitu hidup berkoloni membentuk benang. Ganggang yang paling bawah
membentuk perlekatan juga dengan substrat.
4. Ganggang
multiseluler, mempunyai talus yang berukuran besar dan kompleks yaitu membentuk
struktur serupa daun, batang, dan akar.
Sel ganggang mempunyai nukleus yang dibatasi untuk membran
sel. Diluar membran sel ganggang terdapat dinding sel yang tersusun atas
selulosa. Beberapa ganggang dapat bergerak juga dengan flagela tunggal,
berpasangan, atau bergerombol di permukaan sel. Didalam sitoplasma ditemukan
butir-butir pati, tetesan minyak, dan vakuola. Setiap sel mengandung satu atau
dapat kloroplas yang berbentuk pita atau seperti cakram. Ganggang mempunyai
tiga macam pigmen fotosintetik yaitu klorofil, karotenoid, dan fikobilin. Semua
ganggang mempunyai klorofil A yang identik juga dengan klorofil tumbuhan
tinggi. Karotenoid pada ganggang digolongkan menjadi dua macam yaitu karoten
dan xantofil. Fikobilin yang terdapat di ganggang juga ada dua jenisnya yaitu
fikosianin dan fikoeritrin. Adanya pigmen selain klorofil ini menyebabkan warna
klorofil dapat tertutupi sehingga tidak berwarna hijau, misalnya kumpulan
ganggang berwarna cokelat karena mempunyai xantofil dan karoten dalam jumlah
besar. Ganggang yang lain berwarna merah keunguan karena mengandung fikobilin.
Ganggang menyimpan berbagai produk mpastian hasil fotosintesis sebagai granula
di dalam sel. Cadangan mpastian ini dapat berupa pati, lemak, atau dalam bentuk
lain.
Ganggang berkembang biak juga dengan aseksual dan seksual.
Reproduksi aseksual juga dengan membelah diri, fragmentasi, dan membentuk
spora. Selain itu ganggang juga dapat berkembangbiak membentuk akinet, yaitu
sel-sel vegetatif yang berdinding tebal yang terbentuk karena lingkungan yang
tidak menguntungkan. Ketika kondisi di lingkungan menjadi lebih baik, akinet
akan berkecambah dan mulai tumbuh menjadi ganggang yang baru. Spora aseksual
nya akan berflagela dan bisa bergerak yang kemudian disebut zoospora. Ganggang
yang hidup di daratan, spora dari ganggang tidak bisa bergerak yang kemudian disebut
aplanospora. Reproduksi seksual pada ganggang bersegera juga dengan konjugasi
gamet sehingga dihasilkan zigot. Jika gamet-gamet yang bersatu bentuknya sama,
dinampasti isogami. Jika gamet ukurannya tidak sama, proses itu disebut
heterogami / anisogami. Pada ganggang yang dapat tinggi, sel-sel seksual dapat
dibedpasti juga dengan mudah. Sel telur / ovum berukuran besar dan nonmotil,
saat inikan gamet jantan / sel sperma bentuknya kecil dan aktif bergerak.
Proses seksual seperti ini disebut oogami. Gamet jantan dan betina dapat
dihasilkan pada individu yang sama sepatutnya jenis itu disebut ganggang
biseksual. Jika gamet jantan dan gamet betina dibentuk untuk individu yang
berbeda sepatutnya jenis itu disebut ganggang uniseksual.
Peranan ganggang dalam kehidupan ialah sebagai berikut :
1. Ganggang yang
bersifat saprofit membantu menguraikan sisa mpastian.
2. Ganggang
merupakan produsen yang paling penting di perairan.
3. Di semua lingkungan menghasilkan gas oksigen selama
fotosintesis. Pada unit pengolahan limbah, gas ini ialah gas penting untuk
degradasi limbah untuk bakteri aerob.
4. Menghasilkan bahan industri dan bahan lainnya yaitu:
tanah diatom, algin, keragen, agar-agar, vitamin, dan protein. Di Jepang,
Porphyra digunakan sebagai bahan pangan.
5. Beberapa jenis menghasilkan racun. Racun dihasilkan juga
dengan ekstraseluler atau dilepaskan ketika ganggang terdekomposisi pada saat
terjadi blooming ganggang, yaitu populasi ganggang yang sangat padat hingga
menutupi permukaan perairan. Gymnodinium dan Gonyaulax dapat menghasilkan yang
bernama neurotoksin dan itu dapat mematikan binatang akuatik.
6. Ganggang Prototheca wickerhamii ialah patogen yang
menyerang manusia yaitu dapat menyebabkan peradangan persendian. Beberapa
ganggang yang terbawa udara menyebabkan alergi.
7. Ada beberapa jenis ganggang misalnya Cephaleuros dapat
menyerang daun teh, kopi, dan lain-lain. Ini terjadi di daerah tropik dan
menimbulkan banyak sekali kerusakan.
Belum ada Komentar untuk "Klasifikasi dan Macam-macam Jenis Ganggang"
Posting Komentar