Protista Menyerupai Jamur Terdiri Dari Beberapa Kelompok
Artikel kali ini akan membahas Protista Menyerupai Jamur Terdiri Dari Beberapa Kelompok. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Protista terlihat seperti kelompok jamur lendir. Jamur
lendir meliputi sekelompok mikroorganisme yang heterogen. Jamur lendir
mempunyai ciri-ciri menyerupai hewan dan jamur. Daur hidupnya melalui 2 fase
yaitu fase vegetatif dan generatif yang berlangsung secara bergantian. Fase
vegetatifnya menyerupai lendir yang dapat bergerak seperti hewan , namun
struktur reproduksinya dapat menghasilkan spora yang terbungkus dinding sel
seperti pada jamur. Jamur lendir tidak memiliki klorofil sehingga semuanya
bersifat heterotrof yang mempasti bahan organik , bakteri, dan Protozoa atau
bersifat parasit pada organisme lain. Habitatnya ialah di perairan, tempat yang
sejuk dan lembab seperti di dasar hutan hujan tropis, serasah daun dan kayu lapuk,
dan di tanah lembab yang banyak mengandung bahan organik. Peranan jamur lendir
ialah sebagai dekomposer, mengendalikan pertumbuhan bakteri dan protozoa, dan
menyebabkan penyakit pada hewan dan tanaman budidaya.
Protozoa menyerupai jamur dikepada menjadi kumpulan kelompok
yaitu jamur lendir sejati , jamur lendir endoparasit , jamur lendir seluler ,
jamur lendir jaring dan jamur air .
Sistem penggolongan yang lama memasukkan beberapa jenis jamur lendir seperti
jamur lendir endoparasit, jamur lendir seluler, dan jamur lendir jaring ke
pengklasifikasian Myxomycetes, namun saat ini dipisah menjadi kelasnya
tersendiri yang sama dengan jamur air lalu dimasukkan dalam filum
Heterokontophyta.
1. Myxomycetes
Paraahli menyebutkan bahwa Myxomycetes sebagai
Mycetozoa dikarenakan dalam daur hidupnya ditemui tahapan yang sama juga dengan
kehidupan Protozoa, yang diselingi juga dengan tahapan yang menyerupai seperti
kehidupan jamur. Dalam siklus hidupnya terdapat fase vegetatif yang diselingi
juga dengan fase generatif. Pada fase vegetatif memiliki bentuk menyerupai
lendir yang kemudian dapat berpindah-pindah juga dengan menjulur ke
tempat-tempat lain. Sel Myxomycetes menyerupai protoplasma Amoeba juga dengan
banyak inti yang tidak berdinding yang
disebut plasmodium. Ukuran dan warnanya sangat beragam dan bentuknya
berubah-ubah ketika merayap di atas permukaan substrat. Organisme ini mempasti
bakteri, Protozoa, spora jamur lain, dan bahan-bahan organik lain seperti sisa-sisa
daun, ranting, dan kayu. Mpastian diserap juga dengan fagositosis dan dicerna
dalam vakuola mpastian dan sisa-sisa yang tidak dicerna dikeluarkan dari
vakuola. Jika di lingkungan yang tidak menguntungkan, jamur lendir ini dapat
membentuk sel yang berdinding tebal dan juga keras yang disebut dengan
sklerotium
Pada fase generatif dan reproduktif, Myxomycetes dapat hidup
menetap dan memiliki bentuk yang khas seperti tubuh buah yang memiliki dinding sel yang disebut
sebagai peridium. Tubuh buah pada Myxomycetes dapat menghasilkan spora-spora
haploid yang memiliki flagela disebut sebagai miksflagelata . Spora ini tahan
terhadap kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Flagela pada spora
berfungsi untuk bergerak dan dapat dilepaskan ketika tumbuh menjadi individu
baru yang disebut miksamuba . Contoh Myxomycetes ialah Ceratiomyxa fructilosa,
Physarium polycephalum, Didymium nigripes. Trichia persimilis, dan Stemonitis
splendens. Perhatikan daur hidup Physarium polycephalum salah satu jenis
Myxomycetes dari ordo Physarales.
2. Plasmodiophoromycetes
Plasmodiophoromycetes ini menyerupai Myxomycetes,
namun plasmodium multinukleat dari mikroorganisme ini berkembang di dalam
jaringan tumbuhan pada inang. Plasmodium menghasilkan zoosporangium yang
menghasilkan spora. Infeksi terjadi kalau zoospora menembus akar tanaman inang
dan tumbuh menjadi myxoamoeba yang
kemudian tumbuh menjadi plasmodium. Ketika ukuran plasmodium bertambah
mengakibatkan akarakar tanaman inang membengkak menyebabkan penyakit yang disebut
bengkak akar. Pada tahap ini spora dibentuk dan tetap tinggal di dalam sel-sel
tanaman inang. Spora Plasmodiophoromycetes tidak dapat dihasilkan di dalam
tubuh buah seperti yang sering dijumpai pada jamur lendir yang lainnya. Tanaman
yang sering digunakan sebagai inang ialah tanaman kentang dan kubis yang
menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan diakhiri juga dengan kematian sebelum
waktunya. Kelompok Plasmodiophoromycetes yang lain ialah parasit pada ganggang
air tawar.
Contohnya ialah Plasmodiophora brassicae yang menyebabkan
bengkak akar pada tanaman kubis, Spongospora subterranean ialah parasit pada
tanaman kentang, Sorodiscus, Tetramyxa, Octomyxa, dan Polymyxa.
3. Acrasiomycetes

Acrasiomycetes ialah jamur lendir seluler yang hidup bebas
dan amoeboid , namun plasmodiumnya tidak multinukleat. Dapat dijumpai di berbagai
tempat di dalam tanah yang banyak mengandung bahan organik, mempasti bakteri
dan zat-zat organik. Tubuh buah Acrasiomycetes disebut dengan sorokarp yaitu
sebuah tubuh buah yang sering dijumpai bercabang-cabang dan setiap ujung cabang
akan membentuk kelompok-kelompok spora. Spora Acrasiomycetes berbentuk seperti
bola atau telur juga dengan dinding sel tipis yang mengandung selulosa. Pada
kumpulan spesies yang lain, spora yang dihasilkan tidak mengandung dinding sel
yang disebut pseudospora. Spora pasti berkecambah membentuk miksamuba yang
kemudian tumbuh menjadi plasmodium. Contoh jamur lendir seluler ialah Acrasis,
Sappina, Polysphodylium, dan Dictyostelium discoideum.
4. Labyrinthulomycetes

Jamur lendir dalam kelas Labyrinthulomycetes memiliki sedikit
persamaan juga dengan golongan jamur. Kebanyakan ditemui di lingkungan laut dan
juga menjadi parasit atau disebut saprofit pada ganggang laut. Namun kumpulan
jenisnya juga dijumpai di daratan. Jamur lendir ini pada permukaannya ada yang
berbentuk jaring yang halus yang berasal dari lendir yang dikeluarkan
mikroorganisme tersebut. Sel-selnya sebagian besar berbentuk lonjong atau
seperti gelendong. Selsel ini tidak berdinding dan tiap sel berinti satu.
Sel-sel tersebut terhimpun menjadi satu kelompok untuk benang-benang dari
lendir yang dihasilkannya. Sejumlah sel lalu berkelompok dan kemudian membentuk
sporosit yang akan menghasilkan spora. Spora Labytunthulomycetes berselaput
lendir dan berflagela dua. Setelah dilepaskan dari sporosit, spora berenang menggunpasti
flagela. Ketika flagela dilepaskan spora pasti tumbuh dan membelah berulang
kali membentuk koloni baru. Contoh Labyrinthulomycetes ialah Labyrinthula
minuta, L. algeriensis, L vitellina, dan L. macrocystis.
5. Oomycetes
Oomycetes merupakan jenis-jenis jamur lendir uniseluler yang
dapat membentuk benang-benang miselium dan bercabang-cabang. Habitatnya di
tempat yang lembab atau di perairan. Beberapa jenis oomycetes bersifat saprofit
sebagai dekomposer dan ada beberapa yang bersifat parasit pada tanaman dan juga
hewan air. Reproduksi secara aseksual pada Oomycetes yang tinggal di air juga
dengan zoospora yang memiliki flagel dua, dan yang hidup di darat juga dengan
sporangium dan juga konidium. Reoproduksi seksual juga dengan oogami. Selnya
membentuk struktur yang mengandung sel telur dan struktur yang membentuk sel
sperma. Kedua struktur ini kemudian bersatu sehingga terjadi pembuahan yang
menghasilkan zigot diploid yang kemudian tumbuh membentuk spora berdinding
tebal yang disebut zoospora juga dengan dua flagela, satu flagela tidak berbulu
menjurus ke belpastig dan satu flagela berbulu menjurus ke depan. Zoospora bila
berkecambah pasti membentuk individu baru. Oomycetes sangat penting untuk
ekonomi dan ilmu pengetahuan karena banyak menginfeksi penyakit pada hewan dan
juga tanaman budidaya, yaitu

a. Lagenidium rabenhorstii, mempunyai hifa bercabang yang hidup parasit dalam sel-sel ganggang.
b. Saprolegnia parasitica parasit pada ikan dan telur-telur ikan.
c. Phytium debaryanum menyebabkan busuk pada kecambah.
d. Phytophthora infestans, merupakan parasit yang menyerang tanaman kentang, tomat, dan sebagainya.
e. Pythophtora faberi, menimbulkan penyakit pada tanaman karet pada luka bekas sadapan. f. Plasmopara viticola, merupakan parasit pada tanaman anggur.
g. Pseudoperonospora cubensis, parasit pada tanaman mentimun.
h. Albugo candida, parasit pada tanaman kol, kubis, dan kelompok Cruciferae yang lain.
Belum ada Komentar untuk "Protista Menyerupai Jamur Terdiri Dari Beberapa Kelompok"
Posting Komentar