Klasifikasi Kingdom Animalia Lengkap Filum Annelida
Pada artikel kali ini kita membahas satu per satu klasifikasi kingdom animalia yaitu Filum Annelida. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua
Klasifikasi Kingdom Animalia
Kategori Kingdom Animalia - Hewan diklasifikasikan menjadi dua golongan besar merupakan Invertebrata dan Vertebrata. Invertebrata mencakup binatang-binatang yang belum mempunyai tulang belakang merupakan terdiri dari filum Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Vertebrata merupakan binatang yang telah mempunyai tulang belakang yang dimasukkan dalam filum Chordata mencakup Chondrichthyes, Osteinchthyes, Amfibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.
Filum Annelida
Annelida berasal dari bahasa Yunani annulus (cincin), jadi Annelida merupakan cacing yang mempunyai tubuh beruas-ruas atau bersegmen seperti cincin. Tiap-tiap ruas pada Annelida disebut somit dan bersifat metameri artinya tiap-tiap segmen tubuh mempunyai alat-alat yang lengkap seperti alat ekskresi, reproduksi, otot, pembuluh darah, dan saraf. Cacing ini bersifat tripoblastik selomata.
Metode pencernaan Annelida telah sempurna merupakan mempunyai mulut yang dilengkapi dengan gigi kitin, saluran pencernaan, dan dubur pada ujung belakang. Mempunyai sepasang ganglion otak yang dihubungkan dengan cara saraf tangga tali. Alat eksresinya disebut nefridia. Cacing ini mengerjakan pertukaran udara (bernapas) secara difusi dengan memakai seluruh permukaan tubuhnya. Metode sirkulasi darahnya tertutup.
Filum Annelida
Annelida berasal dari bahasa Yunani annulus (cincin), jadi Annelida merupakan cacing yang mempunyai tubuh beruas-ruas atau bersegmen seperti cincin. Tiap-tiap ruas pada Annelida disebut somit dan bersifat metameri artinya tiap-tiap segmen tubuh mempunyai alat-alat yang lengkap seperti alat ekskresi, reproduksi, otot, pembuluh darah, dan saraf. Cacing ini bersifat tripoblastik selomata.
Metode pencernaan Annelida telah sempurna merupakan mempunyai mulut yang dilengkapi dengan gigi kitin, saluran pencernaan, dan dubur pada ujung belakang. Mempunyai sepasang ganglion otak yang dihubungkan dengan cara saraf tangga tali. Alat eksresinya disebut nefridia. Cacing ini mengerjakan pertukaran udara (bernapas) secara difusi dengan memakai seluruh permukaan tubuhnya. Metode sirkulasi darahnya tertutup.

Hewan ini bersifat hermafrodit dan mempunyai klitelum sebagai alat kopulasi. Melainkan sebagian ragam Annelida bersifat monocious, merupakan ada cacing jantan dan cacing betina. Habitatnya merupakan di air tawar, air laut, dan darat khususnya di daerah lembab, gembur, dan banyak mengandung zat organik. Beberapa ragam bersifat parasit pada organisme lain. Annelida terbagi atas 3 kelas merupakan Polychaeta, Olygochaeta, dan Hirudinea

a. Polychaeta
Polychaeta berasal dari bahasa Yunani poly (banyak) dan chaeta (seta atau rambut) yang berarti cacing berbulu banyak. Kategori cacing ini berukuran antara 5 – 10 cm dengan warna yang beraneka ragam, umumnya hidup di laut merupakan dalam pasir atau di antara batu-batuan di daerah pasang surut. Tubuh bersegmen-segmen, tiap-tiap segmen mempunyai parapodia (kaki bedaging), pada tiap-tiap parapodia terdapat seta untuk bergerak kecuali pada segmen terakhir, serta mempunyai alat sensoris pada ujung depan (kepala). Reproduksi terjadi lewat perkawinan cacing jantan dan betina yang menjadikan larva trakofor.
Contoh cacing ini merupakan Eunice viridis (cacing wawo, hidup di laut Maluku), Lysidice oele (cacing palolo, hidup di Kepulauan Fiji), keduanya dapat dimakan dan mengandung protein yang tinggi. Contoh lain merupakan Nereis virens (kelabang laut) dan Arenicola sp.
b. Olygochaeta
Olygochaeta berasal dari bahasa Yunani oligo (sedikit) dan chaeta (seta atau rambut) yang berarti cacing berbulu sedikit. Tubuhnya bersegmen, tak mempunyai parapodia, dan mempunyai sebagian seta pada tiap-tiap ruas. Beberapa besar hidup di air tawar atau di darat dan bersifat hermafrodit.
Contoh yang mudah kamu dapatkan merupakan Lumbricus terrestris (cacing tanah). Tubuh cacing tanah mempunyai segmen berjumlah 15 – 200 buah. Pada tiap-tiap segmen terdapat seta kecuali pada segmen pertama dan terakhir. Pada segmen ke-32 hingga segmen ke-37 terdapat klitelum atau sadel yang mengandung kelenjar sebagai alat kopulasi. Cacing tanah bersifat hermafrodit tetapi tak dapat mengerjakan pembuahan sendiri. Dua cacing tanah mengerjakan perkawinan silang dengan melekatkan tubuh secara berlawanan. Alat kelamin jantan mengeluarkan air mani dan diterima klitelum pasangannya untuk membuahi sel telor. Sel telor yang telah dibuahi ditampung di dalam kokon dan dilepaskan dari tubuh cacing.
Cacing tanah bergerak dengan otot longitudinal dan otot sirkuler. Alat eksresinya berupa sepasang nefridia yang terdapat pada tiap-tiap segmen dan disebut metanefridia. Pernapasan dilakukan secara difusi memakai seluruh permukaan tubuh yang lembab. Metode sirkulasi darahnya tertutup dengan plasma darah yang mengandung hemoglobin sehingga berwarna merah. Metode saraf berupa saraf tangga tali. Makanannya berupa zat-zat organik, dicerna dengan cara pencernaan makanan yang lengkap merupakan mempunyai mulut, esofagus, tembolok, lambung, usus, dan dubur. Cacing ini mempunyai tenaga regenerasi yang tinggi dan membantu menghancurkan zat organik. Contoh lain cacing Oligochaeta merupakan Pheretima posthurna (cacing tanah), Perichaeta (cacing hutan), dan Tubifex (cacing air).
Polychaeta berasal dari bahasa Yunani poly (banyak) dan chaeta (seta atau rambut) yang berarti cacing berbulu banyak. Kategori cacing ini berukuran antara 5 – 10 cm dengan warna yang beraneka ragam, umumnya hidup di laut merupakan dalam pasir atau di antara batu-batuan di daerah pasang surut. Tubuh bersegmen-segmen, tiap-tiap segmen mempunyai parapodia (kaki bedaging), pada tiap-tiap parapodia terdapat seta untuk bergerak kecuali pada segmen terakhir, serta mempunyai alat sensoris pada ujung depan (kepala). Reproduksi terjadi lewat perkawinan cacing jantan dan betina yang menjadikan larva trakofor.
Contoh cacing ini merupakan Eunice viridis (cacing wawo, hidup di laut Maluku), Lysidice oele (cacing palolo, hidup di Kepulauan Fiji), keduanya dapat dimakan dan mengandung protein yang tinggi. Contoh lain merupakan Nereis virens (kelabang laut) dan Arenicola sp.
b. Olygochaeta
Olygochaeta berasal dari bahasa Yunani oligo (sedikit) dan chaeta (seta atau rambut) yang berarti cacing berbulu sedikit. Tubuhnya bersegmen, tak mempunyai parapodia, dan mempunyai sebagian seta pada tiap-tiap ruas. Beberapa besar hidup di air tawar atau di darat dan bersifat hermafrodit.
Contoh yang mudah kamu dapatkan merupakan Lumbricus terrestris (cacing tanah). Tubuh cacing tanah mempunyai segmen berjumlah 15 – 200 buah. Pada tiap-tiap segmen terdapat seta kecuali pada segmen pertama dan terakhir. Pada segmen ke-32 hingga segmen ke-37 terdapat klitelum atau sadel yang mengandung kelenjar sebagai alat kopulasi. Cacing tanah bersifat hermafrodit tetapi tak dapat mengerjakan pembuahan sendiri. Dua cacing tanah mengerjakan perkawinan silang dengan melekatkan tubuh secara berlawanan. Alat kelamin jantan mengeluarkan air mani dan diterima klitelum pasangannya untuk membuahi sel telor. Sel telor yang telah dibuahi ditampung di dalam kokon dan dilepaskan dari tubuh cacing.
Cacing tanah bergerak dengan otot longitudinal dan otot sirkuler. Alat eksresinya berupa sepasang nefridia yang terdapat pada tiap-tiap segmen dan disebut metanefridia. Pernapasan dilakukan secara difusi memakai seluruh permukaan tubuh yang lembab. Metode sirkulasi darahnya tertutup dengan plasma darah yang mengandung hemoglobin sehingga berwarna merah. Metode saraf berupa saraf tangga tali. Makanannya berupa zat-zat organik, dicerna dengan cara pencernaan makanan yang lengkap merupakan mempunyai mulut, esofagus, tembolok, lambung, usus, dan dubur. Cacing ini mempunyai tenaga regenerasi yang tinggi dan membantu menghancurkan zat organik. Contoh lain cacing Oligochaeta merupakan Pheretima posthurna (cacing tanah), Perichaeta (cacing hutan), dan Tubifex (cacing air).

c. Hirudinea
Hirudinea mencakup beraneka ragam lintah (hirudo = lintah) yang banyak terdapat di air tawar, air laut, dan di darat. Tubuh pipih dorsoventral dengan permukaan yang ditutupi kutikula dan tak mempunyai parapodia atau seta. Hewan ini mempunyai alat pengisap pada bagian ujung anterior dan posterior, pengisap di ujung posterior ukurannya lebih besar. Lintah merupakan binatang hermafrodit, lubang kelamin jantan terletak di depan lubang kelamin betina. Metode pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, dan dubur. Sirkulasi darahnya tertutup dan bernapas lewat seluruh permukaan kulit. Alat eksresi berupa nefridium yang terdapat pada tiap-tiap segmen.
Hewan ini mempunyai kelenjar ludah yang menjadikan zat hirudin, mengandung bahan anti koagulasi yang dapat mencegah penggumpalan darah. Contoh Hirudo medicinalis (lintah) dan Haemadipsa javanica (pacet).
Belum ada Komentar untuk "Klasifikasi Kingdom Animalia Lengkap Filum Annelida"
Posting Komentar