Kelas Polychaeta, Olygochaeta, dan Hirudinea

Kelas Polychaeta, Olygochaeta, dan Hirudinea

http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/klasifikasi-kingdom-animalia-lengkap_14.html


a. Polychaeta 

Nama Polychaeta berasal dari bahasa Yunani yang mana poly (banyak) dan chaeta (seta atau rambut) yang memiliki arti cacing berambut banyak. Kategori cacing ini berukuran antara 5 – 10 cm dengan warna yang berjenis-jenis jenis, lazimnya hidup di laut merupakan dalam pasir atau di antara batu-batuan di daerah pasang surut. Tubuh bersegmen-segmen, tiap segmen mempunyai parapodia (kaki bedaging), pada tiap parapodia terdapat seta untuk bergerak selain pada segmen terakhir, serta mempunyai alat sensoris pada ujung depan (kepala). Reproduksi terjadi via perkawinan cacing jantan dan betina yang menciptakan larva trakofor.

Yang merupakan contoh dari cacing ini yaitu Eunice viridis (cacing wawo, hidup di laut Maluku), Lysidice oele (cacing palolo, hidup di Kepulauan Fiji), kedua cacing itu dapat dimakan dan juga mengandung protein yang sangat tinggi. Contoh lain merupakan Nereis virens (kelabang laut) dan Arenicola sp.

b. Olygochaeta 

Olygochaeta berasal dari bahasa Yunani oligo (sedikit) dan chaeta (seta atau rambut) yang berarti cacing berambut sedikit. Tubuhnya memiliki segmen, tidak memiliki parapodia, dan juga memiliki beberapa seta pada tiap ruas-ruas nya. Sebagian besar cacing ini hidup di air tawar ataupun di darat dan Ccing ini bersifat hermafrodit.

Teladan yang gampang kau temukan merupakan Lumbricus terrestris (cacing tanah). Tubuh cacing tanah mempunyai segmen berjumlah 15 – 200 buah. Pada tiap segmen terdapat seta selain pada segmen pertama dan terakhir. Pada segmen ke-32 sampai segmen ke-37 terdapat klitelum atau sadel yang mengandung kelenjar sebagai alat kopulasi. Cacing tanah bersifat hermafrodit melainkan tidak dapat mengerjakan pembuahan sendiri. Dua cacing tanah mengerjakan perkawinan silang dengan melekatkan tubuh secara berlawanan. Alat kelamin jantan mengeluarkan air mani dan diterima klitelum pasangannya untuk membuahi sel telor. Sel telor yang telah dibuahi ditampung di dalam kokon dan dilepaskan dari tubuh cacing.

Cacing tanah bergerak dengan otot longitudinal dan otot sirkuler. Alat eksresinya berupa sepasang nefridia yang terdapat pada tiap segmen dan disebut metanefridia. Pernafasan dikerjakan secara difusi memakai segala permukaan tubuh yang lembab. Cara sirkulasi darahnya tertutup dengan plasma darah yang mengandung hemoglobin sehingga berwarna merah. Cara syaraf berupa syaraf tangga tali. Makanannya berupa zat-zat organik, dicerna dengan metode pencernaan makanan yang lengkap merupakan mempunyai mulut, esofagus, tembolok, lambung, usus, dan anus. Cacing ini mempunyai kekuatan regenerasi yang tinggi dan membantu menghancurkan zat organik. Teladan lain cacing Oligochaeta merupakan Pheretima posthurna (cacing tanah), Perichaeta (cacing hutan), dan Tubifex (cacing air). 


http://bukudidik.blogspot.co.id/2016/06/klasifikasi-kingdom-animalia-lengkap_14.html

c. Hirudinea 

Hirudinea meliputi berjenis-jenis jenis lintah (hirudo = lintah) yang banyak terdapat di air tawar, air laut, dan di darat. Tubuh pipih dorsoventral dengan permukaan yang ditutupi kutikula dan tidak mempunyai parapodia atau seta. Hewan ini mempunyai alat pengisap pada komponen ujung anterior dan posterior, pengisap di ujung posterior ukurannya lebih besar. Lintah merupakan hewan hermafrodit, lubang kelamin jantan berlokasi di depan lubang kelamin betina. Cara pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, dan anus. Peredaran darahnya tertutup dan bernapas via segala permukaan kulit. Alat eksresi berupa nefridium yang terdapat pada tiap segmen.

Hewan ini mempunyai kelenjar air liur yang menciptakan zat hirudin, mengandung bahan anti koagulasi yang dapat mencegah penggumpalan darah. Teladan Hirudo medicinalis (lintah) dan Haemadipsa javanica (pacet).

Belum ada Komentar untuk "Kelas Polychaeta, Olygochaeta, dan Hirudinea"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel