Klasifikasi Protista Menyerupai Tumbuhan

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Klasifikasi Protista Menyerupai Tumbuhan. semoga dapat bermanfaat buat kita semua


bukudidik.blogspot.co.id


1.            Chlorophyta

Chlorophyta atau ganggang hijau terdiri dari ± 7. 000 jenis yang hidup di perairan maupun di darat. Sejumlah ganggang hijau hidup di air laut, namun sekepadaan besar hidup di air tawar. Ganggang hijau hidup soliter dan juga berkoloni. Bentuk selnya bermacam-macam. Ganggang hijau uniseluler dapat bergerak bebas karena memiliki flagela. Beberapa jenis dari ganggang hijau yang hidup berkoloni memiliki alat pelekat di substratnya yang dapat membantu melekat dengan kuat pada bebatuan / atau substrat lain di daerah perairan. Contoh koloni Chlorophyta juga dengan jamur ialah lumut kerak. 

bukudidik.blogspot.co.id
Dinding sel ganggang hijau tersusun dari selulosa. Sitoplasma mengandung vakuola yang besar. Di dalam sitoplasma terdapat sebutir kloroplas atau dapat. Di dalam kloroplas sering berisi protein cadangan yang disebut pirenoid yang ialah pusat pembentukan tepung atau pati.
Ganggang hijau berkembang biak juga dengan aseksual juga dengan membelah diri dan membentuk spora aseksual berflagela dan juga dengan seksual juga dengan isogami dan heterogami.
Contoh ganggang hijau ialah Chlamydomonas, Volvox, Protococcus, Spyrogyra, Ulothrix, Oedogonium, Chlorella, Chlorococcum, Ulva, dan Chara.

a.            Chlamydomonas
Chlamydomonas ialah ganggang hijau uniseluler yang berflagela. Memiliki ukuran antara 3 sampai 30 mikrometer, dan sering ditemui  di air yang tawar dan tergenang. Selnya berbentuk menyerupai bola agak lonjong juga dengan dinding sel dari bahan selulosa. Dua flagela muncul dari ujung depan sel. Memiliki kloroplas yang tunggal dan berbentuk mangkuk, kloroplasnya hampir memenuhi sel sel seluruh ruangan di dalam sel. Satu atau kumpulan butir pirenoid ditemukan di dalam sitoplasma. Chlamydomonas memiliki bintik mata yang mengandung pigmen kemerahan terletak di pangkal flagela yang disebut stigma. Bintik mata ini peka terhadap cahaya. Vakuola kontraktil terletak di dekat flagela yang berguna untuk mengeluarkan kedapatan air guna menjaga kestabilan tekanan osmotis sel. Chlamydomonas bereproduksi juga dengan aseksual juga dengan membelah diri dan juga dengan seksual juga dengan isogami. Ketika pasti membelah diri, flagela menghilang dan terbentuk kembali setelah sel anak dilepaskan dari sel induk.

b. Volvox
Volvok ialah ganggang hijau berkoloni yang sering ditemukan di telaga dan danau. Koloninya berbentuk bola cukup besar sehingga tampak juga dengan mata telanjang. Sel- sel yang berada dalam koloni Volvox berjumlah sekitar 500 -20. 000 sel. Sel-sel tersebut tersusun dalam selaput tipis yang berfungsi sebagai kulit suatu bola berlubang. Bagian dalam koloni terisi juga dengan cairan berlendir dan seluruh sel dalam koloni diliputi untuk pembungkus seperti gelatin. Setiap sel terhubung juga dengan sel-sel yang berdampingan di sekelilingnya melalui untaian sitoplasma. Setiap sel Volvox dalam keadaan bebas sangat mirip juga dengan Chlamydomonas. Volvox dapat berkembang biak juga dengan seksual maupun aseksual. Reproduksi aseksual juga dengan membentuk kumpulan koloni kecil di dalam bola. Koloni ini berkembang juga dengan serangkaian pembelahan sel yang bergerak bebas di dalam koloni induk. Koloni-koloni baru pasti melepaskan diri bersamaan juga dengan hancurnya koloni induk. Reproduksi seksual Volvox bersifat oogami. Beberapa sel dalam koloni membesar dan menghasilkan telur-telur yang tidak bergerak. Beberapa sel yang lain menghasilkan banyak sperma motil yang pasti membuahi sel telur. Setelah terjadi pembuahan, zigot membesar dan membentuk dinding tebal. Zigot dibebaskan dari koloni sel induk bersamaan juga dengan hancurnya koloni. Zigot lalu tumbuh dan juga membelah secara berulang-ulang sehingga membentuk koloni baru.

c. Spirogyra
Spirogyra ialah ganggang berfilamen yang berukuran besar dan memiliki daerah penyebaran yang luas. Spirogyra dapat dijumpai di permukaan kolam atau sungai yang alirannya tenang. Sel-sel Spirogyra tumbuh dalam filamen / benang-benang yang tidak bercabang, setiap sel mengandung satu atau dapat kloroplas yang berpilin. Di dalam kloroplas terdapat pirenoid yang letaknya beraturan, biasanya dikelilingi untuk butiran-butiran pati. Spirogyra dapat berkembang biak juga dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan juga dengan fragmentasi benang-benang, yang memungkinkan potongan benang itu untuk tumbuh menjadi ganggang baru. Reproduksi seksual bersegera juga dengan konjugasi. Dua filamen yang berdekatan pasti berhubungan dan membentuk tabung konjugasi. Seluruh isi salah satu sel  bergerak melalui tabung konjugasi untuk bersatu juga dengan protoplas sel yang lain . Peleburan gamet menghasilkan zigospora bulat. Apabila dinding sel induk larut, dan zigospora ini kemudian dilepaskan dan dapat membuat kecambah lalu tumbuh membentuk sebuah filamen baru.

2.            Phaeophyta

Sekitar 1. 500 jenis Phaeophyta atau ganggang cokelat telah diketahui. Hampir semua jenis Phaeophyta hidup di laut terutama di daerah yang dmau, yaitu hidup di batu-batuan di dasar perairan sedalam 1, 5 – 5 meter dari permukaan air. Semua Phaeophyta hidup berkoloni juga dengan bentuk bervariasi dari yang sederhana hingga yang berbentuk besar juga dengan organisasi sel yang rumit. Pada Phaeophyta yang hidup berkoloni besar, mereka belum terbentuk sebagai organ yang sesungguhnya meskipun pada kumpulan jenis tersebut terdapat bentuk yang menyerupai akar, batang, dan juga daun, namun secara keseluruhan itu disebut dengan nama talus. 

bukudidik.blogspot.co.id


Reproduksi pada Phaeophyta menyerupai reproduksi pada Chlorophyta. Reproduksi secara aseksual dilakukan oleh dengan zoospora yang memiliki flagela, saat ini melakukan reproduksi seksual juga dengan isogami. Pada Fucus, telur dan sperma fucus dibentuk di dalam sebuah ruang bentuknya bola yang kita sebut dengan konseptakel, yang terletak di ujung-ujung talus yang agak membengkak. Setelah matang gamet-gamet  dilepaskan dari konseptakel untuk mengadpasti pembuahan. Setelah terjadi pembuahan, terbentuk zigot yang berdinding tebal, lalu melekat pada suatu batuan dan tumbuh menjadi ganggang baru.

Banyak jenis Phaeophyta yang bermanfaat untuk manusia. Beberapa jenis menghasilkan bahan mpastian manusia. Di negara lain kelp dimanfaatkan untuk mpastian ternak dan pupuk, karena kandungan nitrogen dan kaliumnya tinggi tetapi kandungan fosfornya rendah. Phaeophyta juga menghasilkan yang namanya algin, sebuah koloid yang sangat berguna sebagai bahan penstabil untuk pembuatan es krim. Algin juga penting dalam industri farmasi, yaitu untuk bahan pembuatan pil, tablet, salep, dan obat pembersih gigi.

Beberapa contoh Phaeophyta ialah sebagai berikut.
a. Fucus vesiculosus, tingginya dapat mencapai 30 – 100 cm, hidup menempel di bebatuan yang tampak kalau air surut. Terdapat gelembung udara disis-sisi talus yang bercabang, jika dilihat seperti garpu. Ujungnya membesar yang membentuk konseptakel.

b. Sargassum siliquosum, hidupnya menempel pada bebatuan di pantai berbatu yang berada didaerah tropis. Namun di pantai Atlantik kepadaan utara jenis Sargasssum natans hidup bebas mengapung di permukaan laut. Ukuran Sargassum beragam dari yang kecil hingga yang panjangnya mencapai ratusan meter. 
c. Macrocystis atau kelp, ukurannya sangat besar, di pantai barat Amerika Utara panjangnya ditemukan dapat mencapai tiga kilometer. Kelp hidup menempel kuat di bebatuan juga dengan bantuan talus yang menyerupai akar.

3. Rhodophyta

Ciri khas Rhodophyta atau ganggang merah ialah memiliki pigmen berwarna merah  yang melimpah. Meskipun demikian kumpulan Rhodophyta mempunyai warna agak hijau dan kecokelatan. Saat ini telah dikenal sekitar 2. 500 jenis yang kebanypasti hidup di laut terutama daerah tropis. Rhodophyta tumbuh pada bebatuan di daerah pasang hingga di kedalaman mencapai 90 meter di bawah permukaan laut di mana gelombang cahaya tertentu dari sinar matahari masih mampu mencapainya. Talus Rhodophyta relatif besar, namun jarang yang panjangnya medapati 90 cm. Beberapa jenis rhodophyta memiliki bentuk filamen namun kebanyakan membentuk pada sebuah struktur yang sangat kompleks dan bercabang-cabang sehingga akan menyerupai bulu atau pipih yang menyebar menyerupai seperti pita. Rhodophyta berkembang biak juga dengan aseksual juga dengan membentuk spora nonmotil dan juga dengan seksual juga dengan oogami yang sangat khusus. Ganggang merah ialah bahan pangan penting di negara-negara Asia. Selain dapat menghasilkan algin, ganggang merah juga menghasilkan yang disebut karagenan dan agar. Karagenan ialah sejenis polisakarida yang digunakan sebagai bahan kosmetik dan kapsul gelatin. Agar digunakan sebagai medium dalam laboratorium mikrobiologi dan sebagai bahan pangan. 

bukudidik.blogspot.co.id


Beberapa contoh Rodophyta ialah sebagai berikut.
a. Eucheuma spinosum, banyak dibudidayakan banyak orang karena menghasilkan agar.
b. Chondrus crispus, juga dibudidayakan banyak orang yang dikenal sebagai rumput laut.
c. Dasya, Gelidium, Gracilaria, dan sebagainya.

4. Bacillariophyta

Kelompok ini terdiri dari diatom yang tersebar luas di perairan air tawar dan air laut, maupun di tanah-tanah yang lembab. Jumlah diatom sangat banyak, diperkirpasti mencapai 16. 000 jenis. Karena jumlahnya yang banyak, diatom fitoplankton menjadi komponen produsen penting di perairan laut. Diatom hidup sendiri, berkoloni dan dapat membentuk filamen. Sebagian hidup bebas di permukaan air, kumpulan jenis yang lain hidup menempel pada substrat. Setiap sel mengandung satu nukleus juga dengan satu atau kumpulan plastid yang berbentuk pita atau cakram, berisi pigmen cokelat keemasan yang melimpah. Zat  berupa tetes-tetes minyak. Bentuk sel diatom memanjang, dilapisi untuk dinding sel  yang terdiri dari dua belahan yang saling menutupi. Dinding sel yang terbuat dari lapisan yang disebut pektin dan silika. Apabila diatom mati, tersisa cangkang silika yang tembus cahaya. Cangkang pada diatom dituntasi juga dengan lubang kecil yang memungkinkan sel berhubungan juga dengan lingkungan air. 

bukudidik.blogspot.co.id

Diatom berkembang biak juga dengan cara seksual dan aseksual. Cara pembelahan yang utama ialah pembelahan sel. Setelah nukleus, protoplasma, dan plastida membelah menjadi dua, masing-masing kepadaan pasti berada di dalam belahan katup. Kemudian masing-masing sel pasti membentuk katup baru di sebelah dalam. Sel anak bisa melepaskan diri atau juga dapat tetap melekat sehingga membentuk koloni.

5. Dinoflagellata
Dinoflagellata disebut juga Pyrrophyta terdiri dari sekitar 1. 100 jenis, terutama hidup di dalam air laut, meskipun kumpulan jenis hidup di air tawar. Dinoflagellata ialah ganggang uniseluler yang motil, juga dengan ciri utama terdapat celah dan alur di sebelah luar pembungkus yang melingkupi dinding sel. Masing-masing alur pada Dinoflagellata mengandung satu bulu cambuk. Beberapa jenis Dinoflagellata tidak memiliki dinding sel, namun kebanyakan memiliki dinding sel yang terkadang dapat menjadi lempeng-lempeng selulosa poligonal dan mereka saling bersambungan dengan sangat rapat. Pada kumpulan jenis cangkangnya mengandung fosfor sehingga memendarkan cahaya di malam hari. Di dalam sitoplasma terdapat plastida yang berisi pigmen klorofil dan pigmen cokelat kekuningkuningan. Ganggang ini berkembang biak juga dengan pembelahan sel. Contoh Dinoflagellata ialah Noctiluca yang dapat menghasilkan cahaya berpendaran di laut pada malam hari .

6. Chrysophyta

Chrysophyta atau ganggang keemasan meliputi ± 850 jenis. Selnya mempunyai plastida berwarna hijau kekuningan / cokelat keemasan yang disebabkan untuk pigmen xantofil dalam jumlah banyak. Chrysophyta hidup soliter dan berkoloni. Sebagian besar Chrysophyta mempunyai flagela, namun ada pula bersifat amoeboid karena tidak berdinding. Bentuk sel atau koloni bermacam-macam. Dapat hidup di air maupun daratan. Chrysophyta yang hidup di darat sering ditemui sebagai selaput seperti beludru di tepi kolam, tepi perairan, atau di tanah yang lembab. Selain laminarin, Chrysophyta menyimpan kedapatan  dalam bentuk minyak sehingga ialah komponen penting dalam pembentukan minyak bumi. 

bukudidik.blogspot.co.id


a. Ochromonas ialah jenis Chrysophyta uniseluler yang mempunyai dua flagela, satu panjang dan satu pendek. Ochromonas dapat tumbuh juga dengan autotrof juga dengan menggunpasti energi cahaya matahari atau juga dengan heterotrof juga dengan menyerap .
b. Vaucheria hidup dengan berkoloni didalam filamen yang memiliki bentuk tabung yang terkadang juga bercabang. Jenis yang hidup di darat menempel pada permukaan juga dengan rizoid yaitu cabang-cabang menyerupai akar yang tidak berwarna. Filamen Vaucheria berinti banyak dan tidak dibatasi untuk dinding sekat yang disebut senosit. Di dalam sitoplasma ada vakuola yang besar di tengah sel. Di dalam sitoplasma terdapat banyak inti, plastida yang berbentuk cakram tanpa pirenoid. Cadangan  berupa minyak dalam bentuk tetes-tetes minyak.
Reproduksi Vaucheria bersegera juga dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan juga dengan pembentukan zoospora multinukleat berukuran besar yang mempunyai banyak flagela. Zoospora tersebut dianggap sebagai struktur yang majemuk yang terdiri dari beberapa kumpulan zoospora kecil yang memiliki flagela dua yang masing-masing tidak saling memisahkan diri. Setelah zoospora ini dilepaskan, kemudian bergerak juga dengan flagelanya ke tempat baru. Setelah menetap, flagela dilepaskan dan berkecambah membentuk Vaucheria baru.
Reproduksi seksual dilakukan juga dengan membentuk oogonia  dan anteridia  pada filamen yang sama. Sel telur yang dihasilkan berukuran besar juga dengan satu inti yang mengandung klorofil. Sperma yang dihasilkan anteridia mempunyai flagela yang kecil. Setelah terjadi pembuahan pasti terbentuk zigot. Sesudah dilepaskan dari induknya, zigot sudah siap tumbuh dan membentuk filamen yang baru.

7. Euglenophyta 
bukudidik.blogspot.co.id



Euglenophyta meliputi sekitar 1. 000 jenis ganggang uniseluler yang bergerak aktif juga dengan flagela. Ganggang ini tersebar luas di perairan maupun di tanah-tanah lembab membentuk selaput seperti beludru. Ganggang ini melakukan reproduksi aseksual juga dengan pembelahan biner membujur. Contoh yang terkenal ialah Euglena. Euglena menunjukkan ciri-ciri binatang yaitu tidak mempunyai dinding sel dari selulosa. Membran luarnya lentur dan dapat direnggangkan. Beberapa spesies mempunyai bintik mata yang jelas. Di dalam selnya ada vakuola kontraktil dan juga fibril-fibril atau mikrotubula. Namun Euglena juga melakukan fotosintesis dikarenakan mempunyai kloroplas dan memiliki sifat autotrof fakultatif.

Belum ada Komentar untuk "Klasifikasi Protista Menyerupai Tumbuhan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel