Klasifikasi dan Macam-macam Jenis Ganggang


Pada artikel kali ini BACAMAS.COM akan membahas tentang Klasifikasi dan Macam-macam Jenis Ganggang. Semoga dapat dipahami dan bermanfaat bagi kita semua. Amiiiinnnn

Protozoa yang menyerupai tumbuhan meliputi kelompok ganggang eukariotik. Kesamaan ciri juga dengan tumbuhan ialah mempunyai klorofil sehingga bersifat autotrof. Namun ganggang ini tidak dimasukkan dalam kingdom Plantae karena belum mempunyai diferensiasi sel yaitu belum memiliki akar, batang, dan daun.
                                                                    
Telah diperkirakan ada sekitar 30. 000 spesies ganggang yang saat ini hidup di laut. Ganggang dapat ditemui di tempat yang agak lembab, memiliki cukup cahaya, dan juga nutrien. Beberapa jenis hidup di daerah kutub dan ada pula yang hidup di sumber air panas yang bersuhu 70°C, meskipun suhu optimum untuk ganggang termofilik antara 50° – 54°C. Beberapa ganggang beradaptasi untuk dapat hidup di tanah lembap, di kulit-kulit pohon, bahkan permukaan batuan. Kebanyakan ganggang ialah uniseluler yang hidup soliter dan berukuran mikroskopis, sebagian kecilnya lagi hidup berkoloni, kumpulan ada yang multiseluler dan makroskopis yang panjangnya mencapai kumpulan meter. Ganggang uniseluler yang hidup di lautan hidup dari fitoplankton dan menjadi produsen / sumber makanan yang penting untuk organisme lain. Beberapa ganggang hidup bersimbiosis juga dengan organisme lain seperti Paramecium hijau, Infusoria, Foraminifera, Rotifera, Hydra, Coelenterata, dan siput. 



Berdasarkan struktur talusnya, ganggang digolongkan menjadi empat tipe, yaitu :
1.   Ganggang uniseluler, hidup di perairan sebagai fitoplankton.
2.   Ganggang berkoloni, juga dengan atau tanpa organisasi sel.
3.  Ganggang berfilamen, yaitu hidup berkoloni membentuk benang. Ganggang yang paling bawah membentuk perlekatan juga dengan substrat.
4.   Ganggang multiseluler, mempunyai talus yang berukuran besar dan kompleks yaitu membentuk struktur serupa daun, batang, dan akar.

Sel ganggang mempunyai nukleus yang dibatasi untuk membran sel. Diluar membran sel ganggang terdapat dinding sel yang tersusun atas selulosa. Beberapa ganggang dapat bergerak juga dengan flagela tunggal, berpasangan, atau bergerombol di permukaan sel. Didalam sitoplasma ditemukan butir-butir pati, tetesan minyak, dan vakuola. Setiap sel mengandung satu atau dapat kloroplas yang berbentuk pita atau seperti cakram. Ganggang mempunyai tiga macam pigmen fotosintetik yaitu klorofil, karotenoid, dan fikobilin. Semua ganggang mempunyai klorofil A yang identik juga dengan klorofil tumbuhan tinggi. Karotenoid pada ganggang digolongkan menjadi dua macam yaitu karoten dan xantofil. Fikobilin yang terdapat di ganggang juga ada dua jenisnya yaitu fikosianin dan fikoeritrin. Adanya pigmen selain klorofil ini menyebabkan warna klorofil dapat tertutupi sehingga tidak berwarna hijau, misalnya kumpulan ganggang berwarna cokelat karena mempunyai xantofil dan karoten dalam jumlah besar. Ganggang yang lain berwarna merah keunguan karena mengandung fikobilin. Ganggang menyimpan berbagai produk mpastian hasil fotosintesis sebagai granula di dalam sel. Cadangan mpastian ini dapat berupa pati, lemak, atau dalam bentuk lain.

Ganggang berkembang biak juga dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual juga dengan membelah diri, fragmentasi, dan membentuk spora. Selain itu ganggang juga dapat berkembangbiak membentuk akinet, yaitu sel-sel vegetatif yang berdinding tebal yang terbentuk karena lingkungan yang tidak menguntungkan. Ketika kondisi di lingkungan menjadi lebih baik, akinet akan berkecambah dan mulai tumbuh menjadi ganggang yang baru. Spora aseksual nya akan berflagela dan bisa bergerak yang kemudian disebut zoospora. Ganggang yang hidup di daratan, spora dari ganggang tidak bisa bergerak yang kemudian disebut aplanospora. Reproduksi seksual pada ganggang bersegera juga dengan konjugasi gamet sehingga dihasilkan zigot. Jika gamet-gamet yang bersatu bentuknya sama, dinampasti isogami. Jika gamet ukurannya tidak sama, proses itu disebut heterogami / anisogami. Pada ganggang yang dapat tinggi, sel-sel seksual dapat dibedpasti juga dengan mudah. Sel telur / ovum berukuran besar dan nonmotil, saat inikan gamet jantan / sel sperma bentuknya kecil dan aktif bergerak. Proses seksual seperti ini disebut oogami. Gamet jantan dan betina dapat dihasilkan pada individu yang sama sepatutnya jenis itu disebut ganggang biseksual. Jika gamet jantan dan gamet betina dibentuk untuk individu yang berbeda sepatutnya jenis itu disebut ganggang uniseksual.

Peranan ganggang dalam kehidupan ialah sebagai berikut :
1.   Ganggang yang bersifat saprofit membantu menguraikan sisa mpastian.
2.   Ganggang merupakan produsen yang paling penting di perairan.
3. Di semua lingkungan menghasilkan gas oksigen selama fotosintesis. Pada unit pengolahan limbah, gas ini ialah gas penting untuk degradasi limbah untuk bakteri aerob.
4. Menghasilkan bahan industri dan bahan lainnya yaitu: tanah diatom, algin, keragen, agar-agar, vitamin, dan protein. Di Jepang, Porphyra  digunakan sebagai bahan pangan.
5. Beberapa jenis menghasilkan racun. Racun dihasilkan juga dengan ekstraseluler atau dilepaskan ketika ganggang terdekomposisi pada saat terjadi blooming ganggang, yaitu populasi ganggang yang sangat padat hingga menutupi permukaan perairan. Gymnodinium dan Gonyaulax dapat menghasilkan yang bernama neurotoksin dan itu dapat mematikan binatang akuatik.
6. Ganggang Prototheca wickerhamii ialah patogen yang menyerang manusia yaitu dapat menyebabkan peradangan persendian. Beberapa ganggang yang terbawa udara menyebabkan alergi.
7. Ada beberapa jenis ganggang misalnya Cephaleuros dapat menyerang daun teh, kopi, dan lain-lain. Ini terjadi di daerah tropik dan menimbulkan banyak sekali kerusakan.

Belum ada Komentar untuk "Klasifikasi dan Macam-macam Jenis Ganggang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel