Sistem Transportasi Darah Pada Manusia
Kali ini BACAMAS akan membahas artikel mengenai Sistem Transportasi Darah Pada Manusia, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, aamiin.
Cara Transportasi pada Manusia Cara transportasi pada tubuh manusia berfungsi untuk mengangkut nutrisi, oksigen, karbondioksida serta sisa metabolisme. Pengerjaan ini berlangsung terus menerus selama kehidupan manusia. Bagaimanakah cara transportasi tersebut berlangsung di dalam tubuh? Supaya kamu dapat memahaminya, simaklah penjelasan berikut ini dengan baik
a. Darah
Pernahkah bagian tubuh kamu terluka, umpamanya sebab terjatuh atau terkena benda tajam seperti pisau atau paku? Apakah bagian tubuh yang terluka tersebut mengeluarkan suatu cairan? Apa warnanya? Tahukah kamu apakah nama cairan yang dikeluarkan oleh bagian tubuh kamu yang terluka?
a. Darah
Pernahkah bagian tubuh kamu terluka, umpamanya sebab terjatuh atau terkena benda tajam seperti pisau atau paku? Apakah bagian tubuh yang terluka tersebut mengeluarkan suatu cairan? Apa warnanya? Tahukah kamu apakah nama cairan yang dikeluarkan oleh bagian tubuh kamu yang terluka?

1) Sel Darah Merah (Eritrosit)
Eritrosit memiliki bentuk yang bulat dan juga pipih dengan bagian tengahnya yang cekung (bikonkaf). Sel darah merah tidak memiliki inti sel. Eritrosit berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel di segala tubuh. Oleh sebab itu, jenis sel darah ini yang paling banyak terdapat dalam darah. Satu milimeter kubik darah (lebih kurang sekitar satu tetes) terdiri atas lima juta lebih sel darah merah.
Warna merah pada darah dapat disebabkan oleh adanya hemoglobin (Hb) yang ada di dalam sel darah merah. Hemoglobin atau zat untuk warna darah merupakan suatu protein yang mana mengandung unsur besi. Fungsi hemoglobin mengikat oksigen dan menyusun oksihemoglobin. Oksigen diangkut dari paru-paru dan diedarkan ke segala sel tubuh. Hemoglobin yang dapat mengikat oksigen (oksihemoglobin) memiliki warna merah cerah, meskipun hemoglobin yang masih mengikat senyawa karbondioksida memiliki warna merah tua agak keunguan. Berikut ini respon kimia pengikatan oksigen oleh hemoglobin.

Via sirkulasi darah, oksihemoglobin akan beredar ke segala sel-sel tubuh. Setelah hingga di sel-sel tubuh, akan terjadi respon pelepasan oksigen dari hemoglobin ke sel yang kekurangan oksigen. Oksigen masuk ke dalam sel via pengerjaan difusi.
Selama perkembangan bayi dalam kandungan dalam kandungan, sel darah merah dibentuk dalam hati dan limpa. Sel darah merah berusia sekitar 120 hari. Sel yang sudah tua akan dihancurkan di hati dan limpa. Berikutnya, di dalam hati, hemoglobin diubah dan dihasilkan pigmen (pigmen empedu).
2) Sel Darah Putih (Leukosit)
Berbeda dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki format yang tidak tetap atau bersifat amuboid dan memiliki inti sel. Jumlah sel darah putih juga tidak sebanyak seperti jumlah sel darah merah. Tiap-tiap satu milimeter kubik darah mengandung sekitar 8.000 sel darah putih.
Fungsi utama sel darah putih merupakan melawan penyakit yang masuk ke dalam tubuh dan menyusun antibodi. Peningkatan jumlah leukosit merupakan pedoman adanya infeksi. Sekiranya jumlah leukosit hingga di bawah 6.000 sel per cc darah, maka disebut sebagai situasi leukopeni. Sekiranya jumlah leukosit melebihi normal (di atas 9.000 sel per cc), maka disebut leukositosis.
Berdasarkan dari butir-butir kasar (atau yang disebut granula) yang berada dalam sitoplasma, leukosit dapat digolongkan menjadi 2 yaitu granulosit dan agranulosit. Granulosit yaitu merupakan kelompok dari sel darah putih yang memiliki granula yang ada di dalam sitoplasmanya. Sebaliknya, agranulosit tidak memiliki granula. Leukosit dengan jenis granulosit terdiri dari 3 yaitu eosinofil, basofil, dan netrofil. Agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit. Supaya kamu dapat memahami dengan baik karakteristik jenis-jenis sel darah putih dengan baik

3) Keping Darah (Trombosit)
Wujud trombosit berbagai jenis, merupakan bulat, oval, dan memanjang. Trombosit tidak berinti sel dan bergranula. Jumlah sel keping darah atau trombosit pada orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel per cc. Umur dari keping darah amat singkat, merupakan 5 hingga dengan 9 hari.
Pernahkah kamu berpikir bagaimana pengerjaan pembekuan darah terjadi? Keping darah amat berhubungan dengan pengerjaan mengeringnya luka, sehingga tidak heran seandainya ada yang menyebut keping darah dengan sel darah pembeku. Sesaat sesudah terluka, trombosit akan pecah sebab bersentuhan dengan permukaan kasar dari pembuluh darah yang terluka. Di dalam trombosit terdapat enzim trombokinase atau tromboplastin.
Enzim tromboplastin akan merubah protein yang disebut protrombin (calon trombin) menjadi trombin sebab pengaruh ion kalsium dan vitamin K dalam darah. Trombin akan merubah fibrinogen (protein darah) menjadi benang-benang fibrin. Benangbenang fibrin ini akan menyusun jaring-jaring di sekitar sel-sel darah, sehingga luka tertutup dan darah tidak menetes lagi.
Wujud trombosit berbagai jenis, merupakan bulat, oval, dan memanjang. Trombosit tidak berinti sel dan bergranula. Jumlah sel keping darah atau trombosit pada orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel per cc. Umur dari keping darah amat singkat, merupakan 5 hingga dengan 9 hari.
Pernahkah kamu berpikir bagaimana pengerjaan pembekuan darah terjadi? Keping darah amat berhubungan dengan pengerjaan mengeringnya luka, sehingga tidak heran seandainya ada yang menyebut keping darah dengan sel darah pembeku. Sesaat sesudah terluka, trombosit akan pecah sebab bersentuhan dengan permukaan kasar dari pembuluh darah yang terluka. Di dalam trombosit terdapat enzim trombokinase atau tromboplastin.
Enzim tromboplastin akan merubah protein yang disebut protrombin (calon trombin) menjadi trombin sebab pengaruh ion kalsium dan vitamin K dalam darah. Trombin akan merubah fibrinogen (protein darah) menjadi benang-benang fibrin. Benangbenang fibrin ini akan menyusun jaring-jaring di sekitar sel-sel darah, sehingga luka tertutup dan darah tidak menetes lagi.

4) Plasma Darah
Plasma darah merupakan sebuah cairan darah yang mana sebagian besar terdiri dari air (sebanyak 92%). Kecuali itu, dalam plasma darah juga terdapat protein plasma yang terdiri atas albumin, fibrinogen, dan globulin. Zat-zat lain yang terlarut dalam plasma darah antara lain sari makanan, mineral, hormon, antibodi, dan zat sisa metabolisme (urea dan karbondioksida).
Plasma darah merupakan sebuah cairan darah yang mana sebagian besar terdiri dari air (sebanyak 92%). Kecuali itu, dalam plasma darah juga terdapat protein plasma yang terdiri atas albumin, fibrinogen, dan globulin. Zat-zat lain yang terlarut dalam plasma darah antara lain sari makanan, mineral, hormon, antibodi, dan zat sisa metabolisme (urea dan karbondioksida).
Belum ada Komentar untuk "Sistem Transportasi Darah Pada Manusia"
Posting Komentar